Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Radiosensitivity of Two Local Chili Varieties to Gamma Rays Makhziah Makhziah; Djarwatiningsih Poengky Soedjarwo
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 2 (2023): June 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i2.423-430

Abstract

Genetic variation is needed for developing new superior varieties in plant breeding.  Genetic variation of chili plants could be increased by inducing mutation with gamma rays irradiation. The aim of this study was to determine radiosensitivity of two local varieties of chili pepper by calculating the lethal dose values at LD20 and LD50. Chili pepper (Capsicum frutescens L.) seeds of local varieties origin from Tulungagung and Ponorogo were irradiated with cobalt-60 gamma rays at doses of: 0; 100; 200; 300; 400; 500; 600; 700; 800; 900; 1000 Gray (Gy); each as many as 50 seeds per dose of radiation. The irradiated chili seeds were grown in small polybags containing 1:1 mixture of soil and compost. Germination parameters of chili seeds was observed 30 days after planting (DAT) to determine lethal dose of 20 (LD20) and lethal dose of 50 (LD50). The results showed that increasing doses of gamma rays caused greater damage to chili seeds therefore the seeds were not able to germinate. Local Tulungagung Variety had LD20 and LD50 of 147.62 Gy and 409.52 Gy; and the Local Ponorogo variety had LD20 and LD50 of 90.3 Gray and 453.7 Gray. Local Tulungagung Variety was more sensitive to gamma rays than Local Ponorogo Variety. LD20 and LD50 can be used to get a lot of genetic variation and obtaining the positive mutants. Keywords:  Irradiation, Genetic variation, Lethal dose, Mutation
Pengaruh Dosis POC Kulit Pisang dan Guano terhadap Pertumbuhan Terong Ungu (Solanum melongena L.) Hesty Astria Samputri; Guniarti Guniarti; Rr. Djarwatiningsih P.S.
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1172

Abstract

POC kulit pisang dan guano merupakan pupuk organik yang dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengurangi pupuk anorganik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman terong. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, dimulai pada bulan Mei - Agustus 2022. Penelitian menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis POC kulit pisang (P) dengan 3 taraf yaitu P1: 100 ml, P2: 200 ml, P3: 300 ml dan Guano (G) sebagai faktor kedua dengan 3 taraf yaitu G1: 20 g, G2: 40 g, G3: 60 g, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Hasil menunjukkan interaksi antara dosis POC kulit pisang dan guano memberikan pengaruh terhadap parameter jumlah bunga sebesar 15,11 bunga, diameter buah periode ke 4 sebesar 45,56 mm, dan fruit set sebesar 50,67%. 
Dampak Penggunaan Pupuk Hayati dengan Variasi Waktu Pemberian dan Konsentrasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit Aryadeva kemal Rafii; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Didik Utomo Pribadi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.14999

