Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP ASPEK PEMASARAN Budi Sufyanto; Zainol Hasan
Al-Idarah Vol 2 No 1 (2021): Al-Idārah : Jurnal Manajemen dan Bisnis Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.183 KB) | DOI: 10.35316/idarah.2021.v2i1.112-122

Abstract

The purpose of this paper is to examine the marketing aspects in the perspective of Islamic business ethics according to Islamic economists. This writing is a literature research with a qualitative descriptive approach. The data source is a reference according to the topic of study. Data analysis was carried out qualitatively including data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the aspects of Islamic marketing were minimal and more dominant over conventional marketing
Sistematika Profit Sharing Marketing Fashion Dannis Prefektif Hukum Ekonomi Syari’ah (Studi Kasus Pondok Pesantren Nurul Huda) Ahmad Syafi'i; Budi Sufyanto; Syaickhu, Ahmad
AQaduna : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/aqaduna.v1i1.47

Abstract

Profit Sharing marketing merupakan suatu sistem kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, atau menentukan sebuah harga, promosi, dan mentrisbusikan barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai suatu target pasar dan sesuai dengan tujuan bisnis tersebut. Marketing juga bisa diartikan menyesuaikan kemampuan bisnis dengan kebutuhan para pelanggan demi mencapai tujuan bisnis beruapa profit yang berkelanjutan. Adapun Profit Sharing Marketing sendiri juga bisa dikenal dengan mudharobah yang artinya, para pihak mendapatkan bagi hasil sebesar nisbah dikalikan dengan perolehan keuntungan yang didapatkan oleh pengusaha atau pembisnis (mudharib) sedangkan apabila terjadi kerugian, secara finansial akan di tanggung oleh Shahibul maal atau pemilik dana. jenis penelitian lapangan. Yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan data adalah dengan turun langsung kelapangan untuk melihat secara dekat objek yang diteliti. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Sitemtaika Profit Sharing Marketing Fashion Dannis dapat di artikan pembagian antara untung dan rugi dari pendapatan yang diterima atas hasil usaha yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik penjualan Fashion Dannis di Toko Dannis Usqi dengan menggunakan akad mudharobah, akad Mudharabah merupakan akad yang menentukan ketentuannya seseorang yang menyerahkan hartanya kepada orang lain untuk di tijarahkan, yaitu suatu kegiatan mempertemukan suatau barang berharga dengan mata uang melalui cara-cara yang telah ditentukan, dengan bahasa sederhananya yaitu di dagangkan. Kata Kunci: Sistematika Profit Sharing Marketing Fashion Dannis Prefektif Hukum Ekonomi Syari’ah
Penguatan Moderasi Beragama Masyarakat melalui Revitalisasi Buku Ratibul Haddad di Desa Kedungrejo Imam Fahrurrozi; Budi Sufyanto; Zainal Arifin
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat (ALKHIDMAH)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v4i1.52

Abstract

This community service initiative aims to strengthen religious moderation through the revitalization of reciting Ratibul Haddad among young Islamic students (santri) at the Kedungrejo Village Musholla in Muncar District. The method employed is Participatory Action Research (PAR), integrated with an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, to optimize existing local spiritual assets such as the ratiban tradition and the Nahdlatul Ulama institutional framework. The program involved 28 santri in a series of activities, ranging from participatory observation, collaborative planning, regular mentoring, to evaluative reflection. The results indicate significant improvement in three key aspects: (1) Cognitive-Spiritual, reflected in enhanced reading ability and comprehension of the meanings within Ratibul Haddad; (2) Affective-Emotional, characterized by the growth of inner peace, discipline, and religious enthusiasm; and (3) Social-Communal, marked by strengthened group cohesion and the musholla's enhanced role as a central hub for mentorship. This activity successfully instilled a new, sustainable habit, supported by the establishment of peer educators and the commitment of the musholla's management. It is concluded that a participatory approach based on local assets is effective not only for transferring religious knowledge but also as a concrete strategy in building the foundations of religious moderation and the religious character of the younger generation from an early age.