Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Radiosensitivity of Two Local Chili Varieties to Gamma Rays Makhziah Makhziah; Djarwatiningsih Poengky Soedjarwo
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 2 (2023): June 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i2.423-430

Abstract

Genetic variation is needed for developing new superior varieties in plant breeding.  Genetic variation of chili plants could be increased by inducing mutation with gamma rays irradiation. The aim of this study was to determine radiosensitivity of two local varieties of chili pepper by calculating the lethal dose values at LD20 and LD50. Chili pepper (Capsicum frutescens L.) seeds of local varieties origin from Tulungagung and Ponorogo were irradiated with cobalt-60 gamma rays at doses of: 0; 100; 200; 300; 400; 500; 600; 700; 800; 900; 1000 Gray (Gy); each as many as 50 seeds per dose of radiation. The irradiated chili seeds were grown in small polybags containing 1:1 mixture of soil and compost. Germination parameters of chili seeds was observed 30 days after planting (DAT) to determine lethal dose of 20 (LD20) and lethal dose of 50 (LD50). The results showed that increasing doses of gamma rays caused greater damage to chili seeds therefore the seeds were not able to germinate. Local Tulungagung Variety had LD20 and LD50 of 147.62 Gy and 409.52 Gy; and the Local Ponorogo variety had LD20 and LD50 of 90.3 Gray and 453.7 Gray. Local Tulungagung Variety was more sensitive to gamma rays than Local Ponorogo Variety. LD20 and LD50 can be used to get a lot of genetic variation and obtaining the positive mutants. Keywords:  Irradiation, Genetic variation, Lethal dose, Mutation
Pengaruh Dosis POC Kulit Pisang dan Guano terhadap Pertumbuhan Terong Ungu (Solanum melongena L.) Hesty Astria Samputri; Guniarti Guniarti; Rr. Djarwatiningsih P.S.
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1172

Abstract

POC kulit pisang dan guano merupakan pupuk organik yang dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengurangi pupuk anorganik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman terong. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, dimulai pada bulan Mei - Agustus 2022. Penelitian menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis POC kulit pisang (P) dengan 3 taraf yaitu P1: 100 ml, P2: 200 ml, P3: 300 ml dan Guano (G) sebagai faktor kedua dengan 3 taraf yaitu G1: 20 g, G2: 40 g, G3: 60 g, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Hasil menunjukkan interaksi antara dosis POC kulit pisang dan guano memberikan pengaruh terhadap parameter jumlah bunga sebesar 15,11 bunga, diameter buah periode ke 4 sebesar 45,56 mm, dan fruit set sebesar 50,67%. 
Dampak Penggunaan Pupuk Hayati dengan Variasi Waktu Pemberian dan Konsentrasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit Aryadeva kemal Rafii; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Didik Utomo Pribadi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.14999

