Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Konseling Behavioral Terapi terhadap Budaya Indonesia Timur Bayu Kurniawan; Rahayu Rahayu; Rizka Rahmah Gita; Zhafa Livia Syahrani; Zefania Anugrah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.353 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7126

Abstract

Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar, Indonesia merupakan negara kepulauan yang mencakup lebih dari 17.000 pulau yang dihuni oleh sekitar 255 juta penduduk, sebuah angka yang membuat Indonesia menjadi negara di urutan keempat dalam hal negara dengan jumlah populasi yang terbesar di dunia. Angka ini juga mengimplikasikan bahwa banyak keanekaragaman budaya, etnis, agama maupun linguistik yang dapat ditemukan di dalam negara ini. Semua keragaman tersebut tumbuh di dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang akhirnya membentuk masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang plural. Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai budaya, karena adanya kegiatan dan pranata khusus. CBT membantu klien melihat bagaimana mereka menginterpretasi dan mengevaluasi apa yang terjadi saat ini di sekitar mereka dan dampak dari persepsinya tersebut pada pengalaman emosional Dalam literature review ini di sintesis menggunakan metide naratif dengan mengelompokkan data-data hasil ekstraksi yang sejenis sesuai dengan hasil yang diukur untuk menjawab tujuan, Membahas strategi dalam mencari jurnal yang digunakan dalam literature review, Jurnal yang digunakan dalam literature review didapatkan melalui database penyedia jurnal international melalui google scholar. Penulis membuka website www.google scholar .com. Peneliti menuliskan kata kunci yaitu “konseling”, “behavioral”, “budaya”, “indonesia timur” dan dipilih full text. Dengan memanfaatkan aplikasi pihak ke tiga yaitu: Mendeley dekstop dan Phublish or persis. Konseling behavioristik adalah bentuk adaptasi dari aliran psikologi behavioristik, yang menekankan perhatiannya pada prilaku yang nampak.
Evaluation of the Impact of PSAK 71 Implementation on the Financial Performance of Regional Development Banks: A Comparative Study Before and After the Adoption of the Standard Rahayu Rahayu; Netty Herawaty; Lutfi Lutfi; Albetris Albetris; Musthafa Luthfi
Greenation International Journal of Economics and Accounting Vol. 4 No. 1 (2026): Greenation International Journal of Economics and Accounting (March - April 202
Publisher : Greenation Research & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/gijea.v4i1.782

Abstract

The study uses data from 24 Regional Development Banks (BPD) over a six-year period (2018–2023), consisting of two years before and four years after the implementation of PSAK 71. The ratios examined include Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Loan (NPL), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Operating Expenses to Operating Income (BOPO), and Loan to Deposit Ratio (LDR). The analysis results indicate that there are significant differences in the ROA and BOPO variables after the implementation of PSAK 71, while the other variables do not show significant changes. These findings suggest that the new accounting standard has a selective impact on indicators of bank financial performance. This study provides empirical contributions for regulators, public accountants, and banking management in understanding the implications of new accounting policies on the stability and efficiency of the banking sector.
Pengaruh Religiosity Terhadap Anticorruption Propensity Dengan Ethics Education dan Organizational Culture Sebagai Variabel Mediasi pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Jambi Desiana Rahmawati; Wirmie Eka Putra; Rahayu Rahayu
Dinasti Accounting Review Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Accounting Review (July - August 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dar.v4i1.3711

Abstract

Korupsi masih menjadi hambatan utama pembangunan sosial dan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, dan mahasiswa akuntansi, sebagai calon profesional keuangan, berada pada posisi strategis dalam pencegahannya. Meskipun religiusitas secara teoritis diyakini memperkuat perilaku etis, temuan empiris mengenai hubungannya dengan sikap antikorupsi masih kontradiktif, dan peran mediasi ganda pendidikan etika serta budaya organisasi secara bersamaan belum banyak diuji dalam satu model, khususnya pada konteks perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menguji pengaruh religiusitas terhadap kecenderungan antikorupsi, dengan pendidikan etika dan budaya organisasi sebagai variabel mediasi, pada mahasiswa akuntansi Universitas Jambi. Metode survei kuantitatif diterapkan pada 145 responden angkatan 2022 yang dipilih melalui total sampling, dan data dianalisis menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan antikorupsi maupun pendidikan etika, dan pendidikan etika berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan antikorupsi maupun budaya organisasi, sedangkan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan antikorupsi, serta baik mediasi tunggal maupun mediasi serial melalui pendidikan etika dan budaya organisasi tidak terbukti secara statistik. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa religiusitas membentuk kecenderungan antikorupsi secara langsung tanpa memerlukan mediasi, berbeda dari model mediasi penuh yang dilaporkan pada konteks budaya lain.