Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DUKUNGAN KELUARGA DAN MEKANISME KOPING PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Ayuro Cumayunaro
Menara Ilmu Vol 12, No 1 (2018): Vol. XII No. 1 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i1.483

Abstract

Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit kronik dan salah satu terapinya adalahhemodialisa yang akan menyebabkan perubahan kondisi fisik, sosial ekonomi dan psikologispasien. Perubahan tersebut akan berdampak terhadap mekanisme koping pasien. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan mekanismekoping pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Unit Hemodialisa RS Tk. IIIReksodiwiryo Padang Tahun 2017. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan metodependekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisa. Sampel penelitian ini diambil secara total sampling yaitusebanyak 50 orang. Penelitian ini dilakukan di Unit Hemodialisa RS Tk. III ReksodiwiryoPadang. Data dikumpulkan dengan kusioner melalui metode wawancara, dan dianalisa denganmenggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian diketahui sebanyak 33 pasien (66,0%)mendapatkan dukungan keluarga, 18 pasien (34,0%) tidak mendapatkan dukungan keluarga.Sebanyak 23 pasien (46,0%) menggunakan mekanisme koping adaptif, 27 pasien (54,0%)menggunakan mekanisme koping maladaptif. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubunganantara dukungan keluarga dengan mekanisme koping pasien gagal ginjal kronik yangmenjalani hemodialisa dengan nilai p value 0,010. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkanbagi pihak rumah sakit agar memberikan konseling kepada keluarga tentang pentingnyadukungan keluarga sehingga keluarga dapat mengoptimalkan dukungan kepada pasien gagalginjal kronik yang menjalani hemodialisa.Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik; Mekanisme Koping; Dukungan Keluarga
REBUSAN DAUN SALAM UNTUK PENURUNAN KADAR ASAM URAT DAN INTENSITAS NYERI ARTHRITIS GOUT DI PUSKESMAS ANDALAS PADANG Ayuro Cumayunaro
Menara Ilmu Vol 11, No 75 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 75, April 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i75.141

Abstract

Arthritis gout merupakan peradangan pada sendi yang disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, karena terganggunya metabolisme purin dalam tubuh yang ditandai dengan nyeri sendi, sehingga dapat mengganggu aktivitas penderita. Salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan kadar asam urat dan intensitas nyeri dapat digunakan pengobatan alami yang berasal dari tumbuhan, yaitu daun salam. Daun salam mengandung senyawa flavonoid, tanin, tritepen, polifenol, alkaloid, steroid, sitral dan euguol yang bekerjasama untuk menurunkan kadar asam urat dan mengurangi nyeri juga sebagai anti inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat dan intensitas nyeri pada pasien dengan arthritis gout di Puskesmas Andalas Padang. Jenis penelitian ini adalah Pre-Experiment denganpendekatan one grouppretest-postest menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar asam urat menggunakan blood uric acid dan intensitas nyeri menggunakan numeric rating scale.Perlakuan diberikan 2 kali sehari selama 7 hari, penelitian dilakukan pada tanggal 25 Agustus-4 September 2016. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan rata-rata kadar asam urat dan intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam. Dari hasil analisa data dengan menggunakan paired sample t-test didapatkan p value0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat dan intensitas nyeri pada pasien dengan arthritis gout. Untuk itu, dibutuhkan penelitianlebih lanjut tentang manfaat lain dari air rebusan daun salam. Kata kunci : Air rebusan daun salam ; Intensitas nyeri ; Kadar asam urat
KONSELING KALORI TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS ANDALAS PADANG Ayuro Cumayunaro; Sri Marlia; Yonaniko Dephinto
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i2.858

