Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Banjar Gemeh melalui Sosialisasi dan Pendampingan Administrasi Kependudukan, Jaminan Sosial, dan Layanan Pos Pengaduan Gede Wirata; Tri Hayatining Pamungkas; Sri Sulandari; Putu Deva Pradnyana Mardiana Putera; Cokorda Putra Indrayana
Journal of Community Research & Engagement Vol. 2 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : LPPM STIE Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60023/f730w931

Abstract

Kewarganegaraan berbasis administrasi dan perlindungan sosial merupakan landasan perlindungan dasar bagi warga negara. Namun, kurangnya pengetahuan di kalangan masyarakat seringkali menjadi hambatan dalam pengurusan dokumen dan akses ke jaminan sosial. Coconutdevotion bertujuan untuk meningkatkan literasi administrasi kewarganegaraan dan jaminan sosial bagi warga Banjar Gemeh, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar melalui sosialisasi kepada warga dan pengawasan langsung. Peserta terdiri dari 62 orang, termasuk warga desa, pejabat desa, dan perwakilan organisasi Sekolah Perempuan Bali Sruti. Mitra memainkan peran penting dalam menggerakkan peserta, menyediakan tempat kegiatan, dan menjadi saluran advokasi melalui pos pengaduan anak-anak Sruti untuk kasus kekerasan dan masalah hukum. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan bantuan administratif. Hasil menunjukkan bahwa 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang fungsi administrasi kewarganegaraan dan manfaat jaminan sosial. Selain itu, 17 peserta secara langsung berkonsultasi mengenai pengisian dokumen KTP, KK, dan akta kelahiran. Hal ini juga meningkatkan akses warga terhadap layanan perlindungan hukum melalui pengenalan pos pengaduan anak-anak Sruti, yang merespons 4 laporan awal mengenai hambatan administratif dan kerentanan hukum. Catatan tersebut menegaskan kembali bahwa sosialisasi sistematis dan pemantauan berbasis komunitas merupakan alat yang efektif dalam meningkatkan kesadaran, memfasilitasi pemenuhan dokumen, dan meningkatkan akses terhadap perlindungan hukum dan layanan jaminan sosial. Kolaborasi antara universitas, pemerintah desa, dan KOEM merupakan langkah alami dalam memperkuat ekosistem layanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
MITOCHONDRIAL DNA VARIATION OF THE SUMATRAN ELEPHANT IN SUMATERA Sri Sulandari
BIOTROPIA Vol. 19 No. 2 (2012): BIOTROPIA Vol. 19 No. 2 December 2012
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.481 KB) | DOI: 10.11598/btb.2012.19.2.250

Abstract

A research on Mitochondrial DNA analysis of genetic diversity in Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus) was conducted in this study.  A 630 bp segment of mitochondrial DNA was amplified on 105 samples of Sumatran elephant from 5 locations in Sumatera (Bentayan, Sugihan, Bukit Salero Lahat, Seblat, Way Kambas) using a set of primers: MDL3 (5’-CCCACAAT-TAATGGGCCC-GGAGCG-3’) and MDL5 (5’-TTACATGAATTGGCAGCCA-ACCAG-3’). The objectives of this study is to generate mitochondrial DNA D-loop sequences for all the Sumatran elephant samples under this study and  to provide information haplotypes and nucleotide diversity of  Sumatran elephant populations.             A total of 105 PCR product were successfully sequenced perfectly, with an average length of about 616 base pairs. However, mitochondrial DNA fragments  for this analysis used the first 601 bases. Results showed six haplotypes (BP, BT, BS, BR, BX and BY) identified in Sumatera.  The most of the sampled individuals are the haplotipe BT. BX and BY are most likely new haplotypes..  All haplotype, except for the haplotipe BP  are belonging to the Sumatera clade. The haplotipe BX was derived from the haplotipe BT, and the haplotype  BY was derived from the haplotipe BS by one transversion respectively. The other substitutions in this network were the transitions. The haplotype BP is widely distribute from Sri Lanka, Sumatera, Peninsular Malay  and China). Although reported that the haplotype BU distributed Sumatera and Peninsular Malay, but BU haplotype not detected in this study.             Genetic distances within populations in Bentayan, Bukit Salero Lahat, Seblat, Sugihan and Way Kambas ranged from 0.0000 - 0003, and the genetic distance between the populations that is 0.0000 - 0. 0022. The distance between haplotypes of Sumatran elephant’s population is low.• The diversity of haplotypes and nucleotide in Sumatera island is low, the highest is  in the region of Buki Salero  Lahat and, lowest is in Bentayan and Sugihan. Overall, the results of analysis of Fu and Li's F * test statistic indicates that the population of Sumatran elephants in Sumatra is -0.78871, which means there is no inbreeding, but not significant at P> 0:10.   Keywords : Sumatran elephant, Elephas maximus  sumatranus, mitochondrial DNA, haplotype