Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PEMATAHAN DORMANSI DENGAN METODE SKARIFIKASI DAN PERENDAMAN PADA BERBAGAI LAMA PENYIMPANAN BIJI ROTAN (Daemonorops didymophylla Becc) Darmadi Erwin Harahap; Syawaluddin Syawaluddin; Mukhlis Mukhlis; Amir Mahmud; Evi Apriani Siregar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5519

Abstract

Percobaan  ini dilakukan untuk melihat pengaruh skarifikasi dan perendaman pada berbagai lama penyimpanan terhadap pematahan dormansi biji rotan.Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan3 ulangan. Perlakuan I, Buah rotan dalam penyimpanan: B1 (penyimpanan selama 4 minggu), B2 (penyimpanan selama 3 minggu), B3 (penyimpanan selama 2 minggu), B4 (penyimpanan selama 1 minggu) dan Perlakuan II,Perlakuan pematahan dormansi biji rotan : F1 (skarifikasi/mengamplas biji 3x), F2 (perendaman dengan air panas 70ºC selama 65 menit). Untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan, data hasil penelitian diolah dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’t pada α = 0,01 (1 %).Perlakuan lama penyimpanan  biji setelah panen memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua parameter pengamatan, yaitu Umur kecambah (hari), panjang plumula (mm), panjang radikula (mm) dan persentase kecambah (%). Sedangkan perlakuan skarifikasi dan perendaman serta interaksinya tidak berbeda nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada B4D1 yaitu lama penyimpanan 1 minggu setelah panen dan skarifikasi dengan amplas 3X. Sedangkan perlakuan yang terjelek terdapat pada perlakuan B1F2 yaitu perlakuan penyimpanan selama 4 minggu dan  perendaman dalam air panas dengan suhu 700C selama   65 menit.
INTERAKSI HORMON AUKSIN DENGAN INTERVAL WAKTU PERENDAMAN PADA BIJI BALAKKA (Phyllanthus Emblica) Eka Nurwani Ritonga; Mukhlis Mukhlis; Suryanto Suryanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.10901

Abstract

Balakka merupakan jenis buah-buahan asli Indonesia yang tumbuh liar dikebun dan dihutan (Sunarti, 2011). Habitusnya pohon dan statusnya dihutan (LIPI.2007). pohon in banyak tumbuh di Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Maluku dan Nusa Tenggara (Uji 2006)Pada proses budidaya hal yang pertama di lakukan adalah melakukan pembibitan. Salah satu permasalahan dalam pembibitan adalah usaha tanaman untuk mempercepat terbentuknya akar. Usaha yang dapat dilakukan untuk membantu proses terbentuknya akar dapat dilakukan dengan cara pemberian hormone. Auksin merupakan salah satu hormone yang berfungsi untuk mempercepat terbentuk akar tanaman. Auksin dapat maningkatkan pertumbuhan akar tanaman sehingga dapat meningkatkan proses penyerapan unsur hara ke dalam sel tanaman (Suprapto, 2004)Hormone auksin sangat berperan dalam proses pemanjangan sel dan auksin terdapat di meristem ujung akar dan batang tumbuhan. Proses pertumbuhan tanaman dapat berhasil dengan baik jika pemberian hormon ini sesuai dengan respon tanaman tersebut terhadap hormone yang digunakan. (Nuryanah dan Djumali, 2012)