Yoga Putra Semadi
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Stilistika

KUALITAS KALIMAT BERDASARKAN FUNGSI PADA KARANGAN NARASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 SINGARAJA Yoga Putra Semadi
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 8 No. 1 (2019): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.652 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kualitas kalimat berdasarkan fungsi pada karangan narasi siswa kelas X di SMA Negeri 3 Singaraja dan (2) kualitas karangan narasi siswa kelas X di SMA Negeri 3 Singaraja ditinjau dari kalimat berdasarkan fungsinya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X6 dan X7 SMA Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah kualitas kalimat berdasarkan fungsinya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, dalam hal ini siswa diberikan tugas untuk membuat sebuah karangan narasi dengan topik bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas kalimat berdasarkan fungsi pada karangan narasi siswa berada dalam kategori baik sekali, yaitu sebesar 89,64. Begitu pula dengan (2) kualitas karangan narasi dilihat dari kalimat berdasarkan fungsinya berada dalam kategori baik, yaitu sebesar 83,08. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu membuat kalimat sesuai dengan syarat minimal, yaitu subjek dan predikat. Kualitas secara umum karangan narasi siswa tergolong baik. Untuk itu, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia agar mempertahankan bahkan ditingkatkan lagi cara mengajar terkait dengan pembelajaran mengenai tata bahasa, khususnya kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kualitas kalimat berdasarkan fungsi pada karangan narasi siswa kelas X di SMA Negeri 3 Singaraja dan (2) kualitas karangan narasi siswa kelas X di SMA Negeri 3 Singaraja ditinjau dari kalimat berdasarkan fungsinya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X6 dan X7 SMA Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah kualitas kalimat berdasarkan fungsinya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, dalam hal ini siswa diberikan tugas untuk membuat sebuah karangan narasi dengan topik bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas kalimat berdasarkan fungsi pada karangan narasi siswa berada dalam kategori baik sekali, yaitu sebesar 89,64. Begitu pula dengan (2) kualitas karangan narasi dilihat dari kalimat berdasarkan fungsinya berada dalam kategori baik, yaitu sebesar 83,08. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu membuat kalimat sesuai dengan syarat minimal, yaitu subjek dan predikat. Kualitas secara umum karangan narasi siswa tergolong baik. Untuk itu, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia agar mempertahankan bahkan ditingkatkan lagi cara mengajar terkait dengan pembelajaran mengenai tata bahasa, khususnya kalimat. This study aims to describe (1) the quality of sentences based on functions in the narrative essays of class X students in SMA Negeri 3 Singaraja and (2) the quality of narrative essays in class X students at SMA Negeri 3 Singaraja in terms of sentences based on their functions. The subjects in this study were students of class X6 and X7 of SMA Negeri 3 Singaraja. The object of this research is sentence quality based on its function. Data collection method used is a test method, in this case students are given the task to make a narrative essay with a free topic. The results showed that (1) sentence quality based on function in students' narrative essays was in the excellent category, which was 89.64. Similarly, (2) the quality of narrative essay seen from the sentence based on its function is in the good category, which is 83.08. The results showed that students were able to make sentences according to the minimum requirements, namely subject and predicate. The general quality of students' narrative essays is relatively good. For this reason, it is recommended that Indonesian teachers maintain and even improve teaching methods related to learning about grammar, especially sentences.
STRATEGI GURU MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA Yoga Putra Semadi
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 8 No. 2 (2020): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.678 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) strategi guru menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran apresiasi sastra dan (2) kendala yang dihadapi oleh guru menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran apresiasi sastra di kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) strategi pembelajaran yang digunakan berpusat pada guru dan berpusat pada siswa. Ada delapan nilai yang dominan muncul, yaitu nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, tanggung jawab, inovatif. (2) guru mengalami kendala mengaitkan komponen di RPP sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, serta perhatian siswa yang belum terfokus dalam proses pembelajaran. Disarankan kepada guru agar lebih meningkatkan pemahamannya terhadap strategi pembelajaran maupun materi pelajaran kelas menjadi lebih kondusif. This study aims to describe (1) the teacher's strategy to instill the values ​​of character education in learning literary appreciation and (2) the obstacles faced by the teacher to instill the values ​​of character education in the learning of literary appreciation in class VIII of SMP Negeri 2 Singaraja. Data collection methods used are the method of observation, documentation, and interviews. The results showed (1) the learning strategies used were teacher-centered and student-centered. There are eight dominant values ​​that emerge, namely religious values, honesty, tolerance, discipline, hard work, creative, responsibility, innovative. (2) the teacher experiences obstacles connecting components in the lesson plan according to the situation and condition of the students, as well as the attention of students who have not been focused in the learning process. It is recommended to teachers to further enhance their understanding of learning strategies and class subject matter to be more conducive.