Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pernikahan Wanita Hamil Diluar Nikah Menurut Mazhab Syafi’i Dan Kompilasi Hukum Islam Andri Nurwandri; Nur Fadhilah Syam
Jurnal Penelitian Medan Agama MEDAN AGAMA, VOL. 12, NO. 1, JUNI 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58836/jpma.v12i1.9772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hukum antara KHI, UU No. 1 Tahun 1974 dan Imam Syafi’i terhadap hukum perkawinan wanita hamil diluar nikah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualiatif. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah interviu. Analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa perbandingan hukum menikahi wanita hamil dalam KHI, UU No. 1 Tahun 1974 dan Imam Syafi’i adalah dari persaaan hukum, hukumnya sama – sama membolehkan menikahi wanita hamil. Sedangkan perbedaannya terletak pada orang yang menikahi wanita hamil tersebut.Di dalam KHI, UU No. 1 Tahun 1974 dikatakan bahwa orang yang menikahi wanita hamil di luar nikah adalah pria yang menghamilinya. Sedangkan menurut Imam Syafi’i adalah yang menikahi wanita hamil tersebut boleh pria yang bukan menghamilinya.Dari segi nasab anak, dalam KHI dan UU No. 1 Tahun 1974 disebutkan bahwa nasab anak digolongkan kepada ibunya tidak ada pembatasam waktu kelahiran anak digolongkan kepada ibunya dan tidak ada pembatasan waktu anak lahir yaitu 6 bulan. Jika kurang dari 6 bulan anak itu lahir maka nasab anak digolongkan kepada ibunya. Dari segi hak waris anak yang lahir di luar nikah baik dalam KHI, UU No. 1 Tahun 1974 dan Imam Syafi’i sama – sama tidak mendapat warisan. 
Pengabdian Masyarakat Membangun Keteraturan Tata Ruang Desa: Pemasangan Plang Nama Dusun oleh Mahasiswa KKN UINSU di Desa Prapat Janji Kabupaten Asahan Dinda Lestari; Athma Mahmuda; Rizky Ramadhani; Nur Fadhilah Syam
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i3.6013

Abstract

The community service program by KKN students in Prapat Janji Village, Asahan Regency, was motivated by the lack of visual identity in the village, which hindered local orientation and administration. The main objective of this activity was to improve the spatial order of the village by installing name signs in the 11 existing hamlets. The implementation method included several stages: designing the signs, socializing with village officials and the community, dividing tasks among the team, and executing the installation directly at the designated locations. Daily evaluations were conducted to ensure the effectiveness and positive responses from the community. Findings showed that the name signs were successfully installed at strategic points, were aesthetically pleasing, and strengthened the collective identity of the residents. Challenges such as bad weather, access to materials, and distances between hamlets were overcome through teamwork and active participation from the community. The implications of this activity not only enhanced the spatial order of the village but also fostered a sense of ownership and pride among the residents, as well as facilitated access for outsiders, such as couriers and visitors to the village.