Abstract

Tanaman hortikultura yang memiliki signifikansi ekonomi salah satunya adalah cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Diperlukan peningkatan produktivitas secara signifikan untuk memenuhi permintaan konsumsi cabai rawit yang cenderung meningkat tiap tahunnya, salah satunya dengan menggunakan pupuk hayati. Perlu juga adanya perhatian khusus terhadap penggunaan nutrisi yang lebih ramah lingkungan untuk budidaya tanaman hortikultura salah satunya untuk tanaman cabai rawit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh penggunaan pupuk hayati terhadap budidaya tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa watutulis, Kecamatan Temu, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur pada bulan Juli hingga Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hayati dengan konsentrasi 5 ml/l, 10 ml/l dan 15 ml/l, sedangkan faktor kedua adalah waktu pemberian pupuk hayati sebanyak 2 kali, 3 kali dan 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi dan waktu pemberian pupuk hayati tidak terdapat interaksi pada seluruh parameter pengamatan. Secara terpisah, konsentrasi dan waktu pemberian pupuk hayati memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman pada tanaman cabai rawit. Konsentrasi pupuk hayati terbaik pada 10 ml/l dan waktu pemberian terbaik sebanyak 3 kali pemberian pada parameter produktif.
PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Mahargian Hammam Mu’afa; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Didik Utomo Pribadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 1 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara peningkatan produksi komoditas tanaman cabai rawit dapat dilakukan dengan waktu pemangkasan pucuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga varietas cabai rawit akibat perlakuan waktu pemangkasan pucuk. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur pada Pebruari-Juni 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu waktu pemangkasan pucuk dengan empat taraf perlakuan, antara lain tanpa pemangkasan pucuk, pemangkasan pucuk 7 hst, 14 hst dan 21 hst. Faktor kedua yaitu varietas dengan tiga taraf yaitu, varietas Mhanu F1, CR ASA 7 dan OR Kencana. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, jumlah buah per periode panen, jumlah buah total, fruit set, bobot buah per periode panen dan bobot total buah segar. Perlakuan kombinasi P3V3 (pemangkasan pucuk pada umur 21 hst, varietas OR Kencana) menghasilkan jumlah buah total terbanyak (102 buah) dan bobot buah segar total terberat (288,10 g), berbeda nyata dengan semua perlakuan. Perlakuan waktu pemangkasan pucuk berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan. Penggunaan tiga varietas berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah bunga, jumlah buah tanaman per panen dan bobot buah segar tanaman per panen.
PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) Ahmad Khafid Afianto; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Agus Sulistyono
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 2 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.) memiliki prospek permintaan pasar yang tinggi. Produksi tanaman tomat yang rendah dapat disebabkan oleh pemberian unsur hara yang tidak optimal bagi tanaman. Pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dapat dioptimalkan dengan memberikan berbagai perlakuan, diantaranya adalah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan seimbang menggunakan pupuk organik cair (POC) (NASA) serta interval waktu pemberian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC NASA dan interval waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang dilakukan di UPT 3 Dinas Pertanian Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada bulan Desember 2019 – Maret 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi POC (NASA), terdiri dari empat taraf yaitu tanpa pemberian POC NASA (kontrol) (P0), 1 ml/l air (P1), 2 ml/l air (P2), dan 3 ml/l air (P3). Faktor kedua adalah interval waktu pemberian yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1 minggu sekali (V1), 2 minggu sekali (V2), dan 3 minggu sekali (V3). Terjadi interaksi yang sangat nyata pada perlakuan kombinasi P3V2 terhadap tinggi tanaman tomat pada umur 40 hst (68,06), 50 hst (80,56), 60 hst (86,06), dan jumlah daun pada umur 40 hst (20,11), 50 hst (26,56), 60 hst (35,11).
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK NPK 16-16-16 DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Firda Rohatul Widad; Agus Sulistyono; Djarwatiningsih Djarwatiningsih