Abstract

Tanaman hortikultura yang memiliki signifikansi ekonomi salah satunya adalah cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Diperlukan peningkatan produktivitas secara signifikan untuk memenuhi permintaan konsumsi cabai rawit yang cenderung meningkat tiap tahunnya, salah satunya dengan menggunakan pupuk hayati. Perlu juga adanya perhatian khusus terhadap penggunaan nutrisi yang lebih ramah lingkungan untuk budidaya tanaman hortikultura salah satunya untuk tanaman cabai rawit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh penggunaan pupuk hayati terhadap budidaya tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa watutulis, Kecamatan Temu, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur pada bulan Juli hingga Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hayati dengan konsentrasi 5 ml/l, 10 ml/l dan 15 ml/l, sedangkan faktor kedua adalah waktu pemberian pupuk hayati sebanyak 2 kali, 3 kali dan 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi dan waktu pemberian pupuk hayati tidak terdapat interaksi pada seluruh parameter pengamatan. Secara terpisah, konsentrasi dan waktu pemberian pupuk hayati memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman pada tanaman cabai rawit. Konsentrasi pupuk hayati terbaik pada 10 ml/l dan waktu pemberian terbaik sebanyak 3 kali pemberian pada parameter produktif.
PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Mahargian Hammam Mu’afa; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Didik Utomo Pribadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 1 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara peningkatan produksi komoditas tanaman cabai rawit dapat dilakukan dengan waktu pemangkasan pucuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga varietas cabai rawit akibat perlakuan waktu pemangkasan pucuk. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur pada Pebruari-Juni 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu waktu pemangkasan pucuk dengan empat taraf perlakuan, antara lain tanpa pemangkasan pucuk, pemangkasan pucuk 7 hst, 14 hst dan 21 hst. Faktor kedua yaitu varietas dengan tiga taraf yaitu, varietas Mhanu F1, CR ASA 7 dan OR Kencana. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, jumlah buah per periode panen, jumlah buah total, fruit set, bobot buah per periode panen dan bobot total buah segar. Perlakuan kombinasi P3V3 (pemangkasan pucuk pada umur 21 hst, varietas OR Kencana) menghasilkan jumlah buah total terbanyak (102 buah) dan bobot buah segar total terberat (288,10 g), berbeda nyata dengan semua perlakuan. Perlakuan waktu pemangkasan pucuk berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan. Penggunaan tiga varietas berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah bunga, jumlah buah tanaman per panen dan bobot buah segar tanaman per panen.
PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) Ahmad Khafid Afianto; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Agus Sulistyono
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 2 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.) memiliki prospek permintaan pasar yang tinggi. Produksi tanaman tomat yang rendah dapat disebabkan oleh pemberian unsur hara yang tidak optimal bagi tanaman. Pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dapat dioptimalkan dengan memberikan berbagai perlakuan, diantaranya adalah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan seimbang menggunakan pupuk organik cair (POC) (NASA) serta interval waktu pemberian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC NASA dan interval waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang dilakukan di UPT 3 Dinas Pertanian Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada bulan Desember 2019 – Maret 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi POC (NASA), terdiri dari empat taraf yaitu tanpa pemberian POC NASA (kontrol) (P0), 1 ml/l air (P1), 2 ml/l air (P2), dan 3 ml/l air (P3). Faktor kedua adalah interval waktu pemberian yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1 minggu sekali (V1), 2 minggu sekali (V2), dan 3 minggu sekali (V3). Terjadi interaksi yang sangat nyata pada perlakuan kombinasi P3V2 terhadap tinggi tanaman tomat pada umur 40 hst (68,06), 50 hst (80,56), 60 hst (86,06), dan jumlah daun pada umur 40 hst (20,11), 50 hst (26,56), 60 hst (35,11).
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK NPK 16-16-16 DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Firda Rohatul Widad; Agus Sulistyono; Djarwatiningsih Djarwatiningsih
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Produksi cabai rawit meningkat namun belum mampu memenuhi kebutuhan cabai rawit nasional sehingga pemerintah masih harus melakukan impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian paklobutrazol dan dosis pupuk NPK 16-16-16 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Gresik pada bulan November 2020 sd Maret 2021. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Petak Terbagi (RPT) terdiri dari dua faktor yaitu frekuensi pemberian paklobutrazol (P) dan dosis pupuk NPK (N) dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan kombinasi antara frekuensi pemberian paklobutrazol dan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter kecuali umur muncul bunga dan umur masak buah. Kombinasi perlakuan tanpa aplikasi paklobutrazol + 24 g/tanaman pupuk NPK 16-16-16 meningkatkan tinggi tanaman sebesar 18% dan jumlah daun sebesar 48% dibandingkan dengan kontrol. Hasil terbaik yaitu kombinasi perlakuan dua kali aplikasi paklobutrazol + 24 g/tanaman pada parameter jumlah bunga, Persentase bunga jadi buah (fruitset), jumlah buah total per tanaman, dan bobot buah total per tanaman. Hasil terbaik pada dosis NPK 24 g/tanaman mampu mempercepat umur muncul bunga (43,79) hari dan umur masak buah (86,04) hari.
PENGARUH UMUR PINDAH TANAM DAN JENIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) Fitriany Primawati; Djarwatiningsih P. Soejarwo; Agus Sulistyono
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) merupakan sayuran yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya dalam segi gizi dan harga buah terong menjadi komoditas yang mengalami peningkatan permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur pindah tanam dan jenis pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2021 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu umur pindah tanam dan jenis pupuk organik cair dengan 16 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu umur pindah tanam dengan 4 taraf yaitu umur bibit 10 hari, 20 hari, 30 hari, dan 40 hari. Sedangkan faktor kedua yaitu jenis pupuk organik cair dengan 4 taraf yaitu pupuk NPK 20 gram/tanaman, bonggol pisang 150 ml/tanaman, Super Aci 3 ml/liter, dan Nasa 150 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan umur pindah tanam dan jenis pupuk organik cair menunjukkan interaksi pada parameter pengamatan jumlah daun dan diameter batang. Umur pindah tanam 10 hari dan jenis pupuk NPK 20 gram/tanaman menunjukkan hasil tertinggi pada parameter pengamatan jumlah daun dan diameter batang.
PENAMPILAN SIFAT KUANTITATIF GALUR MUTAN (M1) JAGUNG UNGU (Zea mays L.) AKIBAT IRADIASI SINAR GAMMA 60Co PADA DOSIS 100 Gy Muhammad Faishal Octadianto; Makhziah Makhziah; Djarwatiningsih P. Soedjarwo
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung memiliki rasa lezat dan banyak dibutuhkan masyarakat. Jagung ungu merupakan pangan fungsional yang memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Produksi jagung ungu masih tergolong rendah. Upaya pengembangan jagung ungu diperlukan untuk peningkatan ketersediaan benih bermutu, salah satunya dengan induksi mutasi iradiasi sinar gamma 60Co. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari iradiasi sinar gamma 60Co terhadap penampilan karakter mutan (M1) tanaman jagung ungu pada dosis 100 Gy. Penelitian dilakukan bulan Oktober 2021-Januari 2022 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode rancangan acak kelompok satu faktor dengan penanaman empat tanaman tiap satuan petak dan empat ulangan. Faktor penelitian meliputi galur mutan (M1) jagung ungu varietas Black aztec dosis 100 Gy radiasi sinar gamma 60Co. Penelitian ini menggunakan analisis ragam yang dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil analisis data menunjukkan terdapat pengaruh galur mutan (M1) jagung ungu terhadap keragaman karakter kuantitatif tinggi tanaman, jumlah daun di atas tongkol, indeks anakan, rebah batang, umur keluar bunga jantan, umur keluar bunga betina, tinggi kedudukan tongkol dan bobot 1000 butir.
Effect of Liquid Organic Fertilizer Type and Concentration on the Growth and Production of Purple Eggplant (Solanum melongena L.) Agus Sulistyono; Kiki Adelia Putri; Djarwatiningsih Pongki S.
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 12, No 4 (2023): December 2023
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v12i4.997-1009

