Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Orangtua Mendampingi Anak BDR Saat Pandemi Tingkat TK Desa Sabah Balau Lampung Selatan Neni Mulya; Hermansyah Trimantara
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.518 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4512

Abstract

Pentingnya strategi orang tua dalam membantu anak-anak belajar di rumah menggantikan para pendidik yang umumnya menemani mereka di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui starategi yang digunakan oleh wali murid ketika bersama anak-anak selama belajar daring di rumah. Metode Penelitian ini menggunakan Kualitatif. Pengumpulan data informasi yang didapat melalui tiga PAUD yang tidak sama. Hasil pembelajaran dari informasi menunjukkan bahwa TK A melaksanakan pembelajaran daring secara lengkap dan menggunakan prosedur bimbingan wali murid, khususnya merencanakan perangkat pembelajaran, memeriksa anak saat dijemput, membantu anak dalam mengklarifikasi materi yang tidak mereka pahami. PAUD B menerapkan pembelajaran semi daring dengan strategi wali murid mengambil dan mengumpulkan tugas sekolah anak setiap hari Senin. Sedangkan PAUD C menerapkan pembelajaran terputus dengan metode bimbingan belajar, khususnya pengajar menyelesaikan home visit siswa. Wali murid di PAUD C hanya berperan sebagai pengawas bagi anak-anak dalam melakukan kesadaran anak sebagai siswa, di mana wali murid pulang kerja dan berinvestasi dalam beberapa kesempatan untuk pergi bersama anak-anak mereka, kemudian, pada saat itu, wali murid mendorong pendidik untuk mengunjungi rumah. Secara umum, cenderung dianggap bahwa pada dasarnya wali murid tidak memiliki alasan untuk tidak memberikan bantuan kepada anak-anak saat mendampingi pembelajaran dari rumah selama pandemi Corona virus. Kerja sama yang baik di kalangan pendidik dan wali murid merupakan inti dari terselenggaranya pembelajaran yang baik.
Bermain Pasir Kinestik (Kinetic Sand) untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Erfha Nurrahmawati; Karin Ariska; Neni Mulya
Jurnal Pelita PAUD Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v7i1.2066

Abstract

Penelitian tindakan ini bertujuan untuk menggambarkan proses dan hasil dalam meningkatkan kreativitas anak kelompok B TK Nurul Iman Serang Banten melalui penerapan bermain pasir kinetik (kinetic sand). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan model Kemmis dan Taggart, yang meliputi perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Nurul Iman yang berjumlah 16 orang anak. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari delapan pertemuan pada setiap siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak mengalami peningkatan setelah diterapkan bermain pasir kinetik (kinetic sand). Skor kreativitas anak pada pra siklus sebesar 41,75, siklus I sebesar 53,812, dan siklus II sebesar 69. Hasil tersebut memberikan implikasi bahwa kreativitas anak dapat ditingkatkan melalui penerapan bermain pasir kinetik (kinetic sand).
Bermain Pasir Kinestik (Kinetic Sand) untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Erfha Nurrahmawati; Karin Ariska; Neni Mulya
Jurnal Pelita PAUD Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v7i1.2066

Abstract

Penelitian tindakan ini bertujuan untuk menggambarkan proses dan hasil dalam meningkatkan kreativitas anak kelompok B TK Nurul Iman Serang Banten melalui penerapan bermain pasir kinetik (kinetic sand). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan model Kemmis dan Taggart, yang meliputi perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Nurul Iman yang berjumlah 16 orang anak. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari delapan pertemuan pada setiap siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak mengalami peningkatan setelah diterapkan bermain pasir kinetik (kinetic sand). Skor kreativitas anak pada pra siklus sebesar 41,75, siklus I sebesar 53,812, dan siklus II sebesar 69. Hasil tersebut memberikan implikasi bahwa kreativitas anak dapat ditingkatkan melalui penerapan bermain pasir kinetik (kinetic sand).
ANALISIS PENGASUHAN AYAH PADA REALITY SHOW THE RETURN OF SUPERMAN Neni Mulya; Sekar Eka Febriani
Jurnal Panrita Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Panrita-June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhamamdiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/panrita.v5i1.278

