Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis kelincahan, kecepatan, dan koordinasi mata-kaki dengan kemampuan dribbling tim sepak bola uss (uir soccer school) Oca Fernandes AF; Siti Maesaroh; Muhammad Imam Rahmatullah; Endang Murti; Febry Sulistiya
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jope.3.2.137-145

Abstract

Kemampuan dribbling masih menjadi sebuah permasalahan yang dihadapi oleh pemain UIR Soccer School. Melalui hasil pengamatan, seringkali pemain kehilangan kontrol bola saat melakukan perubahan arah dribbling dan melewati lawan. Selain dribbling, permasalahan dalam penelitian ini terlihat dari kurangnya kelincahan dan koordinasi mata-kaki atlet tim sepak bola UIR Soccer School. Hal tersebut mengakibatkan tim kehilangan penguasaan bola dan mengalami transisi negatif dalam permainan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan pendekatan korelasional. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan adanya hubungan kecepatan, kelincahan, koordinasi mata-kaki dengan kemampuan dribbling sepak bola. Populasi penelitian ini adalah pemain UIR Soccer School dengan sampel 30 atlet. Data dikumpulkan mengunakan tes dodging run (mengukur kelincahan), tes lari 30 meter (mengukur kecepatan), modified soccer volley test (mengukur koordinasi mata-kaki) dan tes menggiring bola (mengukur kemampuan dribbling). Hasil analisis dari penelitian ini adalah dibutuhkan latihan yang lebih bervariasi dan kontinyu dalam meningkatkan kecepatan, kelincahan, dan koordinasi mata kaki tim sepak bola UIR Soccer School.Copyright © The Author (s) 2021Journal of Sport Education (JOPE) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
PENGARUH LONG-TERM DETRAINING TERHADAP PENURUNAN KAPASITAS AEROBIK Wedi S; Syahriadi Syahriadi; Siti Maesaroh
Journal of Sport Science and Fitness Vol 9 No 1 (2023): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v9i1.67559

Abstract

Dalam aktivitas olahraga, kemampuan fisik yang menjadi pondasi utama yang harus dimiliki atlit adalah kapasitas aerobik artinya individu yang memiliki kapasitas aerobik yang baik akan memiliki tingkat kebugaran yang baik sehingga menjadi indikator yang dapat mewakili kebugaran jasmani dari seseorang. Namun, kemampuan beradaptasi V̇O2max diperoleh melalui pelatihan bersifat reversibel, artinya kemampuan aerobik ini akan berkurang ketika stimulus pelatihan menghilang atau berkurang secara signifikan. Penghentian pelatihan akan mengurangi atau menghilangkan stimulus dari latihan dan menyebabkan hilangnya fungsi anatomis, fisiologis, dan kemampuan adaptasi dari latihan, yang didefinisikan sebagai efek detraining yang mana durasi penghentian pelatihan dapat dikategorikan sebagai jangka pendek (kurang dari empat minggu) atau jangka panjang (lebih dari empat minggu). Detraining memungkinkan seorang atlit akan kehilangan kemampuan fisik yang telah mereka dapatkan pada fase latihan, sehingga mereka butuh latihan yang terprogram kembali untuk mendapatkan kondisi fisik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari long-term detraining terhadap penurunan kapasitas aerobik. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan one group pretest-postest design dan populasi sebanyak 14 orang mahasiswa yang bertanding dalam Pekan Olahraga Tingkat Daerah dengan usia 18-19 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, artinya adalah seluruh populasi dijadikan sebagai sampel dengan jumlah 14 orang. Instrumen penelitian menggunakan Multistage Fitness Test dan data dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek dari long-term detrainingmemberikan dampak menurunnya kemampuan kapasitas aerobik berdasarkan hasil nilai signifikansi 0,000057< 0,05 artinya Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa long-term detraining akan mempengaruhi penurunan kapasitas aerobik.
The Level of Physical Fitness Among Students Participating in the Futsal Extracurricular Program at SMP Islam Asshofa Pekanbaru Syahdan Khusufi; Ramadi Ramadi; Siti Maesaroh
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebugaran jasmani siswa SMP As-Shofa Pekanbaru yang berpartisipasi dalam ekstrakurikuler futsal, sampel melibatkan 15 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan yaitu V Sit and Reach, Sit-Up, Squat Thrust, dan PACER. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus persentase untuk menentukan kategori kebugaran jasmani siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kebugaran jasmani siswa adalah 5,4, yang tergolong dalam kategori "Baik". Dari hasil tes V Sit and Reach, 86,67% siswa berada dalam kategori "Baik", sedangkan tes Sit-Up menunjukkan 53,33% siswa dalam kategori "Sedang". Pada tes Squat Thrust, 73,33% siswa berada dalam kategori "Cukup", dan semua siswa (100%) mencapai kategori "Baik Sekali" pada tes PACER. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal tergolong baik, tetapi terdapat variasi dalam beberapa komponen yang menunjukkan perlunya perhatian lebih lanjut.
Analisis Minat Siswa Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib dan Terpilih di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sentajo Raya Dirga Pratama Putra; Agus Sulastio; Siti Maesaroh
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v1i2.4286

