Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Direction of Police Community Policy In The Prevention of Traffic Accidents In Polda Metro Jaya Rudi Antariksawan; Muhammad Mustofa
Jurnal Cita Hukum Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v8i1.13762

Abstract

AbstractThere are three core functions of the police, law enforcement, order maintenance, and services to the community or public services. One part of the law enforcement function is preventing and overcoming traffic violations. Traffic accidents have a large and detrimental impact, and this is one of many indicators of the success of the police. Traffic accidents are often caused by drivers who do not obey the rules, so they endanger themselves or others. In addition to violations by drivers, other things that become the factor occurrence of traffic accidents are road quality, human error, and vehicle worthiness. The purpose of this study was to determine the direction of community policing policies in dealing with traffic violations, and efforts to develop community policing models by paying attention to public participation and the role of the police in preventing traffic violations. The results obtained show that significant factors that caused the occurrence of high accidents per population were factors related to drivers or human factors, where the dominant violation was a violation of the speed limit. By knowing that the main factor of accidents is the human element, the policies taken to overcome this are policies related to humans, namely community policing.Keywords: Police Community, Traffic Violations, Traffic Accidents  AbstrakAda tiga fungsi inti polisi; penegakan hukum, pemeliharaan pesanan, dan layanan kepada komunitas atau layanan publik. Salah satu bagian dari fungsi penegakan hukum adalah mencegah dan mengatasi pelanggaran lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas memiliki dampak yang besar dan merugikan, dan ini adalah salah satu dari banyak indikator keberhasilan polisi. Kecelakaan lalu lintas sering disebabkan oleh pengemudi yang tidak mematuhi aturan, sehingga membahayakan diri mereka sendiri atau orang lain. Selain pelanggaran oleh pengemudi, hal lain yang menjadi faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah kualitas jalan, kesalahan manusia, dan kelayakan kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan arah kebijakan pemolisian masyarakat dalam menangani pelanggaran lalu lintas, dan upaya untuk mengembangkan model pemolisian masyarakat dengan memperhatikan partisipasi publik dan peran polisi dalam mencegah pelanggaran lalu lintas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor signifikan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tinggi per populasi adalah faktor yang berhubungan dengan faktor pendorong atau manusia, dimana pelanggaran dominan adalah pelanggaran batas kecepatan. Dengan mengetahui bahwa faktor utama kecelakaan adalah unsur manusia, kebijakan yang diambil untuk mengatasinya adalah kebijakan yang terkait dengan manusia, yaitu pemolisian masyarakat.Kata kunci: Komunitas Polisi, Pelanggaran Lalu Lintas, Kecelakaan Lalu Lintas АннотацияСуществуют три основные функции полиции: правоохранительные органы, сохранение порядка и обслуживание населения или общественных служб. Одна из функций правоохранительных органов - это предотвращение и преодоление нарушений правил дорожного движения. Дорожные происшествия оказывают большое и пагубное влияние и являются одним из многих показателей успеха работы полиции. Дорожные происшествия часто вызваны водителями, которые не подчиняются правилам, поэтому они подвергают опасности себя или других. Помимо нарушений со стороны водителей, другим факторами, которые становятся причинами дорожных происшествий, являются качество дороги, человеческая ошибка и качество автомобиля. Цель этого исследования состояла в том, чтобы определить направление политики Совместной Охраны Порядка (Community Policing) в борьбе с нарушениями правил дорожного движения и усилия по разработке моделей Совместной Охраны Порядка, уделяя внимание участию общественности и роли полиции в предотвращении нарушений правил дорожного движения. Полученные результаты показывают, что значительными факторами, которые стали причиной большого количества аварий на одного человека, были факторы, связанные с водителями или человеческими факторами, где доминирующим нарушением было нарушение ограничения скорости. Так как основным фактором является человеческий, меры, предпринимаемые для его преодоления, являются мерами, связанными с людьми, а именно с Совместной Охраной Порядка.Ключевые слова: Полицейское сообщество, Нарушение правил дорожного движения, Дорожные происшествия  
Prevention Model of Disguised Crime in Indonesian Banking Facing the Deviation Actions of The Credit Use/Side Streaming by Debtor; Theoretical Review On Risk Management Of Default Due To Side Streaming Mas Ahmad Yani; Muhammad Mustofa
Jurnal Cita Hukum Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v7i2.12115

