Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODEL PERSAMAAN KUAT TARIK BELAH DAN KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER DENGAN BERBAGAI SUHU PERAWATAN: EQUATION MODEL OF TENSION STRENGTH AND COMPRESSIVE STRENGTH OF GEOPOLYMER CONCRETE WITH VARIOUS TREATMENT TEMPERATURES Muhammad Nafhan Isfahani; Jonbi Jonbi
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 20 No. 2 (2021): EDISI BULAN NOVEMBER 2021
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v20i2.80

Abstract

Kualitas beton ditunjukkan dengan seberapa besar nilai kuat tekannya walaupun beton merupakan bahan yang tidak cukup kuat untuk menahan kuat tarik, untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang model hubungan kuat tekan beton. dengan kekuatan tarik belah dengan berbagai perlakuan suhu yang belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan persentase kenaikan kuat tekan, kuat tarik belah dan model matematis (korelasi regresi) perilaku kuat tarik belah pada kuat tekan beton geopolimer dengan perlakuan temperatur ruang, 60°C, 90° C selama 24 jam. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa rata-rata kenaikan kuat tekan beton dari suhu kamar ke perlakuan suhu 60 adalah: 32,7% dari suhu 60 ke suhu perlakuan 90 adalah 22,5%. Rata-rata kenaikan kuat tarik belah beton dari suhu kamar ke perlakuan suhu 60 adalah 34,4% dari suhu 60 ke suhu perlakuan 90 adalah 4,7%. Model Persamaan kuat tarik dengan kuat tekan beton geopolimer umur 28 hari yang dirawat pada suhu kamar ditunjukkan dengan persamaan fr = 0,708 fc0.5. Perlakuan pada suhu 60° ditunjukkan oleh persamaan fr = 0,808 fc0.5 . Temperatur perlakuan 90° ditunjukkan oleh persamaan.
PENGARUH CAMPURAN BAHAN ADDITIVE KAPUR TOHOR (CaO) DAN FLY ASH TERHADAP STABILISASI TANAH DASAR LEMPUNG Eri Setia Romadhon; Noviana Putri Kosasih; Muhammad Nafhan Isfahani
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 18 No. 2 (2019): EDISI BULAN NOVEMBER 2019
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v18i2.16

Abstract

Clay is a multi-component soil, the soil is shrinking or hard if it has low water content, whereas if the water content is high it will be soft or inflated, plastic and cohesive, experience a development and shrinkage event that takes place relatively quickly so it can endanger a construction. The first step is to find out what the optimum water content value is in the original clay soil in terms of the Atterberg Limits test value and the UCS (Unconfined Compressive Strength) test with different ripening periods using a mixture of fly ash and lime. Based on the results of testing and discussion that has been carried out on silt clay samples stabilized using a mixture of Cretaceous and Fly ash with different compositions, several conclusions are obtained: Properties of soil moisture content = 81.05%, Specific Gravity Original Land = 2.74, Analysis of Grain and Hydrometer Size: Clay = 52.57%, Silt = 43.26%, and Sand = 4.17%. From the results of the Atterberg test for native land, the liquid limit value was 73.17%, and the plastic limit was 42.08% with a plasticity index of 31.09%. So based on the classification of USCS the research soil belongs to the MH-OH symbol group, has moderate to high plasticity and contains mica or diatome elastic silts
ANALISA EFISIENSI PERENCANAAN ANGGARAN BIAYADAN WAKTU PADA PROYEK SAVYAVASA LUXURY RESIDENCE Muhammad Rafiq Prakoso; Muhammad Nafhan Isfahani
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 2 (2023): EDISI BULAN NOVEMBER 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i2.165

Abstract

Di Indonesia terutama di bidang konstruksi mengalami perkembangan yang sangat pesat dan berkembang luas. Proyek konstruksi seharusnya dapat diselesaikan dengan biaya dan waktu yang telah direncanakan sebelumnya. Proyek konstruksi sering terjadi telat dalam penyelesaian proyek tersebut, untuk itu perlu dilakukannya manajemen biaya dan waktu pada sebuah proyek konstruksi sangat disarankan sekali supaya kegiatan konstruksi dapat selesai tepat waktu dengan biaya yang tidak bengkak bahkan lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan dengan catatan biaya yang dikeluarkan tidak melebihi bahkan kurang dari biaya yang di anggarkan. Konsep Earned Value mempunyai tiga jenis dimensi yaitu menyelesaikan proyek konstruksi yang menggambarkan rencana penyerapan biaya, biaya aktual yang sudah di anggarkan serta apa yang diperoleh dari biaya yang sudah di anggarkan atau yang disebut Konsep Earned Value. Dalam pelaksanaan pekerjaan Proyek Pembangunan Savyavasa Luxury Residence dengan perhitungan BCWS sampai bulan ke-15 diperoleh nilai sebesar Rp 501.520.800.000, BCWP sampai bulan ke- 15 diperoleh nilai sebesar Rp 369.232.600.000, dan ACWP sampai bulan ke-15 diperoleh nilai sebesar Rp 342.464.100.000 pada Proyek Pembangunan Savyavasa Luxury Residence. Dalam pelaksanaan pekerjaan Proyek Pembangunan Savyavasa Luxury Residence Sampai bulan ke 15 berjalannya proyek Savyavasa Luxury Residence, diperoleh rata –rata nilai SPI < 1 dan diperoleh rata-rata nilai CPI >1. Berdasarkan nilai BEAC sampai bulan ke-15 nilainya adalah sebesar Rp 1.601.796.538.821 menunjukkan estimasi biaya sampai bulan ke-15 lebih rendah dibandingkan dengan biaya perencanaan awal sebesar Rp 1.727.000.000.000 sehingga proyek mengalami keuntungan jika dihitung sampai bulan ke-15.