Abstract

The productivity of purple eggplant has decreased and consumption continues to increase, it is necessary to increase the productivity of purple eggplant. Increasing productivity can be done by applying liquid organic fertilizer (LOF) derived from organic waste such as banana peels and fish waste. The purpose of this study was to determine the type and concentration of LOF that can help the growth and yield of purple eggplant. This research was conducted on the land of the Faculty of Agriculture, University of National Development (UPN) "Veteran" East Java in March to July 2022. The study used a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factors. The first factor was the LOF of banana peels and LOF of fish waste. The second factor is the LOF concentration level, namely 10%, 15%, 20%, 25% and 30%. The results showed that the treatment combination of fish waste LOF with a concentration of 30% gave plant with a biggest stem diameter of 1.01 cm. While the treatment combination of fish waste LOF with a concentration of 25% gave results with a total of 16.78 flowers and a total fruit weight of 1435.61 g/plant. Keywords:   Banana peels, Concentration, Eggplant, Fish waste, Yield
Effect of Guano Fertilizer Doses and Atonic Concentrate Growth Regulator Substances on Curly Chili (Capsicum annum L.) Plant Yields Arifa Bingar Mulia; Djarwatiningsih Pongki Soedjarwo; Didik Utomo Pribadi
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4002

Abstract

Curly chili (Capsicum annum L.) is a horticultural plant that is included in the vegetable commodity. Production of curly chilies in Indonesia is still unstable so the need for curly chilies is not met so production needs to be increased. This research aimed to determine the effect of the optimal dose of guano fertilizer and concentration of the Atonik Growth Regulator on the yield of curly chili plants The research location is on cultivated land of the Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. This research used a factorial experiment which was prepared using a Completely Randomized Design consisting of 2 factors. The first factor is the dose of guano fertilizer (G) consisting of G0: control, G1: 30 g / polybag, G2 : 60 g / polybag, and G3 : 90 g / polybag. The second factor is the atonic ZPT concentration consisting of A0: control, A1: 2 cc/liter, and A2: 4 cc/liter. Observation indicators consist of observations of the vegetative and generative phases. Research data will be analyzed using variance (ANOVA) and if it is significantly different it will be tested further using the Least Significant Difference (BNT) at the 5% level. The results of the research showed that the application of guano and atonic fertilizers affected the yield of curly chili plants with the most effective combination being a dose of guano fertilizer of 90 g/polybag and an atonic concentration of 4 cc/liter.