Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Latihan Berjalan Di Atas Balok Kayu Terhadap Keseimbangan Dinamis Wedi S; Apri Agus; Bafirman Bafirman
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.179 KB) | DOI: 10.31258/jope.2.1.34-39

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari latihan berjalan di atas balok kayu terhadap keseimbangan dinamis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi experiment) dengan populasi penelitian berjumlah 30 orang yang merupakan siswa dari Sekolah Dasar Negeri 02 Sarilamak Kab. 50 Kota. Data tes diambil dengan tes keseimbangan menggunakan papan keseimbangan (balance board). Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan analisis uji t pada taraf signifikan 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa latihan berjalan di atas balok kayu memberi pengaruh terhadap peningkatan keseimbangan dinamis siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Sarilamak. Pengaruh ini sebesar 9,13, yaitu dari skor rata-rata 18,47 pada pre test  menjadi 27,60 pada post test. The Effect of Walking on Wooden Beams Exercise to Increase  Dynamic BalanceAbstrakThe purpose of this study was to determine the effect of walking on wood beams exercise on dynamic balance of elementary school students 02 Sarilamak. This research is a quasi-experiment with 30  population and sampling. Data test taken with the balance board test. The data analysis technique used to test the hypothesis is the analysis of the t test at significance level of 5%. The results showing that : walking on wood beams exercise give an effect to the dynamic balance of  elementary school students 02 Sarilamak. This exercise was take effect to dynamic balance of 9.13, is from an average score of 18.47 at pre-test to post-test becomes 27.60. 
Development of Aerobic Endurance Training Method (Oxidative Steady State) Through Android Aplication Andrew Rinaldi Sinulingga; Andi Nova; Rolla Angga Lardika; Wedi S; Guntur Firmansyah
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol 5 No 2 (2022): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v5i2.1848

Abstract

This study aims to develop an aerobic (oxidative steady-state) method of exercise based on an android application to improve the aerobic endurance of athletes, specifically in football. This application is designed according to the composition of aerobic endurance training. This application is beneficial in the current new normal situation, which requires players to practice independently. In addition, The application is expected to be a solution to the current situation—methods and steps in this study using the ADDIE model consist of 5 stages. The subjects in the study were two material experts, one media expert, and ten students who were learning about media users. The research was conducted at the Department of Sports Education, Riau University. The results of the development research tested in small groups were stated to be very feasible and suitable to be used as a guide to increase aerobic capacity. This application is still necessary to test in large groups in the use of this application to find out whether this learning media can be used by users widely
Pengaruh Metode Latihan Beban dengan Gerakan Cepat dan Gerakan Lambat terhadap Peningkatan Hipertrofi Otot Paha Wedi S; Umar Umar; Wilda Wellis
Jurnal Keolahragaan Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v5i2.2440

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode latihan beban dengan gerakan cepat dan lambat terhadap peningkatan hipertrofi otot paha dan metode manakah yang lebih baik dalam peningkatan hipertrofi otot. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan populasi penelitian seluruh member aktif pada One Gym Fitnes Center Kota Padang. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu sampel terdaftar kurang dari satu bulan di fitness center yang berjumlah 32 orang. Instrumentnya menggunakan pita ukur untuk mengukur lingkar paha dan skindfold untuk mengukur ketebalan lemak pada paha. Untuk menghitung lingkar otot paha digunakan rumus MTC – (3,14 x TSF). Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan analisis uji t pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukan hipertrofi otot paha pada kelompok latihan beban dengan gerakan cepat diperoleh nilai thitung 10,969 > ttabel 1,75 dengan rata-rata 46,33. Sedangkan hipertrofi otot paha pada kelompok latihan beban dengan gerakan lambat diperoleh nilai thitung 20,993 > ttabel 1,75 dengan rata-rata 47,43 pada taraf signifikansi α = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan beban dengan gerakan cepat dan gerakan lambat terhadap peningkatan hipertrofi otot paha, yang mana metode latihan beban dengan gerakan lambat memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan hipertrofi otot
PENERAPAN MODEL LATIHAN INTERVAL TRAINING UNTUK MENINGKATKAN AEROBIC CAPACITY PADA MAHASISWA PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FKIP UNIVERSITAS RIAU Wedi S; Andrew Rinaldi Sinulingga; Syahriadi Syahriadi
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 6, No 2 (2022): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v6i2.5745

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan interval terhadap peningkatan kapasitas aerobik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, dengan desain One Group Pretest-Postest Design. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2020 Jurusan Pendidikan Olahraga Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP UNRI Kelas A sebanyak 27 orang. Dalam penelitian ini penarikan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, maksudnya adalah semua populasi dijadikan sebagai sampel yaitu sebanyak 27 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Multistage Fitness Test. Kemudian data dianalisis menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan interval training efektif untuk meningkatkan kapasitas aerobik berdasarkan hasil nilai hitung atau thit : 4.84 ttabel : 1.70. Jadi dapat disimpulkan bahwa latihan interval trainng memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas aerobik pada mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP UNRI.AbstractThis study aims to determine the effectiveness of interval training on increasing aerobic capacity. The method used in this research is an experiment with One Group Pretest-Postest Design. The population in this study was the entire class of 2020, Department of Sports Education, Sport Training Education Study Program, FKIP UNRI Class A as many as 27 people. In this study, the sample was drawn using a total sampling technique, meaning that all the population was used as a sample, namely as many as 27 people. The instrument in this study used the Multistage Fitness Test. Then the data were analyzed using t-test. The results showed that interval training is effective for increasing aerobic capacity based on the results of the arithmetic value or T count: 4.84 T table: 1.70. So it can be said that interval training has a significant effect on increasing aerobic capacity in students of Sport Training Education FKIP UNRI.                            
Penerapan Metode Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Budaya Hidup Sehat di Tingkat Sekolah Dasar Negeri 110 Pekanbaru Indah Permata; Aref Vai; Wedi S
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1425