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor penyebab rendahnya minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Atas 1 Sentajo Raya. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi berjumlah 180 orang, Sampel berjumlah 124 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa identifikasi besar minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler wajib dominan rendah dengan jumlah 20 siswa atau 59 %. Selanjutnya ekstrakurikuler terpilih dengan jumlah 56 siswa atau 62 %. Hasil penelitian yang dilakukan berdasar indikator dari faktor intstrinsik dan ekstrinsik sebagai acuan untuk mengidentifikasi besar minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler sehingga memperoleh hasil tersebut.
Pengaruh Latihan Beban Dengan Metode Pryramide Tunggal Terhadap Massa Otot Tubuh di Member Focus Fit Fitness Center Pekanbaru Fathurrahman Fathurrahman; Siti Maesaroh; Ardiah Juita; Syahriadi Syahriadi
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol. 1 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5659

Abstract

Minat yang semakin meningkat terhadap tubuh atletis telah mendorong banyak orang untuk melakukan latihan beban, salah satunya melalui metode Pyramide Tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan beban dengan metode Pyramide Tunggal terhadap peningkatan massa otot anggota Focus Fit Fitness Pekanbaru. Dalam penelitian ini, digunakan metode eksperimen dengan desain one-group pre-test post-test. Sampel penelitian terdiri dari 10 orang yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran massa otot dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan latihan selama 4 minggu dengan menggunakan instrumen V-TECH. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan massa otot yang signifikan. Nilai t-hitung mencapai 24,992, jauh lebih besar daripada t-tabel yang sebesar 1,8331 pada tingkat signifikansi 0,05, sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima. Rata-rata nilai pre-test peserta adalah 302,9, yang meningkat menjadi 305 pada post-test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode Pyramide Tunggal efektif dalam meningkatkan massa otot anggota Focus Fit Fitness Pekanbaru. Keberhasilan latihan ini sangat dipengaruhi oleh disiplin, pola hidup sehat, dan konsistensi dalam berlatih.
Hubungan Panjang Tungkai dan Daya Ledak Otot Tungkai terhadap Hasil Lari Sprint 100 Meter Atlet Rise Athletic Club Kota Dumai Ibnu Khairus Salam; Agus Sulastio; Alimandan; Siti Maesaroh
Journal Sport Science Indonesia Vol 5 No 3 (2026): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.5.3.68-77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai terhadap hasil lari sprint 100 meter pada atlet Rise Athletic Club Kota Dumai. Penelitian ini menekankan pengaruh masing-masing variabel secara parsial maupun simultan terhadap performa lari sprint. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh atlet klub, dengan teknik total sampling. Panjang tungkai diukur melalui pengukuran antropometri, daya ledak otot tungkai melalui tes standing broad jump, dan hasil lari sprint 100 meter melalui tes lari 100 meter. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, serta regresi linear berganda. Hasil menunjukkan panjang tungkai berhubungan signifikan dengan hasil sprint, demikian pula daya ledak otot tungkai. Secara simultan, kedua variabel memberi kontribusi signifikan terhadap performa sprint. Temuan ini menunjukkan atlet dengan tungkai lebih panjang dan daya ledak baik cenderung memiliki performa sprint lebih optimal. Oleh karena itu, kedua variabel perlu diperhatikan dalam penyusunan program latihan sprint untuk meningkatkan prestasi atlet secara terarah dan berkelanjutan. Penelitian ini juga memberikan dasar ilmiah bagi pelatih untuk mengintegrasikan latihan kekuatan eksplosif dan teknik langkah dalam perencanaan latihan periodik, sehingga pembinaan atlet berlangsung lebih sistematis, terukur, efektif, serta mendukung pencapaian performa puncak pada kompetisi tingkat daerah maupun nasional.
Pengembangan Sarana Latihan Spin Ball Simulation untuk Melatih Keterampilan Pukulan (Stroke) dan Gerak Kaki (Footwork) pada Cabang Olahraga Tenis Meja Deny Dwie Al Fiansyah Deny; Siti Maesaroh; Ardiah Juita; Fekie Adila; Fansah Adila
Journal Sport Science Indonesia Vol 5 No 3 (2026): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.5.3.85-93