Abstract

Kondisi hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa dalam darah diatas batas normal yang menjadi tanda khas penyakit Diabetes Mellitus. Penyakit DM tipe 2 merupakan penyakit metabolisme yang diakibat oleh tubuh kekurangan hormon insulin yang berfungsi sebagai pengatur kadar gula darah. Penatalaksanaan pengendalian kadar glukosa darah dapat dilakukan dengan optimalisasi pengendalian  metabolisme  yaitu dengan memaksimalkan  pengelolaan diet yang baik dan seimbang tentang asupan kalori pada penderita DM tipe 2 sehingga kadar glukosa darah dapat dikendalikan. Salah satu bentuk pengelolaan diet dengan pendekatan edukasi yang diberikan melalui konseling kalori pada penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh konseling kalori terhadap kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan  metode quasi eksperiment dan pendekatan one group pre and posttest, dengan penelitian dilakukan dengan pengukuran kadar glukosa darah dilakukan 2 kali yaitu pertama sebelum intervensi, setelah itu dilakukan intervensi dengan konseling kalori setelah itu dilakukan pengukuran kadar gula darah kedua. Rata –rata kadar glukosa dara pre test yaitu 177,7 mg/dl dan post test 138,7 mg/dl. Hasil uji statistik paired t test di dapatkan nilai p value 0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang bermakna antara kadar glukosa darah responden pre test dengan post test konseling kalori pasien DM tipe 2. Diharapkan peran dari tenaga kesehatan dalam pemberian edukasi yang maksimal pada pasien dan keluarga yang menderita DM tipe 2 terutama dalam pengendalian gula darah khususnya terkait dengan asupan kalori yang menjadi salah satu perhatian penting dalam penalaksanaan pasien DM tipe 2.
GAYA HIDUP (LIFE STYLE) DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA (26-45 Tahun) di WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS PADANG Ayuro Cumayunaro; Yonaniko Dephinto
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.614

Abstract

Hipertensi  merupakan  salah satu penyakit tidak menular yang saat ini masih menempati angka kejadian tertinggi dalam penyebab kematian, sering diberi gelar The  Sillent  Killer  karena penyakit ini merupakan pembunuh tersembunyi. Penyakit hipertensi meningkat setiap tahunnya dan merupakan penyakit yang menyebabkan kematian no 1 di dunia. Gaya  hidup  merupakan  faktor  risiko  penting terhadap timbulnya hipertensi pada seseorang termasuk usia dewasa (26-45 tahun). Meningkatnya hipertensi dipengaruhi oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti : kurang aktifitas fisik,pola makan yang salah, kebiasaan merokok, kebiasaan minum kopi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran gaya hidup pasien hipertensi pada usia dewasa (26-45 tahun). Desain penelitian pada penelitian ini yang digunakan yaitu deskriptif. Pengumpulan data dengan mengunakan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan cara simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang responden. Berdasarkan data didapatkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi usia dewasa (26-45 tahun) Sebanyak (88,9%) pasien hipertensi memiliki  aktifitas fisik yang tidak aktif. Sebanyak (57,8%) pasien hipertensi memiliki pola makan yang tidak sehat. Sebanyak (31,1%) pasien hipertensi. Meningkatnya kejadian hipertensi pada usia dewasa hendaknya menjadi pedoman dalam gaya hidup sehat yang harus di jalani di masyararakat dan puskesmas sebagai pelayanan kesehatan terdekat bisa mengambil  strategi  dengan  memberikan  pendidikan  kesehatan  tentang  gaya hidup yang menjadi faktor pemicu terjadi hipertensi di wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. 
TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PARU PADA KELUARGA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS PADANG Ayuro Cumayunaro; Ridha Hidayati
Journal of Social and Economics Research Vol 2 No 1 (2020): JSER, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.252 KB) | DOI: 10.54783/jser.v2i1.13

Abstract

Di dunia saat ini mengalami masalah kesehatan yaitu meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit menular seperti Tuberkulosis paru. Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh infeksi menular oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Apabila tidak segera diobati atau pengobatanya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Maka untuk itu perlu sekali untuk melakukan pencegahan agar tidak ditularkan pada anggota keluarga dengan meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan penularan tuberculosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan upaya pencegahan penularan tuberkulosis paru pada keluarga di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang. Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional, dan populasi adalah Anggota keluarga pasien yang tinggal satu rumah dengan pasien TB paru. Pengambilan data menggunakan metode simple random sampling, instrumen penelitian dengan kuesioner. Analisa data univariat ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi dan bivarit dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 61,2% keluarga mempunyai pengetahuan tinggi tentang TB paru dan 51% keluarga berperan dalam upaya pencegahan penularan TB paru, hasil uji statistik terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan dengan nilai p= 0,002. Saran bagi instansi kesehatan dalam hal ini Puskesmas Andalas Padang untuk memberikan sosialisasi atau penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terutama pada masyarakat yang salah satu anggota keluarga yang tinggal satu rumah yang sudah terdiagnosa (+) TB paru di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang dan mengaktifkan keluarga-keluarga binaan.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KELURAHAN KUBU DALAM PARAK KARAKAH WILAYAH KERJA PUKESMAS ANDALAS PADANG Ridha Hidayati; Ayuro Cumayunaro
Journal of Scientech Research and Development Vol 2 No 1 (2020): JSRD, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.177 KB) | DOI: 10.56670/jsrd.v2i1.9

