Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pemberian Alat Permainan Edukatif Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 1-5 Tahun Efi Kristiana
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2018): Mei
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Award Educational Toys not only make hearts happy. But it is also very have meaning in the development of children, because children have a great chance of acceptance to external stimuli in children. The purpose of this study was to determine the relationship Award Educational Toys with gross motor development in infants aged 1-5 years in the village of Babadan Patianrowo Nganjuk District of the Year 2017. This research is an analytic study with this type of correlation studies. The population is all mothers and children aged 1-5 years in the village of Babadan, District Patianrowo, Nganjuk District, using the technique of random sampling sampling system in order to obtain a sample of 68 respondents. This research was conducted in the month of February 2017. The data was collected using a questionnaire and observation sheet. The independent variables are administration Educational Toys, while the dependent variable is gross motor development in young children 1-5 years old. Data were analyzed using Spearman Rank (Rho) statistical test with α = 0.05.The results showed that 47 respondents (69%) the provision Educational Toys. Meanwhile, gross motor development in infants aged 1-5 years 43 respondents (63%) in the corresponding category. The test results Spearman Rank correlation (Rho) with r = 0.818. Based on the level of interpretation of the correlation coefficient indicates that there is a relationship between the provision Educational Toys with gross motor development in infants aged 1-5 years in the village of Babadan Patianrowo Nganjuk District of the Year 2017 at very strong levels. Based on the results of the above research, the researchers concluded that the Giving Educational Toys Equipment greatly affect the development of gross motor in toddlers. Thus, it is suggested that the mother to give Educational Toys and more to monitor the rough motor development of children according to the age stage.
EFEKTIFITAS RELAKSASI TEKNIK BENSON TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI IBU POST SEKSIO SESAREA Dwi Yanti; Efi Kristiana
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.741 KB)

Abstract

Kejadian Seksio Sesarea semakin menunjukkan peningkatan pada Rumah Sakit negeri dan pada Rumah Sakit swasta. Pada umumnya pembedahan seksio sesarea dapat mengakibatkan timbulnya nyeri abdomen pada klien. Nyeri yang ditimbulkan dari tindakan pembedahan seksio sesarea. Persalinan seksio sesarea dapat menimbulkan perasaan nyeri yang lebih tinggi sekitar 27,3% dari pada tindakan pertolongan persalinan normal yang hanya berkisar 9%. Nyeri dapat diatasi dengan penatalaksanaan nyeri. Penatalaksanaan nyeri pada ibu post seksio sesarea bisa menggunakan pemberian terapi farmakologis dan dapat pula menggunakan terapi non farmakologis, dimana terapi non farmakologis bisa menjadi alternatif yang lebih aman dalam pemberiannya. Salah satu terapi non farmakologis yang bisa digunakan yaitu pemberian terapi relaksasi tehnik benson kepada ibu post seksio sesarea. Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengukur sejauh mana efektifitas pemberian dari terapi relaksasi tehnik benson pada penurunan intensitas nyeri ibu post seksio sesarea.  Strategi untuk mencapai tujuan atau desain penelitian yang peneliti gunakan pada penelitian ini adalah desain eksperimental dengan dua kali pengukuran terhadap 60 ibu post seksio sesarea (30 ibu dengan perlakuan dan 30 ibu tanpa perlakuan)  di RSUD Kertosono Kabupaten Nganjuk. Instrument penelitian yang dipergunakan peneliti untuk mengukur intensitas nyeri menggunakan lembar kuesioner nyeri meliputi Skala Analog Visual (VAS), dan hasil dari pengukuran intensitas nyeri oleh peneliti di dokumentasikan pada lembar observasi dan selanjutnya dilakukan analisis menggunakan uji Mann Whitney U. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai p-value sebesar 0,005 dengan α (0,05). Oleh karena itu bisa diambil kesimpulan jika pemberian terapi relaksasi tehnik benson mampu mempengaruhi turunnya intensitas nyeri pada ibu post seksio sesarea. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan penambahan pemberian terapi non-farmakologi yang lain supaya lebih bermanfaat pada penurunan intensitas nyeri pada ibu post seksio sesarea.
PENGETAHUAN SIKAP DAN PRAKTIK WANITA USIA SUBUR DALAM PEMERIKSAAN PAP SMEAR Efi Kristiana
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahunya terdapat lebih dari 500.000 kasus baru dan 260.000 kasus kematian akibat kanker serviks, PenelitianWHO (2005) dalam Rasjidi (2010). Indonesia setiap harinya terdapat 41 kasus baru kanker serviks dan 20 wanita meninggal dunia sehingga diperkirakan setiap satu jam seorang perempuan meninggal karena kanker serviks (Yuliatin, 2010). Cakupan program skrining di Indonesia baru sekitar 5% wanita yang melakukan pemeriksaan skrining Pap Smear, Sehingga hal tersebut yang dapat menyebabkan masih tinggi kanker serviks di negara Indonesia (Samadi, 2010), Sedangkan target Indonesia 80%. Tujuan: Mempelajari dan menjelaskan hubungan pengetahuan sikap dan praktik serta perbedaan antar tingkat risiko WUS dalam pemeriksaan pap smear di desa Bangsri Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross sectional. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan sampel sebanyak 129 responden. Penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling Selanjutnya penentuan sampel penelitian dilakukan secara random. Uji statistik menggunakan chi-square, t-test dan regresi logistic sederhana. Hasil: Responden yang melakukan praktik pap smear sebanyak 7%, variabel yang berhubungan dengan praktik pap smear yaitu dukungan suami dan sikap. Terdapat perbedaan sikap, praktik pap smear berdasarkan tingkat risiko. Variabel yang paling dominan dalam penelitian ini adalah dukungan suami dengan nilai OR 26,520. Saran: Kegiatan edukasi yang terarah, terencana dan berkesinambungan kepada suami untuk memberikan dukungan pada istri tentang pentingnya pemeriksaan pap smear, pemberian edukasi dapat masuk melalui kegiatan pengajian, arisan kelompok suami dalam kelompok kecil atau interpersonal.
EFEK SENAM OTARIA TERHADAP KADAR Catalase PADA IBU POST PARTUM Suhrawardi Suhrawardi; Ahmad Rizani; Rafidah Rafidah; Efi Kristiana
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 6: Nopember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i6.2843

