Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANGAN HUD MOBIL LISTRIK UNILA EVU-01 Meizano Ardhi Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.667 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.87

Abstract

Tampilan head-up display (HUD) adalah fitur yang semakin umum dan berguna di banyak mobil. Banyak implementasi HUD yang memproyeksikan informasi penting bagi pengemudi ke bagian depan. Karakteristik yang menentukan dari HUD mobil adalah dapat dipantau secara bersamaan dengan jalan raya. HUD mobil memproyeksikan gambar virtual di bagian depan pengemudi. Head Up Display dikembangkan sangat beragam dari satu mobil ke mobil lainnya. Sehingga, harus ada pendekatan khusus dalam merancang Head Up Display Mobil Listrik Unila EVU-01. Rancangan harus dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna Mobil Listrik Unila EVU-01. Penelitian Head Up Display Mobil Listrik Unila EVU-01 bertujuan untuk menghasilkan sebuah komponen untuk menampilkan informasi yang berguna bagi pengemudi mobil. Berdasarkan hasil studi speedometer dan HUD yang digunakan di berbagai mobil dan mempertimbangkan keterbatasan yang dimiliki oleh mobil listrik, seperti ketiadaan pemindai LIDAR sehingga belum memiliki spatial awareness, lampu sign/indikator belok, dan peredaman suara, fokus penyajian informasi adalah terhadap kecepatan/batas kecepatan, status baterai, posisi gigi, status lampu depan, waktu saat ini, dan status perjalanan. Tingkat interaksi harus ditekan seminimal mungkin terhadap sistem untuk menghindari hilangnya fokus pengemudi, penyajian informasi sifatnya statis dimana tidak ada interaksi khusus yang perlu dilakukan. Tampilan yang dihasilkan memiliki enam komponen yang disusun berdasarkan tingkat atensi. HUD Mobil listrik berhasil dirancang dan menampilkan 6 jenis informasi yaitu Speedometer, Indikator Baterai, Clock, Gear display, lamp indicator, dan Status perjalanan. Penggunaan warna sebagai indikator memberikan petunjuk visual terkait dengan kecepatan dengan ketentuan Putih untuk kecepatan sampai dengan 20 km/h, kuning untuk kecepatan 20 s.d. 40 km.h, dan 60 km/h ke atas menggunakan warna merah.
Virtual Reality untuk Museum Lampung Wahyu Eko Sulistiono; Meizano Ardhi Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.267 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.88

Abstract

Museum Lampung merupakan kurator dan pemelihara budaya Lampung serta memiliki tanggung jawab yang besar agar budaya Lampung ini dapat diwariskan secara utuh oleh generasi muda. Sosialisasi sejarah Lampung dengan menggunakan Virtual Reality membuka banyak peluang. Museum Lampung merupakan salah satu sumber pengetahuan masyarakat ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah Lampung. Virtual Reality menempatkan pengguna di dalam dunia virtual untuk menciptakan pengalaman baru di lingkungan digital di mana objek digital dapat berinteraksi secara real-time. Virtual reality memungkinkan informasi digital untuk memperkaya eksistensi yang dalam hal ini digunakan untuk menyebarkan informasi tentang budaya Lampung. Penyebaran informasi melalui virtual reality, sebagai bentuk pemanfaatan teknologi hijau, juga mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dengan berwisata ke Museum Lampung. Selain itu, pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung berdampak besar terhadap kinerja Museum Lampung dalam mensosialisasikan sejarah Lampung. Metode yang digunakan untuk mengembangkan Museum Virtual Reality Lampung terdiri dari tujuh tahap yaitu Perumusan Masalah, Penentuan Motivasi, Pengembangan Ide, Perancangan, Pembuatan Prototipe, Pengujian, Pengembangan Lanjutan, dan Implementasi/Rilis. Aplikasi Virtual Reality Museum Lampung menyediakan fitur Virtual Tour. Ketersediaan Museum Virtual Reality Lampung, yang merupakan bagian dari penelitian besar tentang teknologi hijau di Universitas Lampung, memungkinkan penyebaran sejarah Lampung secara progresif.