Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Joined Journal (Journal of Informatics Education

ANALISIS KEAMANAN SIKAPEG IVET BERBASIS ISO 27001:2013 yanti, reni veli
Joined Journal (Journal of Informatics Education) Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joined.v1i2.731

Abstract

Keamanan data sangat penting, sebab dapat memastikan kontinuitas pengelolaan, mengurangi risiko,  dan menjadi peluang suatu lembaga untuk berkembang. Semakin banyak informasi yang dikelola dan di-share semakin besar pula risiko terjadinya kerusakan, kehilangan atau tereksposnya data ke pihak eksternal yang tidak bertanggung jawab. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ancaman keamanan dan langkah penanganan ancaman keamanan SIKAPEG. Penelitian termasuk  penelitian mixed method  yang difokuskan pada aktivitas sistem keamanan informasi terkait dengan kehadiran pegawai di  IVET. Simpulan penelitian bahwa sistem keamanan SIKAPEG di  IVET belum memenuhi standar ISO 27001:2013, beberapa  indikator  telah  dilaksanakan  namun ada yang kurang  baik. Terjadinya ancaman termasuk pada kriteria mungkin terjadi, hal ini dilihat dari indikatornya kemungkinan terjadi ancaman rentangan antara 10-50% dalam waktu 1(satu) tahun. Sedangkan jika dikaitkan dengan skala Likelihood termasuk kriteria ringan, yaitu  gangguan terhadap aplikasi/jaringan. Kelemahannya terletak pada tidak adanya tanggung jawab prosedur manajemen keamanan informasi, tidak ada bukti pelaporan hambatan keamanan informasi yang terdokumen, sehingga tidak bisa digunakan sebagai evaluasi mendatang, dan kurangnya kesadaran pegawai dalam melakukan presensi sidik jari, kurangnya empati dan kesadaran secara bersama menjaga dan merawat serta memelihara hardware pendukung. Pemeliharaan dan perawatan oleh teknisi sudah baik, namun belum dilaksanakan secara menyeluruh sehingga ada beberapa hardware yang  mudah  rusak karena titik lemah pada aplikasi, hardware, SDM merupakan potensi sumber ancaman keamanan yang berkembang menjadi gangguan pada SIKAPEG.  Solusi sebagai rekomendasi, sebaiknya dilakukan kontrol secara periodik dan  berkala, perawatan dan pemeliharaan secara menyeluruh, terdokumentasi saat dilakukan kontrol serta penetapan kebijakan secara tegas. Kata kunci: keamanan sistem informasi, ISO 27001:2013.
Analisis Keamanan SIKAPEG IVET Berbasis ISO 27001:2013 reni veli yanti
Joined Journal (Journal of Informatics Education) Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.848 KB) | DOI: 10.31331/joined.v1i2.731

Abstract

Keamanan data sangat penting, sebab dapat memastikan kontinuitas pengelolaan, mengurangi risiko, dan menjadi peluang suatu lembaga untuk berkembang. Semakin banyak informasi yang dikelola dan di-share semakin besar pula risiko terjadinya kerusakan, kehilangan atau tereksposnya data ke pihak eksternal yang tidak bertanggung jawab. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ancaman keamanan dan langkah penanganan ancaman keamanan SIKAPEG. Penelitian termasuk penelitian mixed method yang difokuskan pada aktivitas sistem keamanan informasi terkait dengan kehadiran pegawai di IVET. Simpulan penelitian bahwa sistem keamanan SIKAPEG di IVET belum memenuhi standar ISO 27001:2013, beberapa indikator telah dilaksanakan namun ada yang kurang baik. Terjadinya ancaman termasuk pada kriteria mungkin terjadi, hal ini dilihat dari indikatornya kemungkinan terjadi ancaman rentangan antara 10-50% dalam waktu 1(satu) tahun. Sedangkan jika dikaitkan dengan skala Likelihood termasuk kriteria ringan, yaitu gangguan terhadap aplikasi/jaringan. Kelemahannya terletak pada tidak adanya tanggung jawab prosedur manajemen keamanan informasi, tidak ada bukti pelaporan hambatan keamanan informasi yang terdokumen, sehingga tidak bisa digunakan sebagai evaluasi mendatang, dan kurangnya kesadaran pegawai dalam melakukan presensi sidik jari, kurangnya empati dan kesadaran secara bersama menjaga dan merawat serta memelihara hardware pendukung. Pemeliharaan dan perawatan oleh teknisi sudah baik, namun belum dilaksanakan secara menyeluruh sehingga ada beberapa hardware yang mudah rusak karena titik lemah pada aplikasi, hardware, SDM merupakan potensi sumber ancaman keamanan yang berkembang menjadi gangguan pada SIKAPEG. Solusi sebagai rekomendasi, sebaiknya dilakukan kontrol secara periodik dan berkala, perawatan dan pemeliharaan secara menyeluruh, terdokumentasi saat dilakukan kontrol serta penetapan kebijakan secara tegas. Kata kunci: keamanan sistem informasi, ISO 27001:2013.
Prototype Pemantau Suhu dan Penyiraman Green House dengan Wemos Berbasis IOT Reni Veliyanti; Dani Sasmoko
Joined Journal (Journal of Informatics Education) Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 (2021)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joined.v4i1.1652

