Pemanfaatan bonggol dan batang pisang sebagai bahan baku pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) merupakan inovasi yang berkontribusi mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada Kelompok Tani Sejati mengenai teknik produksi POC berbasis limbah pisang serta penerapannya pada tanaman cabai. Metode pelaksanaan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, dengan melibatkan kelompok tani secara aktif pada setiap tahap, mulai dari sosialisasi, pelatihan pembuatan POC, aplikasi POC pada tanaman cabai, evaluasi, hingga pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan terstruktur pembuatan dan aplikasi POC berbahan batang dan bonggol pisang pada Kelompok Tani Sejati di Desa Cenrana Baru terbukti efektif meningkatkan kapasitas petani. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43,11% dan keterampilan sebesar 39,71% setelah pelatihan. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas pendekatan partisipatif yang memadukan penyuluhan, diskusi, praktik lapangan, dan pendampingan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu dan kelompok tani, tetapi juga mendorong kemandirian petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi POC, mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik, serta memperkuat penerapan praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani semakin mandiri dalam menyediakan POC serta mendukung penerapan sistem pertanian yang berkelanjutan di Desa Cenrana Baru. Kata kunci: Air cucian beras, air kelapa, batang pisang, bonggol pisang, pupuk organik cair. ABSTRACT The utilization of banana corms and stems as raw materials for producing liquid organic fertilizer (LOF) represents an innovative effort that supports food security while promoting environmental sustainability. This community service program aimed to provide outreach and training to the Sejati Farmer Group on the production techniques of banana-waste-based LOF and its application to chili plants. The program was implemented using participatory and collaborative approaches, actively involving farmers in each stage of the activity, including outreach, LOF production training, application to chili plants, evaluation, and mentoring. Evaluation was carried out through pre-tests and posttests to measure improvements in participants’ knowledge and skills. The results of the program indicate that the community service activity implemented through a structured training program on the production and application of liquid organic fertilizer (LOF) derived from banana stems and corms for the Sejati Farmer Group in Cenrana Baru Village was effective in significantly enhancing farmers’ capacity. The evaluation results showed an increase in participants’ knowledge by 43.11% and skills by 39.71% after the training. This achievement reflects the effectiveness of a participatory approach that integrated extension activities, interactive discussions, hands-on field practice, and mentoring. In addition to improving individual and group capacity, the program encouraged farmers’ self-reliance in processing agricultural waste into liquid organic fertilizer, reduced dependence on inorganic fertilizers, and strengthened the adoption of sustainable and environmentally friendly agricultural practices. Through this program, farmers are expected to become more self-reliant in producing LOF and to continue supporting the implementation of sustainable agricultural systems in Cenrana Baru Village. Keywords: Banana stems, banana corms, coconut water, liquid organic fertilizer, rice-washing water.