Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS RELAKSASI TEKNIK BENSON TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI IBU POST SEKSIO SESAREA Dwi Yanti; Efi Kristiana
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.741 KB)

Abstract

Kejadian Seksio Sesarea semakin menunjukkan peningkatan pada Rumah Sakit negeri dan pada Rumah Sakit swasta. Pada umumnya pembedahan seksio sesarea dapat mengakibatkan timbulnya nyeri abdomen pada klien. Nyeri yang ditimbulkan dari tindakan pembedahan seksio sesarea. Persalinan seksio sesarea dapat menimbulkan perasaan nyeri yang lebih tinggi sekitar 27,3% dari pada tindakan pertolongan persalinan normal yang hanya berkisar 9%. Nyeri dapat diatasi dengan penatalaksanaan nyeri. Penatalaksanaan nyeri pada ibu post seksio sesarea bisa menggunakan pemberian terapi farmakologis dan dapat pula menggunakan terapi non farmakologis, dimana terapi non farmakologis bisa menjadi alternatif yang lebih aman dalam pemberiannya. Salah satu terapi non farmakologis yang bisa digunakan yaitu pemberian terapi relaksasi tehnik benson kepada ibu post seksio sesarea. Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengukur sejauh mana efektifitas pemberian dari terapi relaksasi tehnik benson pada penurunan intensitas nyeri ibu post seksio sesarea.  Strategi untuk mencapai tujuan atau desain penelitian yang peneliti gunakan pada penelitian ini adalah desain eksperimental dengan dua kali pengukuran terhadap 60 ibu post seksio sesarea (30 ibu dengan perlakuan dan 30 ibu tanpa perlakuan)  di RSUD Kertosono Kabupaten Nganjuk. Instrument penelitian yang dipergunakan peneliti untuk mengukur intensitas nyeri menggunakan lembar kuesioner nyeri meliputi Skala Analog Visual (VAS), dan hasil dari pengukuran intensitas nyeri oleh peneliti di dokumentasikan pada lembar observasi dan selanjutnya dilakukan analisis menggunakan uji Mann Whitney U. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai p-value sebesar 0,005 dengan α (0,05). Oleh karena itu bisa diambil kesimpulan jika pemberian terapi relaksasi tehnik benson mampu mempengaruhi turunnya intensitas nyeri pada ibu post seksio sesarea. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan penambahan pemberian terapi non-farmakologi yang lain supaya lebih bermanfaat pada penurunan intensitas nyeri pada ibu post seksio sesarea.
Pengaruh Aromaterapi Bitter Orange Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di Puskesmas Kertosono Kabupaten Ngajuk Dwi Yanti; Muchlishatun Ummiyati
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v10i1.28726

Abstract

Dalam persalinan terjadi kontraksi rahim yang menimbulkan nyeri persalinan sehingga ibu merasa kurang nyaman, gelisah, takut bahkan stress. Nyeri persalinan dapat ditangani dengan pemberian aromaterapi bitter orange karena mempunyai efek relaksasi, meskipun nyeri merupakan proses fisiologi, bila tidak segera diatasi akan berdampak negatif pada ibu dan bayinya. Karena nyeri menyebabkan aliran darah dan oksigen ke plasenta terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif di Puskesmas Kertosono Kabupaten Naganjuk tahun 2026. Jenis penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental Design dengan bentuk rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 ibu bersalin dan sampel sebanyak 30 ibu bersalin sedangkan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi. Hasil penelitian ini didapatkan dengan Uji Wilcoxon dengan nilai ρ = 0,000 < α = 0.05 sehingga dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif. Saran dari peneliti untuk petugas kesehatan terutama bidan dalam melayani proses persalinan diharapkan mampu menerapkan terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif dengan menggunakan aromaterapi bitter orange untuk memenuhi ibu akan rasa rileks.