Inggrit Rita Uli Manik
Poltekkes Kemenkes Jayapura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Risk Factors For Malaria Incidence In Pregnant Women In Puskemas Bosnik And Marau Regency Biak Numfor Inggrit Rita Uli Manik; Ritha Rumansara; Ruslan .
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v4i2.1047

Abstract

Malaria infection in pregnancy is very detrimental to both the mother and the fetus it contains, because it can increase the morbidity and mortality of the mother and fetus. The prevalence of malaria in Papua Province with Annual Parasite Incendence in 2016 amounted to 208.95 per thousand population, the prevalence of malaria in pregnant women in Papua Province as much as (3.09%). The prevalence of malaria in pregnant women in Biak Numfor Regency in 2017 was 4.11%. The purpose of this study was to determine the risk factors for the incidence of malaria in pregnant women at the Bosnik and Marau Health Centers, Biak Numfor Regency in 2018.This study is an observational study with case control design in pregnant women in the Bosnik Health Center and Marauw Health Center area of Biak Numfor Regency. The study sample with simple random sampling was 27 pregnant women as cases and 27 pregnant women as control.data analised with chi square test. From the results of a multivariate analysis found 2 (two) variables associated with malaria incidence in pregnant women, namely sleeping not using mosquito nets (OR = 3,768 p = 0.024 95% CI 1,158-12,270) and Hb anemia < 9 gr% (OR = 5,500 p = 0.013 95% CI 1,323-22,862) while 3 (three) variables namely low economic status, first parity and ? 4 and nutritional status is not associated with malaria incidence. Risk factors for malaria incidence in pregnant women are related to sleep habits not using mosquito nets and anemia Hb < 9gr%.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perilaku Pencegahan Malaria Pada Ibu Hamil Berdasarkan Pendekatan Teori Health Belief Model (HBM) Selina Boseren; Hermayani Hermayani; Inggrit Rita Uli Manik; Peny Wena Betsy Maran; Leny Krey; Selpiana Toanapa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.53825

Abstract

Malaria merupakan ancaman serius bagi ibu hamil, terutama di daerah endemis, karena dapat menyebabkan komplikasi maternal dan perinatal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perilaku pencegahan malaria pada ibu hamil berdasarkan pendekatan Health Belief Model (HBM) di wilayah kerja Puskesmas Sumberker. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 45 responden ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji regresi logistik sederhana. Hasil menunjukkan bahwa hanya Self-Efficacy (Efikasi Diri) yang memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan perilaku pencegahan malaria (COR = 13,33; p = 0,037). Artinya, ibu hamil dengan efikasi diri tinggi memiliki peluang 13 kali lebih besar untuk patuh dalam mencegah malaria dibandingkan yang efikasi dirinya rendah. Sementara itu, dimensi HBM lainnya yaitu Perceived Susceptibility, Perceived Severity, Perceived Benefits, dan Cues to Action tidak menunjukkan hubungan statistik yang signifikan (p > 0,05), kemungkinan karena keterbatasan sampel, homogenitas respons, serta kesenjangan antara persepsi dan tindakan nyata. Temuan ini menegaskan bahwa efikasi diri merupakan kunci utama dalam mendorong kepatuhan perilaku pencegahan malaria pada ibu hamil. Oleh karena itu, intervensi kesehatan sebaiknya tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan rasa percaya diri, keterampilan praktis, dan dukungan sosial agar perilaku pencegahan dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.