Abstract

AbstractThe purpose of this paper is to explore and conduct systematical research through reading materials (researching by reading) on the possibility of prevention steps to prevent or reduce the Deviation Actions of the Credit Use (Side Streaming) by Debtor in the Problem of Banking Credit Facilities Utilization in Indonesia.  This paper is constructed by referring to one step of researching conducted by Ian Crow and Natasha Semmens in “Researching Criminology” (2006). It is stated that in researching by reading there are three approaches, they are (1) process of literature review; (2) process of reading and utilizing other people research findings; and (3) process of data analysis which is not used in researches, for example data taken from a writing in a newspaper or other mass media called content analysis. This research concludes that although the mode has been regulated in Law of Crime, the actions of side streaming have not been set up in banking crime actions in Indonesia. For the time being, side streaming occurs due to the availability of chances or opportunities and the possibility of using it to hide fraudulent misrepresentation actions.Keyword: Prevention, Side streaming, Criminal Banking AbstrakTujuan dari makalah ini adalah untuk mengeksplorasi dan melakukan penelitian sistematis melalui bahan bacaan tentang kemungkinan langkah-langkah pencegahan atau mengurangi tindakan penyimpangan Penggunaan Kredit (Side Streaming) oleh Debitur dalam Masalah pemanfaatan fasilitas kredit Perbankan di Indonesia. Makalah ini dibangun dengan mengacu pada satu langkah penelitian yang dilakukan oleh Ian Crow dan Natasha Semmens dalam "Researching Criminology" (2006). Dinyatakan bahwa dalam meneliti dengan membaca ada tiga pendekatan, yaitu (1) proses tinjauan literatur; (2) proses membaca dan memanfaatkan temuan penelitian orang lain; dan (3) proses analisis data yang tidak digunakan dalam penelitian, misalnya data yang diambil dari tulisan di koran atau media massa lainnya yang disebut analisis konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun modus kejahatan ini telah diatur dalam Hukum Pidana, namum tindakan side streaming belum diatur dalam tindakan kejahatan perbankan di Indonesia. Untuk saat ini, Side Streaming terjadi karena ketersediaan peluang dan kemungkinan menggunakannya untuk menyembunyikan tindakan keliru penipuan.Kata kunci: Pencegahan, Penyimpangan Penggunaan Kredit, Kejahatan Perbankan АннотацияЦелью данной статьи является изучение и проведение систематических исследований путем чтения печатного материала о возможности превентивных мер или сокращения девиантности по использованию кредита дебиторами в проблемах использования банковских кредитных средств в Индонезии. Эта статья была подготовлена в рамках одноэтапного исследования, проведенного Яном Кроу и Наташей Семменс в «Researching Criminology» (2006). Утверждается, что при исследовании посредством чтения существует три подхода, а именно: 1) процесс обзора литературы; 2) процесс чтения и использования результатов исследований других людей; и 3) процесс анализа данных, которые не используются в исследованиях, например, данных, взятых из записей в газетах или других средствах массовой информации, называемых контент-анализом. В результате этого исследования мы пришли к выводу, что, хотя этот способ преступления регулируется в Уголовном законе, однако side streaming не регулируется законом о банковских преступлениях в Индонезии. На данный момент side streaming происходит из-за наличия возможности использовать его для сокрытия мошеннических действий.Ключевые слова: предотвращение, девиантность по использованию кредита, банковские преступления
KRIMINOLOGI BUDAYA UNTUK KESEJAHTERAAN INDONESIA Muhammad Mustofa
Jurnal Hukum Pidana dan Kriminologi Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Mahupiki Oktober 2020
Publisher : Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.619 KB) | DOI: 10.51370/jhpk.v1i1.3