Abstract

This model can be used during the teaching process, one of which is cooperative learning. However, this model emphasizes students to learn in discussion forums, to exchange opinions. In this study using the Two Stay Two Stray method, this method directly involves students to be always active during the learning process. The purpose of this learning method is to improve the spirit of working together, helping each other, being mutually responsible for the tasks that have been given. If this learning method can be used correctly it is hoped that it can increase student enthusiasm during learning, so that with the enthusiasm for learning it can be easy to achieve learning goals. As for the type of research used using quantitative research and in the selection of data collection techniques used using observation, tests and documentation. The samples used in this study were 37 students in VA class and 38 students in VB class. After this learning is applied, it can be concluded that the results of the research show that the achievement of VA class students has increased in terms of individual student learning outcomes and has increased in classical learning outcomes. Whereas in class VB there was an increase in learning achievement both individually, but did not experience classical learning mastery.
Model Pembelajaran Cooperative Teams Games Tournament (TGT) Secara Tatap Muka Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Passing Atas Kelas X IPS MA AL-Hidayah Sukamaju Singigi Hilir Kabupaten Kuantan Singigi Pada Pembelajaran PJOK Selvia Elisa; Aref Vai; Wedi S
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian model kooperatif TGT ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan metode pembelajaran Cooperative teams Games tournament (TGT) dilaksanakan guru PJOK untuk meningkatkan motivasi belajar passing atas siswa. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui pada siklus I pelaksanaan Metode Pembelajaran Cooperative Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran PJOK untuk meningkatkan motivasi belajar passing atas peserta didik dengan hasil 47,33% dapat dikategorikan rendah. Pada siklus II dengan hasil 64,6% dapat dikategorikan cukup dengan perkembangan meningkatnya motivasi belajar passing atas peserta didik. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Cooperative Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran PJOK khususnya pada materi bola voli dapat meningkatkan motivasi belajar passing atas peserta didik pada pembelajaran PJOK.
The Fatigue Index of Swadaya Bhayangkara Volleyball After a Match Andrew Rinaldi Sinulingga; Andi Nova; Wedi S; Siti Maesaroh; Guntur Firmansyah
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol 6 No 2 (2023): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v6i2.2664

Abstract

Fatigue Index: means the rate at which power output declines for an athlete, which can provide information about the athlete's anaerobic capacity. This study aims to better understand the physical performance and fatigue index of athletes Swadaya Bhayangkara volleyball after a match. This study analyzes the effects of acute fatigue from a mock match on physical performance variables among volleyball players. The research method is descriptive by observing, testing, and measuring, where the subjects are ten male volleyball players (age: 17.9 years; height: 175.5cm; weight: 61.4 kg). The fatigue index instrument is Repeat Anaerobic Ability (RSA) test. The measurement results obtained that one athlete had an excellent category of fatigue index, one athlete had a good category, average categories belonged to four athletes, and Poor categories belonged to four athletes. As a result, the Fatigue index of Athlete Swadaya Bhayangkara volleyball has average category.
PENGARUH LONG-TERM DETRAINING TERHADAP PENURUNAN KAPASITAS AEROBIK Wedi S; Syahriadi Syahriadi; Siti Maesaroh
Journal of Sport Science and Fitness Vol 9 No 1 (2023): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v9i1.67559

Abstract

Dalam aktivitas olahraga, kemampuan fisik yang menjadi pondasi utama yang harus dimiliki atlit adalah kapasitas aerobik artinya individu yang memiliki kapasitas aerobik yang baik akan memiliki tingkat kebugaran yang baik sehingga menjadi indikator yang dapat mewakili kebugaran jasmani dari seseorang. Namun, kemampuan beradaptasi V̇O2max diperoleh melalui pelatihan bersifat reversibel, artinya kemampuan aerobik ini akan berkurang ketika stimulus pelatihan menghilang atau berkurang secara signifikan. Penghentian pelatihan akan mengurangi atau menghilangkan stimulus dari latihan dan menyebabkan hilangnya fungsi anatomis, fisiologis, dan kemampuan adaptasi dari latihan, yang didefinisikan sebagai efek detraining yang mana durasi penghentian pelatihan dapat dikategorikan sebagai jangka pendek (kurang dari empat minggu) atau jangka panjang (lebih dari empat minggu). Detraining memungkinkan seorang atlit akan kehilangan kemampuan fisik yang telah mereka dapatkan pada fase latihan, sehingga mereka butuh latihan yang terprogram kembali untuk mendapatkan kondisi fisik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari long-term detraining terhadap penurunan kapasitas aerobik. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan one group pretest-postest design dan populasi sebanyak 14 orang mahasiswa yang bertanding dalam Pekan Olahraga Tingkat Daerah dengan usia 18-19 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, artinya adalah seluruh populasi dijadikan sebagai sampel dengan jumlah 14 orang. Instrumen penelitian menggunakan Multistage Fitness Test dan data dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek dari long-term detrainingmemberikan dampak menurunnya kemampuan kapasitas aerobik berdasarkan hasil nilai signifikansi 0,000057< 0,05 artinya Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa long-term detraining akan mempengaruhi penurunan kapasitas aerobik.