Abstract

Peningkatan kasus Diabetes Mellitus telah menjadi masalah serius kesehatan masyarakat. Klasifikasi diabetes mellitus ada 2 yaitu diabetes mellitus type 1 (DM tergantung insulin) dan type 2 (DM tidak tergantung insulin). Kadar glukosa darah penentu seseorang mengidap penyakit Diabetes Mellitus. Penurunan kadar glukosa darah dapat dilakukan dengan mengunakan teknik Farmakologi dan NonFarmakologi. Penanganan farmakologi dengan penggunaan obat-obatan dan penanganan non- farmakologi salah satunya dengan rebusan daun jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh pemberian air rebusan daun jambu biji terhadap kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus type 2 di kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang. Desain penelitian adalah Quasi Eksprimen dengan mengunakan metode one group pretest and post test.Sampel yang digunakan diambil dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah reponden 15 orang berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah kadar glukosa darah sebelum dan sesudah diberikan air rebusan daun jambu biji. Kadar glukosa diukur dengan mengunakan alat Easy –Touch, dan lembar observasi. Data diolah dengan mengunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh air rebusan daun jambu biji terhadap kadar glukosa darah dengan p 0.000 (<0’05). Disarankan pada Pukesmas Andalas Padang agar dapat memberikan penyuluhan tentang manfaat air rebusan daun jambu biji sebagai alternatif untuk mengendalikan kadar glukosa darah dalam batas normal pada pasien Diabetes Mellitus type 2
TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PARU PADA KELUARGA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS PADANG Ayuro Cumayunaro; Ridha Hidayati
Journal of Social and Economics Research Vol 2 No 1 (2020): JSER, June 2020
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v2i1.13

Abstract

Di dunia saat ini mengalami masalah kesehatan yaitu meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit menular seperti Tuberkulosis paru. Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh infeksi menular oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Apabila tidak segera diobati atau pengobatanya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Maka untuk itu perlu sekali untuk melakukan pencegahan agar tidak ditularkan pada anggota keluarga dengan meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan penularan tuberculosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan upaya pencegahan penularan tuberkulosis paru pada keluarga di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang. Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional, dan populasi adalah Anggota keluarga pasien yang tinggal satu rumah dengan pasien TB paru. Pengambilan data menggunakan metode simple random sampling, instrumen penelitian dengan kuesioner. Analisa data univariat ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi dan bivarit dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 61,2% keluarga mempunyai pengetahuan tinggi tentang TB paru dan 51% keluarga berperan dalam upaya pencegahan penularan TB paru, hasil uji statistik terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan dengan nilai p= 0,002. Saran bagi instansi kesehatan dalam hal ini Puskesmas Andalas Padang untuk memberikan sosialisasi atau penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terutama pada masyarakat yang salah satu anggota keluarga yang tinggal satu rumah yang sudah terdiagnosa (+) TB paru di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang dan mengaktifkan keluarga-keluarga binaan.
Pendidikan Kesehatan dengan Media Booklet Terhadap Perilaku Ibu dalam Melakukan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) pada Anak : Health Education with Booklet Media on Maternal Behavior Behavior in Conducting Early Detection of Growth and Development (DDTK) in Children Ayuro Cumayunaro; Helda; Yonaniko Dephinto; Yelly Herien
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 16 No. 1 (2020): NJK Volume 16, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v16i1.141

Abstract

Age of children in 1-36 months is a window of opportunity for children to learn all of the developmental aspects such as fine and gross motor skill, vision, cognitive, language skill, social development and emotional intelligence because 80% part of brain develop in this golden period. Unfortunately, some problems of child growth and development occur in this age. Early detection and intervention is very helpful for optimal growth and development. Booklet become one of effective media because it contains complete guidance, easy language, attractive appearance that can be practically carried by mothers everywhere and becomes a guide for independent detection. This research aimed to determine the effectiveness of health education with booklet to mother’s behavior (knowledge and attitude) in detecting growth and development of children 1-36 months. This research used quasi experimental design with one group pretest-posttest approach. Health education with booklet was given to 51 mothers selected by purposive sampling technique. Knowledge and attitude were measured by questionnaire and the results were analyzed by paired T test. Statistical analysis found that there is significance difference between mother’s knowledge (p=0,000) and attitude (p=0,005) in conducting early detection of child growth and development before and after health education was given. Booklet is effective media for providing health education to mothers. Health professionals can use booklet to improve mother’s knowledge and attitude so they can monitor children’s growth and development optimally.