Abstract

Suatu ilmu pengetahuan harus memberi manfaat tempat ilmu pengetahuan tersebut digali.Dalam konteks ini, kriminologi yang dipelajari dari masyarakat Indonesia harusmemberikan manfaat terhadap masyarakat Indonesia. Artikel ini merupakan tesis tentangkriminologi budaya yang bermanfaat bagi pengendalian kejahatan dan perwujudankesejahteraan sosial bagi masyarakat Indonesia. Kriminologi budaya Indonesiamelandaskan diri pada konsep structural coupling, yaitu struktur penyesuaian diri atauadaptasi dan toleransi antar etnis dan golongan di Indonesia. Sementara kesejahteraansosial adalah tujuan yang harus diwujudkan dalam setiap program pembangunan.
Membaca Statistik Kriminal di Era Informasi: Cara Memaknai yang Salah Theodorus Frederik Nico Agusta; Muhammad Mustofa
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/djk.v4i2.2207

Abstract

Membaca statistik kejahatan bukan merupakan suatu hal yang mudah - tidak hanya harus berpikiran terbuka mengenai kredibilitas, validitas dan reliabilitas data yang terkandung di dalamnya, tetapi juga sebaiknya dapat membebaskan diri dari motivasi politis di balik penggunaan dan interpretasi data tersebut. Studi kasus akan kasus-kasus mancanegara di Amerika Serikat dilakukan untuk memberi gambaran atas beberapa kasus di mana statistik dan data kejahatan digunakan sebagai instrumen politik, sedangkan content analysis dilakukan untuk mendirikan hubungan antara data tindak kejahatan yang dikumpulkan pihak kepolisian dengan informasi hasil survei korban kejahatan. Meskipun reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia telah diprakarsai pada tahun 2002, beserta penggunaan survey korban secara nasional pada beberapa tahun terakhir, hasil pencatatan data tindak kejahatan masih harus diawasi dan diamati dengan seksama sebagai konsekuensi dari ketidakkonsistenan yang tidak hanya ditemukan pada data internal pihak kepolisian sendiri, tetapi juga pada perbandingan silang dengan hasil survey korban kejahatan. Dengan mengingat ketidaksempurnaan statistika kriminal beserta bahaya dari pemanfaatan data statistik sebagai alat politik, diharapkan supaya penyajian dan pemaknaan statistik kejahatan dapat bersifat lebih objektif dan mencerminkan kenyataan sosial yang sesungguhnya.
Persekongkolan Jahat Birokrat – Korporat Dalam Penyelundupan Benih Lobster Widharma Jaya Sentosa; Muhammad Mustofa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.427 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6679

Abstract

Korupsi ekspor benih lobster yang melibatkan Menteri dan Pengusaha merupakan bentuk “state capture corruption”. Kejahatan tersebut terjadi karena adanya persekongkolan jahat antara birokrat - korporat dengan membuat regulasi yang “melegalkan” penyelundupan benih lobster. Pendekatan penelitian kualitatif ini digunakan untuk memahami fenomena dari perspektif kejahatan kerah putih. Pada periode 2019 – 2020, sejak diterbitkannya Permen KP No. 12 tahun 2020, terjadi konspirasi peran antara birokrat dan korporasi melalui staf khusus Menteri dan cargo agent dengan memanfaatkan nominee masing-masing pihak sebagai pemegang saham dalam PT. Aero Citra Kargo sebagai bentuk state capture corruption. Modus cost enhancing corruption diterapkan terhadap biaya pengiriman benih lobster oleh PT Aero Citra Kargo sementara perusahaan tidak memiliki gudang dan armada angkut, namun dapat bertindak sebagai koordinator eksportir lobster dengan dukungan PT. Perishable Logistic Indonesia sebagai satu-satunya cargo shipping untuk melakukan pengiriman benih lobster ke luar wilayah Indonesia.
Prevention Model of Disguised Crime in Indonesian Banking Facing the Deviation Actions of The Credit Use/Side Streaming by Debtor; Theoretical Review On Risk Management Of Default Due To Side Streaming Mas Ahmad Yani; Muhammad Mustofa
Jurnal Cita Hukum Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v7i2.12115