Abstract

Pelatihan tenis meja di Indonesia menghadapi kendala utama berupa sulitnya mengintegrasikan latihan pukulan (stroke) dan gerak kaki (footwork), mahalnya harga robot pelontar bola (Rp2,3–23,5 juta), serta metode manual multiball yang rawan human error. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sarana latihan Spin Ball Simulation yang inovatif, efektif, dan terjangkau. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba meliputi satu ahli materi, satu ahli media, satu ahli bahasa, dan 36 atlet tenis meja dari beberapa klub di Pekanbaru. Instrumen yang digunakan adalah angket validasi ahli dan angket uji praktikalitas, dengan analisis data menggunakan persentase kelayakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan produk berhasil dibuat dengan biaya Rp50.000 per unit. Validasi ahli materi mencapai 100% (sangat layak), ahli media 100% (sangat layak), dan uji praktikalitas atlet mencapai 92,45% (sangat layak). Kesimpulannya, sarana latihan Spin Ball Simulation sangat layak dan efektif digunakan untuk melatih keterampilan stroke dan footwork pada atlet pemula hingga menengah, serta menjadi solusi praktis dan terjangkau bagi pembinaan tenis meja di Indonesia.
Pengaruh Latihan Variasi Hurdle Jump terhadap Power Otot Tungkai Peserta Ekstrakurikuler Bola Voli Putri MTS Masmur Pekanbaru Riszky Wahyu Winoto; Siti Maesaroh; Ardiah Juita
Journal Sport Science Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.5.1.43-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Latihan Variasi Hurdle Jump terhadap Power Otot Tungkai Peserta Ekstrakurikuler Bola Voli Putri MTs Masmur Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan sampel berjumlah 11 Atlet, Dimana Prosedur pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Instrument test pada penelitian ini menggunakan Vertical Jump test, dengan treatment latihan variasi hurdle jump selama 12 kali pertemuan. analisis data pada sampel diperoleh rata – rata pree test 29,64 dan rata – rata post test diperoleh 35, ini menandakan ada peningkatan yang terjadi dari hasil pree test dan post test. Dan berdasarkan uji t berpasangan diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukan bahwa latihan variasi hurdle jump meningkatkan power otot tungkai peserta ekstrakurikuler bola voli MTs Masmur Pekanbaru.
Analisis Kegiatan Ekstrakurikuler Bola Voli di SMA Negeri 11 Pekanbaru Muhammad Zikri; Agus Prima Aspa; Siti Maesaroh
Journal Sport Science Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.5.1.63-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 11 Pekanbaru dengan meninjau aspek minat siswa, sarana dan prasarana, proses pelaksanaan kegiatan, serta peran guru pendidikan jasmani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif sederhana. Subjek penelitian seluruh siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli, yang berjumlah 23 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan angket menggunakan skala Guttman. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan persentase untuk menentukan kategori pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 11 Pekanbaru berada pada kategori cukup baik dengan persentase rata-rata sebesar 57,6%. Minat siswa terhadap kegiatan bola voli tergolong cukup baik dengan persentase 51,1%, yang menunjukkan adanya ketertarikan siswa terhadap kegiatan tersebut. Aspek sarana dan prasarana juga berada pada kategori cukup baik dengan persentase 42,0%, meskipun masih ditemukan keterbatasan fasilitas pendukung. Proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tergolong baik dengan persentase 65,2%, sedangkan peran guru pendidikan jasmani berada pada kategori cukup baik dengan persentase 60%. Secara keseluruhan, kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 11 Pekanbaru telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas pembinaan agar kegiatan dapat berjalan lebih optimal dan mendukung peningkatan prestasi
Pengaruh Permainan Galasoket Terhadap Peningkatan Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar Negeri 189 Pekanbaru Suryani; Siti Maesaroh; Agus Sulastio
Journal Sport Science Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.5.1.71-85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan galasoket terhadap peningkatan kebugaran jasmani sebelum dan sesudah melakukan aktivitas jasmani pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 189 Pekanbaru Tahun ajaran 2025/2026. Permainan galasoket merupakan permainan modifikasi antara permainan tradisional gobak sodor dan bola basket, permainan galasoket memiliki unsur gerak meliputi penguasaan keterampilan teknik, keterampilan taktik, keterampilan fisik serta mental. Dalam permainan galasoket ini banyak sekali meningkatkan keterampilan anak karena permainan ini mengandung unsur strength (kekuatan), accuracy (ketepatan), speed (kecepatan). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “one groups pretest-posttest design”. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas IV A,IV B, dan IV C, yang berjumlah 62 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling, dengan kriteria 1. Siswa dengan usia 10-12 tahun, 2. Siswa yang mengikuti pelaksanaan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) Pretest-posttest, 3. Siswa yang mengikuti treatmen/perlakuan. Berdasarkan kriteria tersebut yang memenuhi berjumlah 20 siswa. Dengan menggunakan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) untuk mengukur kemampuan Kebugaran Jasmani siswa di Sekolah Dasar Negeri 189 Pekanbaru, dengan Treatment Permainan galasoket selama 8 kali pertemuan. Berdasarkan uji t pada taraf sig. 0,05 dengan derajat kebebasan (n-1) 19, yang bernilai 1,729, karena t-hitung (1.877) lebih bear dari pada t-tabel (1,729) maka terdapat pengaruh yang signifikan pada penelitian ini