Abstract

Green House managers are experiencing problems due to changes in climate which are very sudden and extreme nowadays, this has resulted in damage to ornamental plants. Therefore, a system that is able to monitor temperature and humidity levels in the air is needed so that ornamental plants can maintain their beauty. Research also developed an automatic watering system using Arduino and Wemos with a firebase database that can ease watering work. In testing the tool runs smoothly even though there is a slight difference in temperature readings but the flushing device can flush accordingly at 7 am and the fan runs when the temperature exceeds 270C to cool the room.
Desain dan Implementasi Smart Classroom Berbasis Sensor PIR dan DHT22 untuk Efisiensi Energi Reni Veliyanti; Dani Sasmoko; Fatahul Febry Dzuhur
Joined Journal (Journal of Informatics Education) Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joined.v8i1.3812

Abstract

Permasalahan pemborosan energi listrik di lingkungan pendidikan, terutama akibat lampu dan kipas yang sering dibiarkan menyala saat ruangan kosong, menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan merancang sistem otomatisasi lampu dan kipas angin berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32, sensor PIR untuk mendeteksi keberadaan manusia, dan sensor DHT22 untuk mengukur suhu ruangan. Sistem ini terhubung dengan aplikasi Blynk guna memudahkan pemantauan dan pengendalian secara real-time. Penelitian dilakukan di SMKS Budi Luhur Guntur selama satu bulan dengan pendekatan eksperimen terapan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berfungsi dengan baik, mampu memberikan respons cepat dan akurat terhadap perubahan kondisi di ruangan. Efisiensi energi meningkat signifikan, dengan penghematan estimatif sebesar 25–30% di satu ruang kelas. Jika diimplementasikan secara menyeluruh, sistem ini berpotensi mengurangi konsumsi listrik hingga lebih dari 66 kWh per bulan. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam penerapan teknologi IoT untuk efisiensi energi di sektor pendidikan.
Perbandingan Prediksi Status Pompa Tandon Air Berbasis IoT Menggunakan Random Forest dan XGBoost Reni Veliyanti; Dani Samoko; Ummi Hanik
Joined Journal (Journal of Informatics Education) Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joined.v8i2.4294

Abstract

Pengelolaan air bersih di lingkungan rumah tangga dan instansi pemerintahan sering kali bergantung pada mekanisme manual atau saklar pelampung yang kurang efisien, menyebabkan pemborosan energi dan keterlambatan respons. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediktif status pompa tandon air berbasis data sensor IoT, termasuk ketinggian air, kekeruhan, suhu, curah hujan, dan fitur temporal, untuk meningkatkan otomasi yang adaptif. Metodologi mencakup praproses data (normalisasi dengan StandardScaler, split 80:20), pelatihan enam algoritma machine learning (Logistic Regression, K-Nearest Neighbors, Support Vector Machine, Random Forest, XGBoost, Multi-Layer Perceptron) menggunakan Python di Google Colab, dengan hyperparameter tuning via GridSearchCV dan 5-fold cross-validation. Evaluasi menggunakan akurasi, precision, recall, F1-score, serta analisis interpretabilitas melalui feature importance dan SHAP. Hasil menunjukkan Random Forest dan XGBoost mencapai performa sempurna (100%), sementara model lain di atas 96%, dengan water_level_cm sebagai fitur dominan (>55-78%). Analisis SHAP mengonfirmasi konsistensi logis model. Kontribusi utama adalah dataset IoT realistis untuk skenario tandon air, evaluasi komparatif model, dan interpretabilitas yang mendukung SDGs 6 dan 9, memungkinkan implementasi otomasi efisien di konteks tropis Indonesia.