Abstract

Uterine involution in postpartum mothers is influenced by many factors, one of which is physical activity, namely postpartum exercise or postpartum exercise (if the mother is healthy) which aims to reduce infections that occur in uterine involution caused by remaining blood that is not expelled, reducing the risk of abnormal bleeding. and to avoid blood clots that block veins. The implementation of this research was carried out by providing Otaria post partum exercise treatment in the intervention group and no post partum exercise treatment in the control group for 7 days. The design used in this research was Post Test Only Control Group Design or post test with experimental and control groups. The histogram shows that the average CAT levels increased in the treatment group, namely post partum mothers who carried out the Otaria exercise. In the control group, the average CAT levels appeared to decrease, namely post partum mothers who did not do Otaria exercises. Post partum mothers who did not do Otaria exercises had a decrease in CAT levels. The post partum period is a condition that is vulnerable to all kinds of stress. This is the result of physiological changes and metabolic functions since the beginning of pregnancy and fatigue during childbirth, causing oxidative reactions to increase to produce the energy needed by women in the post partum period. Oxidative stress in mothers during the post-partum period can be prevented by doing Otaria exercises which can increase CAT levels in post-partum mothers' plasma
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG ULANG Mustika, Heny; Isnaniah, Isnaniah; Kristiana, Efi; Hapisah, Hapisah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i2.10395

Abstract

Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) injectable contraception is the most widely used method, with the highest number of acceptors in Tambang Ulang District in 2023 reaching 1,329 individuals (40.27%). One of the most frequently reported side effects is weight gain, which can impact women's health. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design to analyze the relationship between the duration of DMPA injectable contraception use and weight gain. Secondary data from family planning registers and primary data from measurements were used, with a population of 180 DMPA injectable contraception acceptors from January 2021 to December 2023 and a sample of 64 respondents determined using the Slovin formula. Univariate analysis revealed that 62.5% of respondents had used DMPA injectable contraception for ≥ 2 years, and 76.56% experienced weight gain. The chi-square test yielded a p-value of 0.008 (p < 0.05), indicating a significant relationship between the duration of DMPA use and weight gain. These findings confirm that using DMPA injectable contraception for ≥ 2 years poses a risk of weight gain, highlighting the need for education and communication regarding its effectiveness and side effects to help acceptors make informed decisions Kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) merupakan metode yang paling banyak digunakan, dengan jumlah akseptor terbanyak di Kecamatan Tambang Ulang pada tahun 2023 mencapai 1.329 orang (40,27%). Salah satu efek samping yang sering dikeluhkan adalah peningkatan berat badan, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan wanita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, menganalisis hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan. Data sekunder dari register KB dan data primer hasil pengukuran digunakan dalam penelitian ini, dengan populasi sebanyak 180 akseptor suntik DMPA periode Januari 2021–Desember 2023, serta sampel sebanyak 64 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 62,5% responden telah menggunakan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥ 2 tahun, dan 76,56% mengalami peningkatan berat badan. Uji chi-square menghasilkan nilai ρ = 0,008 (ρ < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara lama penggunaan DMPA dan peningkatan berat badan. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan kontrasepsi suntik DMPA selama ≥ 2 tahun berisiko menyebabkan peningkatan berat badan, sehingga diperlukan edukasi dan komunikasi informasi efektivitas serta efek samping kontrasepsi agar akseptor dapat mengambil keputusan yang lebih tepat
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di SMPN 8 Banjarmasin Astuti, Sekar Sriwahyu Wulan; Yuliastuti, Erni; Tunggal, Tri; Kristiana, Efi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.222

