Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN EKSPRESI EMOSI KELUARGA DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RSJ.PROF. HB.SAANIN PADANG Dian Rahmi; Rikayoni Rikayoni
Menara Ilmu Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 OKTOBER 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i2.3785

Abstract

Data World Health Organization (WHO), 2018 bahwa masalah kesehatan jiwa di dunia, terdapat sekitar 300 juta orang mengalami depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 23 juta orang menderita skizofrenia serta 50 juta orang terkena dimensia. Menurut National Institute of Mental Health, 13% dari keseluruhan penyakitt merupakan gangguan jiwa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengketahui hubungan ekspresi emosi keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik RSJ.Prof.Hb. Saanin Padang “. Desain penelitian ini menggunakan desain crosssectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden dengan Teknik pengambilan sampel acidental Sampling .Pengumpulan data menggunakankuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan ekspresi emosi keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia.Dari hasil uji Statistik didapatkan nilai pValue = 0,033 berarti pValue< 0,05 maka ha diterima yang berarti bahwa ada hubungan eskspresi emosi keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia di RSJ.Prof.Hb Saanin Padang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara eskspresi emosi keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia di RSJ. HB Saanin Padang. Kata kunci :Ekspresi emosi keluarga,frekuensi kekambuhan.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V DI KELURAHAN MATA AIR KOTA PADANG Rikayoni Rikayoni; Dian Rahmi
Menara Ilmu Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 OKTOBER 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i2.3792

Abstract

Kesuksesan dalam dunia pendidikan tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual (IQ) saja tetapi juga sangat ditentukan oleh seberapa besar tingkat kecerdasan emosional (EQ) dari peserta didik. Hal inilah yang harus menjadi sorotan sebagai pengajar untuk membekali peserta didik tidak hanya pada kecerdasan intelektual akan tetapi juga kecerdasan emosional. (Irmawati dkk, 2016). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V di Kelurahan Mata Air Kota Padang Tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional study, dilakukan pada tanggal 15-20 Juni 2021. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tinggi sebanyak 20 orang (66.7%) dan rendah sebanyak 10 orang (33.3%). Didapatkan dengan uji Chi Square hasil uji statistik nilai p value= 0.00 berarti p value < 0.05 sehingga dapat disimpulkan ada Hubungan Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V Di Kelurahan Mata Air. Disarankan kepada responden agar dapat meningkatkan kemampuan dalam mengenali emosi diri dengan cara berusaha untuk menenangkan diri dari berbagai perasaan yang campur aduk, fokuslah untuk membuang perasaan-perasaan seperti rasa takut dan cemas
Literature Review: Strategi Koping Mahasiswa Keperawatan dalam Praktik Klinik di Masa Pandemi Covid-19 Triyana Harlia Putri; Dian Rahmi; Ramaita Ramaita; Ikbal Fradianto; Djoko Priyono; Rahmaniza Rahmaniza
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.2.2023.369-378

Abstract

Mahasiswa keperawatan merupakan salah satu kelompok yang merasakan dampak pandemi COVID-19. Mahasiswa cenderung merasakan tantangan dalam situasi klinik, dan menguras emosi selama proses pembelajaran. Dalam menjaga kesehatan mental, mahasiswa memerlukan strategi koping agar masalah selama situasi dalam praktik klinik dapat di atasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penggunaan strategi koping pada mahasiswa keperawatan dalam praktik klinik selama pandemi. Metode literature review telah digunakan dalam studi ini dengan menggunakan framework SPIDER dan didapatkan database dari Pubmed, ScienceDirect, