Septia Rosalina
IDIA Prenduan Sumenep Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Metode Kaisa Pada Materi Al-Qur'an Di Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Septia Rosalina
Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2020): Dirosat: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/dirosat.v5i1.514

Abstract

Dalam memilih metode pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Metode ynang biasa digunakan dalam materi Al-Qur’an khususnya menghafal adalah talaqqi, metode ini kurang begitu menarik perhatian siswa karena terkesan membosankan dan mudah hilang. Metode kaisa hadir menjadi solusi, karena metode ini tidak hanya memberikan pemahaman ataupun mengahafal suarah secara teks saja akan teatpi juga menggunakan gerakan yang dilantunkan dengan membaca arti mufradat dan tajwid yang benar. Sehingga memudahkan siswa dalam mengingat ayat tersebut. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan metode kaisa yang dilakukan di MTs Tegal Al-amien Putri 1 Prenduan kelas VIII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data secara terperinci yang tampak dalam penerapan metode kaisa pada materi Al-qur’an. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian studi kasus yang merupakan suatu kasus dalam kehidupan nyata dalam konteks kontemporer. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode kaisa yang dilakukan di MTs Tegal Al-amien Putri 1 Prenduan kelas VIII adalah ada tiga tahap diantaranya perencanaan dengan menyiapkan silabus dan RPP, pelaksanaan proses pembelajaran dengan metode kaisa dan evaluasi yang dilakukan guna meningkatkan pembelajaran yang lebih baik lagi. Dalam pembelajaran yang menggunakan metode kaisa memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Adapun faktor pendukung diantaranya yaitu motivasi dalam menerima pengetahuan, suasana belajar yang menyenangkan, dan metode yang diterapkan membuat siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Dan adapun faktor penghambatnya yaitu internal siswa yang kurang begitu familiar dengan metode kaisa dan metode membutuhkan kesiapan yang matang.  Keyword: Penerapan, Metode Kaisa, Al-Qur’an
Merdeka Belajar (Pesantren dan Kemandirian santri Al-Amien Prenduan) Septia Rosalina; Yuniatul Jannah; Romadatul Fitriyah; Zainal Arifin; Abd Mukid
Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 5, No 1 (2020): Dirosat: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/dirosat.v5i1.513

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kenyataan bahwa Sejak awal, pondok pesantren telah menanamkan sikap kemandirian pada diri peserta didik, dengan cara melatih mereka agar dapat berdiri di atas kaki sendiri, serta membina mereka agar tidak menggantungkan diri kepada orang lain kecuali hanya kepada Tuhan.  Begitupun dalam hal belajar para santri dididik dan dibentuk dengan sistem dan program yang ada di dalam pondok tersebut agar mereka dapat menyelesaikan sendiri masalah-masalah belajar yang mereka temui. Akan tetapi setiap Pondok Pasti memiliki cara-cara tersendiri dalam usahanya menciptakan sikap kemandirian belajar dalam diri santri.Tujuan penelitian ini adalah; 1. Untuk mengetahui bagaimana peran Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dalam menciptakan kemandirian belajar santri, 2. Untuk mengetahui program apa saja yang dimiliki Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang dapat menunjang terciptanya kemandirian belajar santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan (field research), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara kepada narasumber yang dianggap penting dan dokumentasi. Kemudian untuk menganalisis data peneliti menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Untuk menetapkan keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Seluruh komponen dan sistem yang ada di dalam pondok pesantren  Al-Amien Prenduan berperan penting dalam menciptakan kemandirian belajar dalam diri santri.  Misalkan dari SDM-nya, seperti para guru, kepala sekolah, pengasuh dan  pimpinan pondok  pesantren. Keberadaan mereka sangatlah dibutuhkan oleh para santri, sebagai motivator, pembimbing sekaligus orang tua kedua mereka di pondok.  Kemudian penciptaan kemandirian belajar juga tercipta dari program-program yang telah dibentuk oleh   pondok, seperti kelompok-kelompok  keilmuan dan kebahasaan dan lain-lain.  Adapun program pondok pesantren Al-Amien Prenduan yang mendukung terciptanya kemandirian belajar santri yaitu program muajjah, program kelompok, program penuntasan SKIA dan program  remidial. Kata Kunci : peran pesantren, kemandirian belajar