Djoko W. Soeatmadji
Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Terapi Suplementasi Fitosterol pada Profil Lemak Plasma, Kadar Apolipoprotein (Apo) B-48, dan Penghitungan Sel Busa Aorta Tikus Pascadiet Atherogenik Triliana, Rahma; Soeatmadji, Djoko W.; Kalim, Handono
The Journal of Experimental Life Science Vol. 2 No. 2 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.285 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2012.002.02.03

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi suplementasi fitosterol pada profil lemak, kadar apolipoprotein B-48, dan mengetahui jumlah sel busa pada tikus pasca diet atherogenik. Penelitian ini dilakukan menggunakan tikus wistar (34 ekor), umur 6-8 minggu, berat 100-160 g, diperlakukan diet atherogenik selama 8 minggu, dilanjutkan dengan diet standar (n=5), diet standar dengan suplementasi tablet fitosterol 0,1% (n=5), 1% (n=6), dan 2% (n=6) dalam total makanan selama 6 minggu. Tikus diet standar 14 minggu sebagai kontrol negatif (n=5) dan tikus diet atherogenik 14 minggu sebagai kontrol positif (n=6). Profil lemak (Kolesterol Total, Trigliserida dan HDL-Kolesterol) dianalisis dengan kit (Diasys), kadar LDL-kolesterol dihitung dengan rumus friedwall sedangkan kadar non HDL-kolesterol dihitung dengan mengurangi kadar kolesterol total dengan kadar HDL-Kolesterol. Kadar Apo-B-48 dianalisis dengan elektroforesis, elektroelusi, dialisa dan spektrofotometri diuret atau laury. Perhitungan jumlah sel busa aorta dilakukan secara manual pada 20 lapangan pandang pembesaran 1000X setelah pewarnaan dengan Oil Red O dan Hematoxilin-Eosin (HE) dengan 3 kali pengulangan. Hasil suplementasi fitosterol dosis 0,1% memiliki rentang 40-50 mg/kgBB/hari, 421-521 mg/kgBB/hari pada dosis 1% dan 937-1250 mg/kgBB/hari pada dosis 2%. Perbedaan signifikan didapatkan pada kadar kolesterol total, LDL-kolesterol, dan non HDL-kolesterol antara kontrol dengan kelompok suplementasi. Kadar HDL-Kolesterol secara signifikan lebih rendah sedangkan kadar ApoB-48 tidak dapat dikuantifikasi akibat berbagai sebab. Penghitungan sel busa pun berbeda nyata antara kontrol dengan suplementasi. Beradsarkan penelitian ini diketahui bahwa suplementasi fitosterol dalam diet memiliki efek terapetik pada profil lemak (kolesterol total, LDL-kolesterol, dan non HDL kolesterol) sehingga mampu mengurangi jumlah sel busa aorta tikus pasca diet atherogenik. Kata kunci: apolipoprotein B, fitosterol, hiperlipidemia, hitung sel busa, profil lemak.
Efek Suplemen L-Arginin Subakut Peroral pada Kontraksi Aorta Tikus Diabetes Ismail, Sjarif; Ali, M. Mulyohadi; Soeatmadji, Djoko W.
The Journal of Experimental Life Science Vol. 3 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.638 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2013.003.02.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplemen L-arginin subakut peroral pada tikus diabetes-streptozotosin terhadap respons kontraksi aorta melalui mekanisme pencegahan peningkatan stress oksidatif. L-arginine diberikan selama 8 minggu pada tikus diabetes dengan dosis 10, 100 dan 1000 mg.kg-1 BB.hari-1. Parameter yang diukur adalah MDA-plasma untuk menilai oksidatif stress dan teknik bioassay dengan isolasi organ terpisah aorta ring untuk menilai respons reseptor adrenergik-a1 di otot polos aorta terhadap fenilefrin (PE). Dari respons kontraksi aorta dapat diketahui nilai Emaks dan pD2 PE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian L-arginin 100, 1000 mg.kg-1 BB.hari-1 pada tikus diabetes dapat mencegah peningkatan MDA-plasma (p<0.001). Pemberian L-arginin dosis 100, 1000 mg.kg-1 BB.hari-1 dapat mencegah peningkatan respons kontraksi aorta terhadap PE melalui pencegahan peningkatan Emaks (p<0.000) dan menurunkan pD2 pada dosis 1000 mg.kg-1 BB.hari-1 (p<0.001). Hasil Jalur Hubungan menunjukkan pencegahan peningkatan Emaks melalui jalur pencegahan peningkatan MDA (p<0.012) dan penurunan pD2 melalui jalur langsung (p<0.016). Berdasarkan haasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian suplemen L-arginin pada tikus diabetes dapat mencegah peningkatan respons kontraksi aorta terhadap PE dengan cara: (1) mencegah peningkatan Emaks melalui pencegahan peningkatan MDA (jalur tidak langsung); dan (2) secara langsung menurunkan afinitas reseptor adrenergik-a1.Kata kunci: diabetes, L-arginin, reseptor adrenergik-a1, stress oksidatif