Abstract

AbstractThe purpose of this paper is to explore and conduct systematical research through reading materials (researching by reading) on the possibility of prevention steps to prevent or reduce the Deviation Actions of the Credit Use (Side Streaming) by Debtor in the Problem of Banking Credit Facilities Utilization in Indonesia.  This paper is constructed by referring to one step of researching conducted by Ian Crow and Natasha Semmens in “Researching Criminology” (2006). It is stated that in researching by reading there are three approaches, they are (1) process of literature review; (2) process of reading and utilizing other people research findings; and (3) process of data analysis which is not used in researches, for example data taken from a writing in a newspaper or other mass media called content analysis. This research concludes that although the mode has been regulated in Law of Crime, the actions of side streaming have not been set up in banking crime actions in Indonesia. For the time being, side streaming occurs due to the availability of chances or opportunities and the possibility of using it to hide fraudulent misrepresentation actions.Keyword: Prevention, Side streaming, Criminal Banking AbstrakTujuan dari makalah ini adalah untuk mengeksplorasi dan melakukan penelitian sistematis melalui bahan bacaan tentang kemungkinan langkah-langkah pencegahan atau mengurangi tindakan penyimpangan Penggunaan Kredit (Side Streaming) oleh Debitur dalam Masalah pemanfaatan fasilitas kredit Perbankan di Indonesia. Makalah ini dibangun dengan mengacu pada satu langkah penelitian yang dilakukan oleh Ian Crow dan Natasha Semmens dalam "Researching Criminology" (2006). Dinyatakan bahwa dalam meneliti dengan membaca ada tiga pendekatan, yaitu (1) proses tinjauan literatur; (2) proses membaca dan memanfaatkan temuan penelitian orang lain; dan (3) proses analisis data yang tidak digunakan dalam penelitian, misalnya data yang diambil dari tulisan di koran atau media massa lainnya yang disebut analisis konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun modus kejahatan ini telah diatur dalam Hukum Pidana, namum tindakan side streaming belum diatur dalam tindakan kejahatan perbankan di Indonesia. Untuk saat ini, Side Streaming terjadi karena ketersediaan peluang dan kemungkinan menggunakannya untuk menyembunyikan tindakan keliru penipuan.Kata kunci: Pencegahan, Penyimpangan Penggunaan Kredit, Kejahatan Perbankan АннотацияЦелью данной статьи является изучение и проведение систематических исследований путем чтения печатного материала о возможности превентивных мер или сокращения девиантности по использованию кредита дебиторами в проблемах использования банковских кредитных средств в Индонезии. Эта статья была подготовлена в рамках одноэтапного исследования, проведенного Яном Кроу и Наташей Семменс в «Researching Criminology» (2006). Утверждается, что при исследовании посредством чтения существует три подхода, а именно: 1) процесс обзора литературы; 2) процесс чтения и использования результатов исследований других людей; и 3) процесс анализа данных, которые не используются в исследованиях, например, данных, взятых из записей в газетах или других средствах массовой информации, называемых контент-анализом. В результате этого исследования мы пришли к выводу, что, хотя этот способ преступления регулируется в Уголовном законе, однако side streaming не регулируется законом о банковских преступлениях в Индонезии. На данный момент side streaming происходит из-за наличия возможности использовать его для сокрытия мошеннических действий.Ключевые слова: предотвращение, девиантность по использованию кредита, банковские преступления
The Direction of Police Community Policy In The Prevention of Traffic Accidents In Polda Metro Jaya Rudi Antariksawan; Muhammad Mustofa
Jurnal Cita Hukum Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v8i1.13762