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di masyarakat dan sering dijumpai di seluruh dunia. Angka prevalensi anemia di SMPN 8 Banjarmasin sebanyak 16,27%. Anemia sering terjadi pada remaja perempuan, ini dikarenakan remaja putri kehilangan zat besi saat menstruasi sehingga membutuhkan lebih banyak asupan zat besi. Pengetahuan dan sikap merupakan faktor penyebab rendahnya kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia dengan kepatuhan minum tablet tambah darah di SMPN 8 Banjarmasin. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian adalah remaja putri kelas VII dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden. Teknik sampel menggunakan metode Random Sampling. Variabel yang digunakan adalah variabel dependen yaitu kepatuhan dan variabel independen yaitu pengetahuan dan sikap.Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan responden minum tablet tambah darah paling banyak yaitu kurang patuh (65,3%),sedangkan pengetahuan responden paling banyak yaitu kurang (59,4%) dan sikap responden paling banyak yaitu positif (61,4%).Analisa data dengan uji chi square didapatkan ρ-value 0,211 α 0,05 dan p-value 0,092 α 0,005.Tidak ada hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan kepatuhan minum tablet tambah darah di SMPN 8 Banjarmasin. Kesimpulan : Pengetahuan remaja putri tentang anemia dalam kategori kurang, sedangkan sikap remaja putri dalam kategori positif dan kepatuhan minum tablet tambah darah dalam kategori kurang patuh. Pemberian edukasi dan sosialisasi untuk memberikan informasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah perlu ditingkatkan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care (K6) Di Wilayah Puskesmas Alalak Selatan Tahun 2024 Zubay, Irma Damayanti; Yuniarti, Yuniarti; Kristiana, Efi; Tunggal, Tri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.223

Abstract

K6 adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil minimal 6 kali selama masa kehamilannya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten untuk mencegah, mendeteksi, dan mengelola faktor risiko di masa kehamilan. Puskesmas Alalak Selatan memiliki K6 masih dibawah target yaitu sebanyak 52% dan menempati urutan ke 6 dari 27 puskesmas. Untuk mengetahui hubungan pendidikan, paritas, pengetahuan dan dukungan suami dengan K6 di wilayah Puskesmas Alalak Selatan tahun 2024. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 85 ibu nifas dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan studi dokumentasi dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara paritas (ρ value = 0,048), pengetahuan (ρ value = 0,000), dan dukungan suami (ρ value = 0,000) dengan K6. Pendidikan (ρ value = 0,070) tidak ada hubungan dengan K6 di wilayah Puskesmas Alalak Selatan tahun 2024. Faktor yang berhubungan dengan K6 adalah paritas, pengetahuan dan dukungan suami. Ibu hamil dengan paritas sedikit memiliki pengalaman yang sedikit dalam kehamilan sehingga lebih rajin melakukan K6. Ibu dengan pengetahuan K6 yang baik akan menganggap penting K6 dan menjadikannya sebagai kebutuhan. Dukungan suami seperti bersedia mendengarkan keluhan ibu hamil dan mencari informasi akan kesehatan selama kehamilan mampu meningkatkan K6.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Alalak Selatan Lestiarini, Erina; Zakiah, Zakiah; Kristiana, Efi; Yuniarti, Yuniarti
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.231

