Dwi Novita Sari
dwinovita@umnaw.ac.id

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI BLENDED LEARNING BERBASIS BUDAYA DITINJAU DARI PROSES JAWABAN PESERTA DIDIK Dwi Novita Sari; Irham Habibi Harahap; Hasratuddin Hasratuddin; Kms. M. Amin Fauzi; Sahat Saragih; E. Elvis Napitupulu
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v12i1.10480

Abstract

Pandemi Covid 19 merupakan bencana internasional yang membawa dampak pada bidang pendidikan yaitu sistem tatap muka di kelas menjadi sistem online yang akan mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Tujuan penelitian adalah untuk merepresentasikan sejauhmana kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang terbentuk dengan menggunakan blended learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian merupakan peserta didik dari MTS Negeri Deli Serdang kelas VIII (3) berjumlah 28 orang. Analisis kualitatif dilihat dari aspek kemampuan komunikasi matematis, aspek kesalahan/kekeliruan serta aspek jawaban kosong berdasarkan lembar jawaban peserta didik. Peneliti menggunakan lembar evaluasi kemampuan komunikasi matematis dan wawancara langsung sebagai instrumen penelitian. Temuan penelitian ini dengan analisis kualitatif menunjukkan bahwa proses belajar dengan menerapkan blended learning berbasis budaya dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Pada proses belajar yang diterapkan, peserta didik diberikan permasalahan matematika yang dikaitkan dengan budaya. Peninjauan dari aspek kemampuan komunikasi matematis dan indikator kesalahan menurut Newman ketika peserta didik diberikan soal matematika berbasis budaya pada materi bangun datar yaitu: (1) aspek drawing pada indikator kesalahaan keterampilan proses adalah 8.00 maka termasuk pada tingkat tidak melakukan kesalahan tinggi, (2) aspek mathematical expression pada indikator kesalahan transformasi dan kesalahpahaman adalah 8.22 maka termasuk kepada tingkat tidak melakukan kesalahan tinggi, dan (3) aspek written text pada indikator kesalahan penulisan jawaban adalah 7.77 maka termasuk kepada tingkat tidak melakukan kesalahan tinggi. AbstractThe Covid 19 pandemic is an international disaster that has had an impact on the education sector, namely the transformation from the face-to-face system in class to an online system that has affected students' mathematical communication skills. The research aims to represent the extent to which students' mathematical communication abilities are formed using blended learning. This research was carried out by following the descriptive qualitative method. The research subject includes 28 eighth-grade students from a Public Islamic junior high school in Deli Serdang. Qualitative analysis is seen from the aspect of mathematical communication skills, aspects of errors/mistakes, and aspects of blank answers based on student answer sheets. Researchers used an evaluation sheet of mathematical communication skills and direct interviews as research instruments. The findings were analyzed by using qualitative analysis, and it was found that applying culture-based blended learning could improve students' mathematical communication abilities. In this learning process, students were given mathematical problems associated with culture. The review of the aspects of mathematical communication skills and error indicators was based on Newman, and students were given culture-based math questions on plane figure lesson, namely: (1) the drawing aspect on the error indicator of process skills (8.00) which is at the level of not making high mistakes, (2) aspects mathematical expression on the indicator of transformation errors and misunderstandings (8.22) which is the high level of not making mistakes, and (3) the written text aspect of the answer writing error indicator (7.77) which is the high level of not making mistakes.
MATEMATIKA DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN Dwi Novita Sari; Dian Armanto
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v10i2.10302

Abstract

Abstrak:Tujuan artikel ini adalah memberikan informasi mengenai pengertian filsafat matematika, pengertian filsafat pendidikan dan hubungan antara matematika dengan filsafat pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan studi literatur (library research). Temuan dalam artikel ini adalah hubungan antara matematika dan filsafat pendidikan yang saling bersinergi satu sama lain. Kesamaan antara matematika dan filsafat adalah memiliki objek kajian yang sama yaitu begerak pada tingkat generalitas dan abstraksi yang tinggi, mempergunakan akal/ rasional dan tidak melakukan eksperimen, serta tidak memerlukan peralatan laboratorium. Namun, matematika dan filsafat juga memiliki perbedaan yaitu jenis metode dalam menelaah suatu kebenaran. Matematika menggunakan metode deduksi dimana kebenaran dari hasil penelaahannya harus dapat ditunjukan dengan serangkaian langkah pembuktian. Sedangkan filsafat menggunakan macam-macam metode rasional dimana proses pembuktian itu tidak harus terjadi tetapi harus berlangsung dengan alasan-alasan yang diperoleh dari penalaran serta dapat bersifat fleksibel. Kata Kunci:Matematika, Filsafat, Pendidikan Abstract:This study aims to inform the concept of philosophy in mathematics, the concept of philosophy in education, and the relationship between mathematics and the philosophy of education. This study follows a descriptive approach with a literature study (library research). The findings indicate the relationship between mathematics and educational philosophy that synergize with each other. The similarity between mathematics and philosophy is that they have the same object of study, namely dealing with a high level of generality and abstraction, using reason/rationality, not conducting experiments, not requiring laboratory equipment. However, mathematics and philosophy are also different in terms of the method in examining a truth. Mathematics uses deduction where the truth of the results of the study must be presented by steps of proving evidence. Meanwhile, philosophy uses various traditional methods where the process of proving evidence does not need to be presented, but it must take place with reasons derived from reasoning and can be flexible. Keywords:Mathematics, Philosophy, Education