Agusdini Banun Saptaningsih
Universitas Esa Unggul, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Manajemen Logistik Farmasi Dengan Pendapatan Rumah Sakit Dalam Skema Jaminan Kesehatan Nasional Dita Purnama Sari; Agusdini Banun Saptaningsih; Johanes
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3883

Abstract

Manajemen logistik farmasi merupakan faktor strategis bagi kesinambungan finansial rumah sakit kelas C swasta yang pendapatannya bergantung pada klaim INA-CBGs dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan efisiensi pengelolaan stok obat dan ketepatan pengadaan dengan ketersediaan obat serta pendapatan rumah sakit, dan menjelaskan mekanisme di baliknya. Penelitian menggunakan desain kombinasi (mixed methods) sequential explanatory. Tahap  kuantitatif bersifat  asosiatif  potong  lintang  terhadap  19  pegawai instalasi farmasi RSU Kelas C Sumatera Barat yang diambil secara total sampling, dengan kuesioner skala Likert 1–4 yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif Three-Box Method dan uji korelasi Spearman’s rho. Tahap kualitatif berupa satu sesi Focus Group Discussion terhadap sembilan informan lintas fungsi untuk menjelaskan temuan kuantitatif. Hasil uji korelasi menunjukkan kelima hubungan antar variabel bersifat positif dan signifikan, dengan ketersediaan obat memiliki keeratan tertinggi dengan pendapatan rumah sakit (ρ=0,815; p<0,001). Keempat variabel berada  pada  kategori sedang,  menandakan kinerja  yang  cukup namun belum optimal. Hasil FGD mengonfirmasi dan menjelaskan bahwa kekosongan obat, pembelian darurat, serta keterlambatan klaim berakar pada perencanaan berbasis  pola  konsumsi,  keterlambatan pemasok,  distribusi internal, dan pencatatan yang belum tertib. Ketersediaan obat menjadi simpul yang menghubungkan kapabilitas pengelolaan dan pengadaan dengan kinerja pendapatan.