Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KONSENTRASI ASAP CAIR (Liquid Smoke) DAN WAKTU PERENDAMAN TERHADAP KUALITAS DAGING AYAM BROILER Ririn Novita; Sadjadi Sadjadi; Betty Herlina; Riyadi Riyadi
JURNAL PETERNAKAN SILAMPARI (JPS) ISSN: 2089-4791 Vol. 1 No. 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : LPPM Universitas Musi Rawas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi asap cair (Liqiud Smoke) dan waktu perendaman terhadap kualitas daging ayam broiler. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola Faktorial, 2 faktor yang terdiri atas masing-masing 4 perlakuan konsentrasi asap cair dan 3 perlakuan lama perendaman dengan 3 ulangan,. Adapun faktor perlakuan sebagai berikut A0 = Daging + asap cair 0%, A1 = daging + asap cair 4%, A2 = daging + asap cair 8%, A3 = daging + asap cair 12%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu Daya Ikat Air,Kadar Lemak, Susut Masak, pH. Dengan menggunakanAnalisa sidik ragam dan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan konsentrasi asap cair (Liqiud Smoke) dan waktu perendaman berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Kadar Lemak dan pH . Berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap Daya Ikat Air dan Susut Masak. Berdasarkan hasil penelitiankonsentrasi asap cair (liquid smoke) dan waktu perendaman terhadap kualitas daging ayam broiler dapat disimpulkan bahwa perlakuan A2W2 (Perendaman 30 Menit dan konsentrasi asap cair 8ml) memberikan pengaruh terbaik terhadap pH dan Daya Ikat Air.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR DARI LIMBAH PETERNAKAN GUNA MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUT DI DESA AIR SATAN KECAMATAN MUARA BELITI KABUPATEN MUSI RAWAS Betty Herlina; Teguh Karyono; Judo Laksono; Sadjadi; Zulhapi Utama Adlan; Syntia Dwi Agustina; Bagus Dimas Setiawan
Jurnal Masda Vol. 2 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service is one of the obligations to the community which is carried out in a programmed and planned manner. By empowering the community which is the target group, the service is carried out as a relationship between empowerment and the target that will be the goal of service. Air Satan Village in Muara Beliti District is one of the agricultural and livestock areas, especially cattle and goats in Musi Rawas Regency. This resulted in a large amount of waste from livestock manure that was abandoned around the stables. Farmers' insight into the importance of protecting the environment is expected to increase as their knowledge increases in the utilization of natural resources into organic fertilizer. Pemberdayaan has a direction to provide motivation to the target community with education, direct practice. The method used is the method of lectures and demonstrations to the public. This activity is carried out by providing material through counseling (power point media) and then conducting demonstrations/training so that this counseling has success, namely farmers have the knowledge and ability to make liquid and solid organic fertilizers from livestock waste which can be used to replace inorganic fertilizers. This success was measured by the contribution of farmers who were active in discussions during the demonstration process. The increase in knowledge and ability is expected to contribute to the application process in the field.
Pemberian Tepung Maggot (Hermetia Illucens) Dalam Ransum Yang Mengandung Fitobiotik Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Bobot Karkas Dan Persentase Karkas Ayam KUB Teguh Karyono; Betty Herlina; Heti Aryuni
JURNAL PETERNAKAN SILAMPARI (JPS) ISSN: 2089-4791 Vol. 2 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : LPPM Universitas Musi Rawas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung maggot (Hermetia illucens) yang mengandung fitobiotik tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum terhadap berat karkas dan persentase karkas pada ayam KUB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari M0 = 0% tepung maggot + 2% tepung daun kelor dalam 1 kg ransum, M1 = 2% tepung maggot + 2% tepung daun kelor dalam 1 kg ransum, M2 = 4% tepung maggot + 2% tepung daun kelor dalam 1 kg ransum, M3 = 6% tepung maggot + 2% tepung daun kelor dalam 1 kg ransum, M4 = 8% tepung maggot + 2% tepung daun kelor dalam 1 kg ransum, M5 = 10% tepung maggot + 2% tepung daun kelor dalam 1 kg ransum. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi bobot akhir, bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, persentase potongan karkas dada, persentase potongan karkas paha. Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan maka dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan pemberian tepung maggot dalam ransum yang mengandung fitobiotik tepung daun kelor berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot akhir, bobot potong, bobot karkas dan presentase karkas. Tetapi memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase potongan karkas dada dan persentase potongan karkas paha. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpukan bahwa pemberian tepung maggot (Hermetia illucens) dalam ransum yang mengandung fitobiotik tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada perlakuan M5 (pemberian tepung maggot 10%) memberikan hasil terbaik pada bobot akhir, bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas ayam KUB. Kata Kunci : Ayam KUB, Bobot Karkas, Persentase Karkas, Tepung Maggot.
Increasing Farming Efficiency Through the Utilization of Cattle Livestock Waste for Composure as Community Income Bagus Dimas Setiawan; Judo Laksono; Zulhapi Utama Adlan; Betty Herlina; Syintia Dwi Agustina
SATKRIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): SATKRIYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Farm-scale input values are still a problem for the community, especially farmers, in providing fertilizers. The existence of livestock waste is one of the problems for breeders in Air Satan Village. The purpose of this service activity is to assist the Village community in increasing the value of farming efficiency by using cattle waste/manure to be processed into organic fertilizer as an additional source of income for the Village community. The method used in this service is counseling and training in making organic fertilizer for breeders in Air Satan Village. The results of this activity provide significant benefits for the people of Air Satan Village, who still need to familiarize themselves with the reuse of livestock waste into organic fertilizer, where the waste from cow manure is just thrown away without any further processing. The processing of this organic fertilizer is made faster by adding IMR as a bioactivator. The organic fertilizer produced can help improve soil fertility in Air Satan Village and its surroundings. Using organic fertilizers from livestock waste can increase the efficiency of fertilizers in farming so that they can be developed and used as a source of income for the community.
EFEKTIVITAS AIR REBUSAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS) SEBAGAI FITOBIOTIK TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN BURUNG PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Betty Herlina; Yeni Trianah; Syintia Dwi Agustina; Bobi Arlindo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 18 No. 1 (2026): Edisi Januari - Juni Tahun 2026
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v18i1.8585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas air rebusan daun sungkai (Peronema canescens) sebagai fitobiotik dalam air minum terhadap performa pertumbuhan burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor burung puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu S0 = air minum tanpa air rebusan daun sungkai (kontrol), S1 = 1% air rebusan daun sungkai (160 ml/840 ml air minum), S2 = 2% air rebusan daun sungkai (320 ml/680 ml air minum), S3 = 3% air rebusan daun sungkai (480 ml/520 ml air minum), dan S4 = 4% air rebusan daun sungkai (640 ml/360 ml air minum). Parameter yang diamati meliputi konsumsi air minum, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan mortalitas. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air rebusan daun sungkai sebagai fitobiotik dalam air minum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi air minum, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan mortalitas burung puyuh. Meskipun demikian, pemberian air rebusan daun sungkai mampu mempertahankan performa pertumbuhan burung puyuh selama masa pemeliharaan. Perlakuan terbaik diperoleh pada S2 dengan nilai konsumsi ransum sebesar 176,91 g/ekor, pertambahan bobot badan 55,66 g/ekor, dan konversi ransum 3,36. Kata kunci: burung puyuh, daun sungkai, fitobiotik, performa pertumbuhan