Abstract

This study aims to analyse the parenting of fathers on the reality show "The Return of Superman" This research is a qualitative study that uses the type of Library Research. The data sources used in this study are primary data sources, namely Reality Show The Return of Superman and secondary data sources in the form of books and journals. The data collection technique uses the documentation method from the Reality Show The Return of Superman. The technique used to see the validity of the data uses the technique of increasing persistence in research. This research uses data analysis techniques in the form of content analysis of the Reality Show The Return of Superman. The results obtained show that father's parenting in the Reality Show The Return of Superman father as a leader can develop the behaviour of imitation, empathy, and cooperation. Fathers as providers of needs can develop the behaviour of generosity and empathy. Fathers as educators can develop sympathy, cooperation, and friendly behaviour. As a playmate, they can develop cooperation and selflessness. Fathers as problem solvers can develop competitive behaviour.
Analisis Persepsi Orang Tua pada Pendidikan Anak Usia Dini di TK Negeri 01 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat Zahratul Fitriyani; Agus Jatmiko; Neni Mulya
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1033

Abstract

Sebagian orang tua memahami PAUD sebagai tahap pendidikan dasar yang menentukan kesiapan anak memasuki jenjang sekolah dasar, namun sebagian lainnya masih menganggap PAUD sekadar tempat bermain sehingga keterlibatan mereka dalam kegiatan pendidikan anak belum optimal. Perbedaan persepsi ini berdampak pada dukungan, partisipasi, dan kesadaran orang tua terhadap pentingnya stimulasi yang tepat pada masa usia dini, sehingga perlu dilakukan analisis mendalam untuk mengetahui bagaimana sebenarnya persepsi orang tua di TK Negeri 01 Pagar Dewa terhadap PAUD di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD). Metode penelitian adalah kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokukumetasi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 5 orang tua yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua melihat berbagai perkembangan positif pada anak setelah mengikuti PAUD, seperti meningkatnya kemandirian, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, dan kedisiplinan. Mereka memahami bahwa PAUD bukan hanya tempat bermain, tetapi merupakan fase pendidikan awal yang berperan penting dalam membentuk kesiapan akademik, sosial, emosional, dan moral anak. Orang tua menyekolahkan anak di PAUD untuk mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pendidikan dasar dan membantu proses adaptasi di sekolah. Guru dipersepsikan sebagai figur yang sabar, penyayang, dan berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang bermakna. Mayoritas orang tua juga terlibat aktif dalam kegiatan sekolah, meskipun beberapa menghadapi kendala waktu akibat pekerjaan, namun tetap menjaga komunikasi dengan guru. Penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi orang tua yang sangat positif, dukungan guru, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi faktor utama keberhasilan perkembangan holistik anak di PAUD Pagar Dewa.
Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif dalam Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia 5–6 Tahun di TK Handayani 2 Desa Ujanmas Kecamatan Sungai Are Anika Susanti; Neni Mulya
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1126

Abstract

Kecerdasan interpersonal merupakan aspek fundamental dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan langsung dengan kemampuan berinteraksi, bekerja sama, serta membangun hubungan sosial yang positif dengan lingkungan sekitar. Namun, pada praktik pembelajaran di taman kanak-kanak, banyak anak cenderung belajar secara individual sehingga keterampilan sosial mereka kurang terlatih secara optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan anak dalam berkomunikasi, berbagi, maupun bekerja sama dengan teman sebaya. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mendorong anak untuk lebih aktif dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kolaboratif dapat mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Handayani 2 Desa Ujanmas, Kecamatan Sungai Are. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak usia 5–6 tahun di TK Handayani 2 Desa Ujanmas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru, observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran anak, serta dokumentasi pendukung berupa catatan kegiatan dan foto aktivitas. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai efektivitas penerapan pembelajaran kolaboratif dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kolaboratif efektif dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini. Hal ini tercermin dari meningkatnya kemampuan anak dalam berkomunikasi secara efektif, berbagi peran, menunjukkan empati, menyelesaikan konflik sederhana, serta bekerja sama dengan teman sebaya. Guru berperan penting sebagai fasilitator dengan merancang berbagai aktivitas yang mendorong interaksi sosial anak serta memberikan bimbingan dalam menghadapi permasalahan yang muncul selama proses pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran kolaboratif dapat menjadi strategi yang tepat untuk menumbuhkan kecerdasan interpersonal anak dan membantu mereka beradaptasi serta berpartisipasi positif di lingkungan sosial yang lebih luas.