Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI CBIA (CARA BELAJAR IBU AKTIF) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN OBAT COMMON COLD DI DESA Okti Ratna Mafruhah; Diesty Anita Nugraheni; Sita Ririn Safitri
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 6, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.241

Abstract

Common cold atau biasa disebut pilek merupakan salah satu penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bagian atas. Obat common coldmerupakan golongan obat bebas terbatas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Pengetahuan yang baik dalam swamedikasi dapat menciptakan penggunaan obat yang tepat, sehingga meminimalisir medication error. Penelitian yang dilakukan di Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif) terhadap tingkat pengetahuan obat common cold. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan rancangan pretest-postest design with control group. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah intervensi. Data yang telah didapatkan dianalisis secara statistik dengan Wilcoxon dan Mann-Whitney test. Tingkat pengetahuan kelompok perlakuan meningkat secara signifikan dengan p value 0,000. Perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan juga terjadi anatara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan p value 0,000. Kategori baik pada kelompok perlakuan meningkat menjadi 81,6%.Kata kunci: CBIA,common cold, pengetahuan, swamedikasi
Tingkat Pengetahuan dan Kepedulian Masyarakat tentang Keamanan Penggunaan Kosmetik: Scoping Review Rahma, Rahma Sakti Oktavia; Vitarani Dwi Ananda Ningrum; Okti Ratna Mafruhah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetovigilans adalah praktik penting untuk menjamin keamanan penggunaan kosmetik di masyarakat. Di Indonesia, peran ini diemban oleh lembaga seperti BPOM, tetapi efektivitasnya bergantung pada pengetahuan, perspektif, dan sikap masyarakat dalam melaporkan efek samping serta memilih produk yang aman. Scoping review ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat tentang kosmetovigilans dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan dan faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran masyarakat terhadap kosmetovigilans. Scoping review dilakukan dengan pencarian literatur dari PubMed, Science Direct, dan Google Scholar menggunakan kata kunci knowledge of cosmetovigilance, awareness of cosmetic safety, public understanding cosmetovigilance, Factors Influencing Public Awareness of Cosmetovigilance. Artikel yang dipilih adalah studi yang membahas pengetahuan atau kesadaran masyarakat tentang kosmetovigilans, studi dalam bahasa Inggris atau Indonesia, dan studi yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir. Review ini menunjukkan kesenjangan antara kesadaran dan tindakan konsumen terkait keamanan kosmetik di berbagai wilayah. Di India, sebanyak 95,11% responden menyadari efek samping kosmetik, namun hanya 68,43% memahami konsep ‘keamanan kosmetik’. Sementara itu, di Arab Saudi, 74% responden menggunakan tabir surya, tetapi hanya 16% yang melakukannya secara rutin. Selain itu, 16,1% wanita melaporkan efek samping kosmetik. Di Sri Lanka, banyak mahasiswa mengalami jerawat dan alergi akibat kosmetik yang tidak sesuai. Adapun di Portugal, sebanyak 93% konsumen tidak mengetahui kadar THC yang aman pada produk kosmetik berbasis cannabis. Data ini menunjukkan perlunya edukasi dan regulasi yang lebih baik di berbagai wilayah. Meskipun kosmetik bermanfaat, banyak konsumen kurang sadar akan resikonya. Edukasi, regulasi yang ketat, dan sistem pelaporan yang baik dibutuhkan untuk melindungi konsumen. Kolaborasi pemerintah, industri, dan masyarakat menjamin kosmetik berkualitas.