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Produksi cabai rawit meningkat namun belum mampu memenuhi kebutuhan cabai rawit nasional sehingga pemerintah masih harus melakukan impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian paklobutrazol dan dosis pupuk NPK 16-16-16 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Gresik pada bulan November 2020 sd Maret 2021. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Petak Terbagi (RPT) terdiri dari dua faktor yaitu frekuensi pemberian paklobutrazol (P) dan dosis pupuk NPK (N) dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan kombinasi antara frekuensi pemberian paklobutrazol dan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter kecuali umur muncul bunga dan umur masak buah. Kombinasi perlakuan tanpa aplikasi paklobutrazol + 24 g/tanaman pupuk NPK 16-16-16 meningkatkan tinggi tanaman sebesar 18% dan jumlah daun sebesar 48% dibandingkan dengan kontrol. Hasil terbaik yaitu kombinasi perlakuan dua kali aplikasi paklobutrazol + 24 g/tanaman pada parameter jumlah bunga, Persentase bunga jadi buah (fruitset), jumlah buah total per tanaman, dan bobot buah total per tanaman. Hasil terbaik pada dosis NPK 24 g/tanaman mampu mempercepat umur muncul bunga (43,79) hari dan umur masak buah (86,04) hari.
PENGARUH UMUR PINDAH TANAM DAN JENIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) Fitriany Primawati; Djarwatiningsih P. Soejarwo; Agus Sulistyono
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) merupakan sayuran yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya dalam segi gizi dan harga buah terong menjadi komoditas yang mengalami peningkatan permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur pindah tanam dan jenis pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2021 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu umur pindah tanam dan jenis pupuk organik cair dengan 16 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu umur pindah tanam dengan 4 taraf yaitu umur bibit 10 hari, 20 hari, 30 hari, dan 40 hari. Sedangkan faktor kedua yaitu jenis pupuk organik cair dengan 4 taraf yaitu pupuk NPK 20 gram/tanaman, bonggol pisang 150 ml/tanaman, Super Aci 3 ml/liter, dan Nasa 150 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan umur pindah tanam dan jenis pupuk organik cair menunjukkan interaksi pada parameter pengamatan jumlah daun dan diameter batang. Umur pindah tanam 10 hari dan jenis pupuk NPK 20 gram/tanaman menunjukkan hasil tertinggi pada parameter pengamatan jumlah daun dan diameter batang.
PENAMPILAN SIFAT KUANTITATIF GALUR MUTAN (M1) JAGUNG UNGU (Zea mays L.) AKIBAT IRADIASI SINAR GAMMA 60Co PADA DOSIS 100 Gy Muhammad Faishal Octadianto; Makhziah Makhziah; Djarwatiningsih P. Soedjarwo
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung memiliki rasa lezat dan banyak dibutuhkan masyarakat. Jagung ungu merupakan pangan fungsional yang memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Produksi jagung ungu masih tergolong rendah. Upaya pengembangan jagung ungu diperlukan untuk peningkatan ketersediaan benih bermutu, salah satunya dengan induksi mutasi iradiasi sinar gamma 60Co. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari iradiasi sinar gamma 60Co terhadap penampilan karakter mutan (M1) tanaman jagung ungu pada dosis 100 Gy. Penelitian dilakukan bulan Oktober 2021-Januari 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode rancangan acak kelompok satu faktor dengan penanaman empat tanaman tiap satuan petak dan empat ulangan. Faktor penelitian meliputi galur mutan (M1) jagung ungu varietas Black aztec dosis 100 Gy radiasi sinar gamma 60Co. Penelitian ini menggunakan analisis ragam yang dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil analisis data menunjukkan terdapat pengaruh galur mutan (M1) jagung ungu terhadap keragaman karakter kuantitatif tinggi tanaman, jumlah daun di atas tongkol, indeks anakan, rebah batang, umur keluar bunga jantan, umur keluar bunga betina, tinggi kedudukan tongkol dan bobot 1000 butir.
Effect of NPK Phonska Fertilizer Dose and Silica Fertilizer Concentration on Garlic (Allium sativum L.) Choirina Kamilia Rohani; Makhziah Makhziah; Djarwatiningsih Djarwatiningsih
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 14, No 1 (2025): February 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i1.194-201

Abstract

Garlic is widely recognized for its culinary, industrial, and medicinal applications, attributed to its sulfur compounds and allicin, which contribute to its pungent taste and distinctive aroma. This study, conducted in Sajen Village, Pacet District, Mojokerto, from January to May 2024, aimed to evaluate the effects of Phonska NPK and silica fertilizers on garlic production. A factorial experimental design with two factors was employed using a Split-Plot Design within a Randomized Complete Block Design (RCBD). The main plots were treated with silica fertilizer at concentrations of 0 g/L, 5 g/L, 10 g/L, and 15 g/L, while the subplots received Phonska NPK fertilizer at rates of 0 kg/ha (control), 400 kg/ha, 600 kg/ha, and 800 kg/ha. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and the HSD test at a 5% significance level. Results indicated that the combination of 0 g/L silica fertilizer and 800 kg/ha Phonska NPK fertilizer yielded the highest garlic production. Although the individual application of Phonska NPK fertilizer did not have a significant effect, the absence of silica fertilizer (0 g/L) significantly influenced leaf width and the development of generative structures. Keywords: Harvest, Nutrient, Potassium, Tuber size.