Abstract

AbstractThere are three core functions of the police, law enforcement, order maintenance, and services to the community or public services. One part of the law enforcement function is preventing and overcoming traffic violations. Traffic accidents have a large and detrimental impact, and this is one of many indicators of the success of the police. Traffic accidents are often caused by drivers who do not obey the rules, so they endanger themselves or others. In addition to violations by drivers, other things that become the factor occurrence of traffic accidents are road quality, human error, and vehicle worthiness. The purpose of this study was to determine the direction of community policing policies in dealing with traffic violations, and efforts to develop community policing models by paying attention to public participation and the role of the police in preventing traffic violations. The results obtained show that significant factors that caused the occurrence of high accidents per population were factors related to drivers or human factors, where the dominant violation was a violation of the speed limit. By knowing that the main factor of accidents is the human element, the policies taken to overcome this are policies related to humans, namely community policing.Keywords: Police Community, Traffic Violations, Traffic Accidents  AbstrakAda tiga fungsi inti polisi; penegakan hukum, pemeliharaan pesanan, dan layanan kepada komunitas atau layanan publik. Salah satu bagian dari fungsi penegakan hukum adalah mencegah dan mengatasi pelanggaran lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas memiliki dampak yang besar dan merugikan, dan ini adalah salah satu dari banyak indikator keberhasilan polisi. Kecelakaan lalu lintas sering disebabkan oleh pengemudi yang tidak mematuhi aturan, sehingga membahayakan diri mereka sendiri atau orang lain. Selain pelanggaran oleh pengemudi, hal lain yang menjadi faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah kualitas jalan, kesalahan manusia, dan kelayakan kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan arah kebijakan pemolisian masyarakat dalam menangani pelanggaran lalu lintas, dan upaya untuk mengembangkan model pemolisian masyarakat dengan memperhatikan partisipasi publik dan peran polisi dalam mencegah pelanggaran lalu lintas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor signifikan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tinggi per populasi adalah faktor yang berhubungan dengan faktor pendorong atau manusia, dimana pelanggaran dominan adalah pelanggaran batas kecepatan. Dengan mengetahui bahwa faktor utama kecelakaan adalah unsur manusia, kebijakan yang diambil untuk mengatasinya adalah kebijakan yang terkait dengan manusia, yaitu pemolisian masyarakat.Kata kunci: Komunitas Polisi, Pelanggaran Lalu Lintas, Kecelakaan Lalu Lintas АннотацияСуществуют три основные функции полиции: правоохранительные органы, сохранение порядка и обслуживание населения или общественных служб. Одна из функций правоохранительных органов - это предотвращение и преодоление нарушений правил дорожного движения. Дорожные происшествия оказывают большое и пагубное влияние и являются одним из многих показателей успеха работы полиции. Дорожные происшествия часто вызваны водителями, которые не подчиняются правилам, поэтому они подвергают опасности себя или других. Помимо нарушений со стороны водителей, другим факторами, которые становятся причинами дорожных происшествий, являются качество дороги, человеческая ошибка и качество автомобиля. Цель этого исследования состояла в том, чтобы определить направление политики Совместной Охраны Порядка (Community Policing) в борьбе с нарушениями правил дорожного движения и усилия по разработке моделей Совместной Охраны Порядка, уделяя внимание участию общественности и роли полиции в предотвращении нарушений правил дорожного движения. Полученные результаты показывают, что значительными факторами, которые стали причиной большого количества аварий на одного человека, были факторы, связанные с водителями или человеческими факторами, где доминирующим нарушением было нарушение ограничения скорости. Так как основным фактором является человеческий, меры, предпринимаемые для его преодоления, являются мерами, связанными с людьми, а именно с Совместной Охраной Порядка.Ключевые слова: Полицейское сообщество, Нарушение правил дорожного движения, Дорожные происшествия  
Legal Protection For Children Born as A Result of Rape Victimization Erma Hari Alijana; Muhammad Mustofa; Fauzie Yusuf Hasibuan
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 3 No. 6 (2025): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v3i6.523

Abstract

This study aims to analyze the legal protections for children born as a result of rape in Indonesia, focusing on the gaps in the current legal system and the challenges these children face in accessing their rights. The research uses a normative juridical method combined with qualitative analysis to examine existing laws and regulations related to child protection, with a particular focus on the legal status of children born from rape. The findings reveal that while Indonesia has child protection laws in place, there are significant gaps in the application of these laws for children born as a result of rape, leaving them vulnerable to discrimination and a lack of legal clarity regarding their rights. The study concludes that there is an urgent need for legal reforms to ensure that these children are provided with the same legal protections and rights as other children, including access to healthcare, education, and protection from further harm. It is essential to strengthen legal frameworks and ensure consistent application of child protection laws to guarantee the rights and welfare of all children, regardless of their birth circumstances.