Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan pemahaman standar penilaian tenaga pendidik pada madrasah Ana Syifaunajah; Fajar Meihadi
Jurnal al-Thullab Vol 4, No 2 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v4i2.4448

Abstract

Pencapaian Standar Nasional Pendidikan bagi madrasah merupakan salah satu keberhasilan dan mutu pendidikannya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil pemahaman dan pencapaian Standar Nasional Pendidikan di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrument berupa pedoman wawancara tentang standar nasional pendidikan sumber data diperoleh dari kepala sekolah dan 3 (tiga) orang guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi pemahaman tentang standar penilaian. Selain itu, terdapat pemahaman yang berbeda tentang standar penilaian antara kepala sekolah dan guru. Sehingga hasil penelitian ini berimplikasi terhadap pentingnya sosialisasi komponen-komponen standar evaluasi kepada seluruh pendidik di suatu sekolah/madrasah.
Ketimpangan Otonomi Fiskal dalam Pembiayaan Sekolah dan Madrasah: Kritik Terhadap Desain Desentralisasi Pendidikan Fajar Meihadi; Utang Rosidin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6136

Abstract

Desentralisasi fiskal dalam pendidikan di Indonesia secara normatif diarahkan untuk mewujudkan pemerataan dan otonomi daerah, namun implementasinya justru melanggengkan ketimpangan sistemik. Penelitian ini bertujuan mengkritisi desain desentralisasi pendidikan dengan fokus pada ketimpangan vertikal (antara pusat dan daerah), ketimpangan horizontal (antar daerah), dan institusional (sekolah negeri dengan swasta dan madrasah). Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip money follows function tidak berjalan, terjadi distorsi alokasi anggaran seperti pendanaan sekolah kedinasan yang melebihi anggaran teknis pendidikan, serta ketimpangan kapasitas fiskal daerah menghasilkan disparitas layanan. Sekolah swasta dan madrasah terpinggirkan dalam skema pembiayaan, dan putusan Mahkamah Konstitusi berpotensi menjadi kebijakan simbolik tanpa dukungan fiskal. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa desain desentralisasi fiskal gagal mewujudkan keadilan distributif. Saran yang diajukan mencakup realokasi anggaran, penguatan conditional grant, serta skema subsidi langsung berbasis peserta didik untuk sekolah swasta dan madrasah.