Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengelompokan Kepedulian Lingkungan Masyarakat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pengaruhnya Terhadap Sanitasi Layak Tahun 2020 Afifatul Ilma Widyatami; Fajar Hari Dwiono; Ineke Kristin Dwi Astuti; Lady Deborah; Viana Mei Reistiani; Rani Nooraeni
Jurnal Statistika dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Statistika dan Aplikasinya
Publisher : Program Studi Statistika FMIPA UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSA.04205

Abstract

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia. Berdasarkan nilai IKLH Nasional tahun 2018 terdapat provinsi-provinsi yang nilai IKLH-nya lebih kecil dari nilai IKLH Nasional, salah satunya adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Untuk megatasi permasalahan kepedulian lingkungan di Provinsi DIY, perlu dikaji bagaimana kondisi permasalahan masing-masing dimensi kepedulian lingkungan di level yang lebih kecil. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan kepedulian lingkungan dengan lebih terfokus pada wilayah-wilayah yang memang membutuhkan perhatian khusus. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan pengelompokan kecamatan di Provinsi DIY berdasar indikator kepedulian lingkungan serta ingin mengetahui keterkaitan indikator kepedulian lingkungan terhadap sanitasi layak. Analisis yang digunakan yaitu analisis inferensia dengan analisis cluster metode ragam minimum serta analisis regresi linier berganda dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 78 kecamatan di DIY, diperoleh 3 cluster kecamatan, yaitu cluster dengan kepedulian lingkungan rendah, sedang, dan tinggi. Masing-masing cluster tersebut mempunyai anggota 33, 34, dan 11 kecamatan. Sedangkan, berdasarkan analisis regresi linier berganda dimensi kepedulian lingkungan yang memiliki kaitan dengan akses sanitasi layak di Provinsi DIY adalah dimensi kepedulian terhadap pengelolaan air dan dimensi kepedulian terhadap penggunaan energi.
Pengelompokan Daerah Rawan Demam Berdarah Dengue di Provinsi DKI Jakarta Afifatul Ilma Widyatami; Dwi Ari Suryawan
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 9, No 1 (2021): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v9i1.241

Abstract

AbstractIndonesia is the country with the highest cases of dengue fever in Southeast Asia, according to The World Health Organization (WHO) from 1968 to 2009. DKI Jakarta with high population density and flood intensity being cautioned for being aware of cases of dengue fever, because it may make growth in dengue mosquitoes spreading. Data show that almost every year DKI Jakarta is in the top 10 provinces with the highest cases of dengue fever. By using the clustering method, it is possible to make groups of data with similar characteristics into specific classes. Data used is secondary data from 2016 which is collected from the website https://data.jakarta.go.id/. The result from clustering can be used to decide which zone needs special treatment based on numbers of dengue fever cases, prone to flood, areas wide, total population, temporary landfills, and green space numbers variables. From the analysis, we can conclude that DKI Jakarta has 19 sub-districts with high risk, 10 sub-districts with medium risk, and 15 sub-districts with low risk.Keyword: dengue fever, cluster analysis, DKI Jakarta AbstrakIndonesia merupakan negara dengan kasus demam berdarah dengue tertinggi di Asia Tenggara sejak tahun 1968 hingga tahun 2009 berdasarkan data World Health Organization (WHO). DKI Jakarta dengan kepadatan penduduknya yang tinggi dan intensitas banjir yang cukup tinggi menjadi perhatian agar dapat waspada terhadap kasus demam berdarah dengue, dikarenakan dapat memicu perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah dengue. Data profil kesehatan Republik Indonesia menunjukan bahwa hampir setiap tahunnya provinsi DKI Jakarta memasuki 10 besar provinsi di Indonesia dengan kasus demam berdarah dengue terbanyak.  Dengan menggunakan metode klaster, dapat dilakukan pengelompokan data dengan karakteristik yang memiliki kemiripan menjadi kelas-kelas tertentu. Data yang digunakan merupakan data sekunder pada tahun 2016 yang dikumpulkan melalui website https://data.jakarta.go.id/. Hasil dari analisis klaster dapat digunakan untuk menentukan daerah mana yang masuk ke dalam kategori yang perlu penanganan khusus berdasarkan variabel jumlah penderita demam berdarah dengue, jumlah rw rawan banjir, luas wilayah, jumlah penduduk, tempat pembuangan sementara dan jumlah ruang terbuka hijau. Dari analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa di DKI Jakarta terdapat kecamatan dengan tingkat kerawanan tinggi sebanyak 19 kecamatan, 10 kecamatan dengan tingkat kerawanan sedang dan 15 kecamatan dengan tingkat kerawanan rendah.Kata Kunci: demam berdarah, analisis klaster, DKI Jakarta
DETERMINAN UNMET NEED PADA WANITA USIA SUBUR MENIKAH DI KAWASAN INDONESIA TIMUR Afifatul Ilma Widyatami; Galuh Sri Natungga; Riska Damayanti; Seli Eria Dewi; Tiodora Hadumaon Siagian
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.417 KB) | DOI: 10.37306/kkb.v6i1.72

Abstract

Jumlah penduduk yang tidak terkontrol merupakan tantangan bagi suatu negara khususnya negara berkembang. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa. Melalui program Keluarga Berencana (KB), pemerintah menginginkan pemerataan dalam menekan laju pertumbuhan penduduk di seluruh Indonesia. Salah satu kendala suksesnya program ini adalah unmet need, yaitu kebutuhan untuk ber-KB yang tidak dapat terpenuhi. Hal tersebut tentu beresiko menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat determinan unmet need pada wanita usia subur menikah menggunakan metode Regresi Logistik Biner. Data yang digunakan bersumber dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 dan memfokuskan penelitian pada kawasan Indonesia timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulau tempat tinggal, umur, jumlah anak, pendidikan suami, dan status bekerja wanita signifikan berpengaruh pada kejadian unmet need.