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia dan menjadi perhatian utama dalam bidang kebidanan. Kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan 12,35 % dipengaruhi oleh beberapa faktor penting yang meliputi usia, paritas, pendidikan, dan pekerjaan ibu hamil. Menganalisis hubungan umur, pendidikan dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III dan di periksa Hb yang terdokumentasi dalam kohort/rekaman medis Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin diambil dari bulan Januari - Agustus 2024, sejumlah 98 orang dengan menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar pengumpulan data yang didapatkan dari register kohort ibu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami anemia 39,8%, umur tidak beresiko 86,7%, memiliki pendidikan menengah 56,1%, ibu hamil dengan paritas rendah 68,4%. Variabel umur (p value= 0,008 < 0,05), pendidikan (p value = 0,012 < 0,05) dan paritas (p value = 0,006 < 0,05) yang artinya ada hubungan umur, pendidikan dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Alalak Selatan. Kesimpulan dalan penelitian ini bagi ibu hamil agar rutin periksa ke Puskesmas untuk mendeteksi kejadian anemia dan ibu hamil sering mengikuti penyuluhan agar mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia.
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS ARANIO KABUPATEN BANJAR TAHUN 2024 Yanti, Erma; Isnaniah , Isnaniah; Kristiana , Efi; Rafidah , Rafidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian anemia di Kalimantan Selatan pada tahun 2023 sebesar 11,8%, angka kejadian anemia di Kabupaten Banjar pada tahun 2023 sebesar 18,56%, angka kejadian anemia di Puskesmas Aranio pada tahun 2023 yaitu 15,23%. Dampak anemia bagi kehamilan yaitu dapat menyebabkan perdarahan waktu persalinan sehingga membahayakan jiwa ibu, mengganggu pertumbuhan bayi dalam kandungan, dan berat badan bayi dibawah berat normal Tujuan : Mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Aranio Tahun 2024. Metode : Rancangan penelitian analitik korelasional, pendekatan cross sectional, populasinya seluruh ibu hamil di Puskesmas Aranio bulan Januari sampai dengan Juli 2024, sebanyak 88 responden. Variabel independent penelitian ini yaitu usia dan paritas, variabel dependent kejadian anemia pada ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan data sekunder yang diperoleh dari register ibu hamil, data dianalisa menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. mHasil : Responden mengalami anemia yaitu 55 responden (62,5%), responden usia beresiko yaitu 57 responden (64,8%), responden paritas beresiko yaitu 67 responden (76,1%), ada hubungan usia dengan kejadian anemia pada ibu hamil (ρ 0,000) dan ada hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Aranio Tahun 2024 (ρ 0,000) Kesimpulan : Usia dan paritas merupakan faktor yang mempunyai hubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Aranio Tahun 2024. Saran : Tenaga kesehatan harus memberikan informasi dan sosialisasi kepada ibu hamil tentang usia dan paritas yang beresiko terjadi anemia pada ibu hamil.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN BABY BLUES PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN 2024 RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND BABY BLUES INCIDENCE IN POST-POST MOTHERS IN THE WORK AREA OF Adhiestya, Della; Hapisah, Hapisah; Kristiana, Efi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v10i3.9937

Abstract

Baby blues ditandai dengan perasaan sedih, menangis, mudah tersinggung, emosi labil, serta gangguan nafsu makan. Studi pendahuluan pada 20–23 Agustus 2024 terhadap enam ibu nifas di Puskesmas Perawatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, menunjukkan bahwa empat di antaranya mengalami gejala baby blues. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian baby blues pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Simpang Empat tahun 2024. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 58 ibu nifas usia 2–14 hari postpartum yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Variabel independen adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah kejadian baby blues. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian baby blues pada ibu nifas, dengan nilai ρ-value = 0,000 (α ≤ 0,05). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam mengurangi risiko baby blues pada ibu nifas, di mana dukungan emosional dan instrumental dari keluarga dapat membantu ibu menghadapi masa postpartum dengan lebih baik. Kata Kunci: baby blues, dukungan keluarga, ibu nifas, postpartum Baby blues are characterized by feelings of sadness, crying, irritability, emotional instability, and appetite disturbances. A preliminary study conducted from August 20–23, 2024, on six postpartum mothers at the Simpang Empat Care Health Center, Tanah Bumbu Regency, found that four of them experienced baby blues symptoms. This study aims to analyze the relationship between family support and the incidence of baby blues among postpartum mothers in the working area of the Simpang Empat Care Health Center in 2024. The research employs a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 58 postpartum mothers aged 2–14 days, selected using the incidental sampling technique. The independent variable is family support, while the dependent variable is the incidence of baby blues. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations and analyzed using the chi-square test. The results indicate a significant relationship between family support and the incidence of baby blues in postpartum mothers, with a p-value of 0.000 (α ≤ 0.05). The study concludes that family support plays a crucial role in reducing the risk of baby blues among postpartum mothers, as emotional and instrumental support from the family can help mothers navigate the postpartum period more effectively.