Dadang Sudrajat
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pemodelan Rasch: Skala Tatapikir Kedamaian Siswa Dadang Sudrajat; Sunaryo Kartadinata; Uman Suherman
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 3 No 3 (2019): Konvensi Nasional ABKIN XXI 2019
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.095 KB) | DOI: 10.30653/001.201933.102

Abstract

RASCH MODELING ANALYSIS: SCALE OF STUDENT PEACE OF MINDSET. This study aims to develop a scale of early detection of peace thinking in the context of standardized Indonesian culture. The study using a descriptive method for 1118 students from several public high schools in Bandung through Rasch modeling analysis. It is reported that all items are correctly perceived by students, with excellent internal consistency and good unidimensionality. The implication shows that there is still a need for further scale research based on a more diverse level of education units, including among santri (student) in Islamic boarding schools (pesantren) so that the results are conclusive and comprehensive, with urban or rural backgrounds. This research explains a dynamic, progress, and a second stage that is good in developing TNT's scale into an ethnically diverse Indonesian context.
Pembinaan Literasi Digital bagi Guru dalam Meningkatkan Kompetensi Pengajaran Berbasis Teknologi di SMA Alfa Centauri Bandung Euis Eti Rohaeti; Dadang Sudrajat; R. Kurniadi; Tita Rosita; Lukman
Bakti Masyarakat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Kapasitas Lokal
Publisher : Bakti Masyarakat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55984/bakti.2025.88

Abstract

Program pelatihan literasi digital di SMA Alfa Centauri Bandung bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam pengajaran berbasis teknologi melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Kegiatan ini melibatkan 30 guru dari berbagai mata pelajaran, dengan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor literasi digital rata-rata sebesar 47%. Sebelum pelatihan, 65% guru belum pernah mengikuti pelatihan literasi digital formal, dan 58% berada di bawah ambang batas kompeten. Setelah pelatihan, 83% peserta menyatakan siap mengintegrasikan teknologi ke dalam RPP dan asesmen, serta menunjukkan penguasaan aplikasi seperti Canva, Google Site, dan Quizizz. Evaluasi kualitatif menunjukkan perubahan sikap guru terhadap teknologi, terbentuknya komunitas guru digital, dan munculnya inisiatif pelatihan mandiri. Forum diskusi daring yang aktif dengan partisipasi 76% menjadi indikator keberlanjutan program. Kolaborasi antara guru, dosen, dan mahasiswa turut memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan pendidikan. Program ini berhasil membentuk ekosistem pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan, serta dapat direplikasi di institusi lain yang menghadapi tantangan serupa.