Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Keragaman dan Kelimpahan Arthropoda Tanah pada Tumpangsari Tanaman Cabai Merah, Jagung, dan Semangka Haerul HaerulU; Nurariaty Agus; A. Nasruddin; Ahdin Gassa
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v7i1.5361

Abstract

Intercropping cropping patterns can increase the diversity and abundance of soil arthropods that can function as pest control for plants while maximizing land use. This study aims to determine the diversity and abundance of soil arthropods in the planting of monoculture chilies, intercropping with watermelon, chili intercropping with corn, and chili intercropping with corn and watermelon. The study was conducted in the Maros Regency, South Sulawesi Province, Indonesia. The study was conducted from August to November 2018. A sampling of natural enemy insects using pitfall traps installed for 1x24 hours with observational intervals every two weeks. From all of the cropping patterns, the soil arthropods that were found were spiders and several ant, namely: Odontomachus sp., Monomarium sp. and Anoplolepis sp. The insect diversity index was found to be low with an average of 0.07 in the chili cropping pattern intercropped with watermelon up to 0.17 in the monoculture chili cropping pattern and the chili cropping pattern intercropped with corn and watermelon. Soil arthropods that dominate in all types of cropping patterns were the Minimu monomorium ant species with the highest population of 2,987 individuals found in the chili cropping pattern intercropped with watermelons.
KETERTARIKAN LALAT BUAH (Batrocera sp) TERHADAP WARNA PERANGKAP PADA PERTANAMAN SEMANGKA Haerul Haerul; Andi Herwati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.5764

Abstract

This study aims to determine the interest of watermelon oriental fruit flies in several trap colors. The study used a randomized block design (RAK), which consisted of 5 treatments and 3 replications. The treatment applied is the use of traps with different colors, namely; traps without color (clear), green, yellow, blue and red. Observations were made on oriental fruit fly populations in two phases of watermelon development, namely the vegetative growth phase (age 15 DAP to 30 DAP) and the generative growth phase (31 DAP to 60 DAP). This study showed that the use of color traps had no significant effect between treatments, but the results showed that in the watermelon vegetative growth phase, the use of red traps attracted more oriental fruit flies, i.e. an average of 65.3 tails compared to traps without color (clear), green yellow and blue. While in the watermelon generative growth phase, the use of green traps attracted more oriental fruit flies, i.e., an average of 95 tails compared to traps without colors (clear), yellow, blue and red. 
Pelatihan Pembuatan Pakan Awetan Jerami Fermentasi di Kelompok Tani Bola Buhung Kabupaten Maros Haerul Haerul; Muhammad Risal; Mirnawati Mirnawati
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.26810

Abstract

Kelangkaan pakan ternak sapi pada bulan bulan tertentu menyebabkan produktivitas ternak mereka rendah. Bila hanya memberikan jerami segar sebagai pakan belum mampu mencukupi kebutuhan pakan yang bermutu dan berkelanjutan karena masa panen padi yang singkat sehingga banyak jerami yang tertinggal di sawah dan tidak termanfaatkan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola dan memanfaatkan limbah tanaman padi berupa jerami menjadi pakan awetan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2025 di lahan ketua kelompok tani Bola Buhung Desa Limapoccoe Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Pelaksanaan kegiatan pelatihan diawali dengan sosialisasi dan penyuluhan terkait potensi pemanfaatan jerami padi menjadi pakan awetan yang berkualitas dan tahan lama serta tahapan pembuatannya. Selanjutnya dilakukan pelatihan dan demonstrasi pembuatan pakan awetan jerami fermentasi. Pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan 58,5% pemahaman petani tentang teknik pembuatan jerami fermentasi sebagai pakan awetan untuk ternak sapi dari 39% menjadi 98,75%. Peningkatan pengetahuan petani mengelola jerami padi menjadi pakan awetan dengan tingkat kecernaan yang lebih baik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak yang selama ini kurang, sekaligus dapat mewujudkan pertanian terpadu ternak dan padi mendukung swasembada pangan di Desa Limapoccoe.
Pertumbuhan dan Produksi Padi pada Aplikasi Pupuk Kandang Sapi dan Itik Mabrur Mabrur; Haerul Haerul; Sofyan Sofyan
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi tanaman padi menempati urutan ketiga setelah tanaman jagung dan gandum karena lebih dari setengah penduduk dunia tergantung pada tanaman padi sebagai sumber bahan pangan, salah satu teknologi budidaya pada padi yang menjadi unggulan dalam mendukung peningkatan produktivitas padi secara nasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk kendang sapi dan itik pada tanaman padi. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah metode RAK dalam bentuk faktorial yang terdiri dua faktor, faktor 1 jenis pupuk kandang yang terdiri dari pupuk kandang sapi dan itik dan faktor 2 dosis pupuk kandang terdiri dari 3 taraf yaitu 0,4 kg/perpetak, 0,6 kg/perpetak, 1 kg/perpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat intraksi antara pupuk kandang sapi dan dosis 0,4kg/petak (setara 2 ton/ha) yang memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan parameter berat 1000 butir dan memberikan rata-rata hasil terbaik pada parameter panjang malai, berat gabah perpetak, berat gabah berisi.