ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular menurut WHO. Data WHO pada tahun 2015 menunjukkan bahwa sebanyak 415 juta jiwa di dunia menderita diabetes melitus tipe 2. Bahkan di Indonesia pada tahun 2013, prevalensi orang dengan diabetes mengalami peningkatan menjadi 6.9%. Saat ini penatalaksanaan untuk diabetes melitus tipe 2 yang umum diberikan adalah pemberian obat metformin. Namun pemberian jangka panjang akan menyebabkan asidosis laktat dan kerusakan ginjal. Karena hal tersebut, maka dibutuhkan alternatif yang dapat baru yang meminimalisir efek samping yang ditimbulkan, sebagai contoh dengan menggunakan bahan herbal. Cyanidin adalah flavonoid alami yang memiliki efek sebagai peningkat sensitivitas dan sekresi insulin. Pembahasan: Cyanidin berpotensi sebagai peningkat sensitivitas reseptor insulin dan meningkatkan sekresi insulin. Dalam upaya meningkatkan sensitivitas insulin, cyanidin mampu menghambat penurunan regulasi ekspresi Glut4 dan menurunkan tingkat ekspresi RBP 4. Sebagai peningkat sekresi insulin Cyanidin meningkatkan ekspresi gen GLUT2, Kir6.2 dan Cav1.2 yang berperan dalam sekresi insulin. Sayangnya Cyanidin memiliki bioavaibility rendah dan tidak stabil. Oleh karena itu enkapsulasi Cyanidin akan meningkatkan ketersediaan cyandin dalam darah dan mudah terkonsentrasi ke sel pankreas Simpulan: Kombinasi Cyanidin PLGA-PEG yang dimodifikasi FC dapat menjadi alternatif baru dalam pengobatan penyakit diabetes melitus tipe 2 Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Cyanidin, PLGA-PEG yang dimodifikasi Fc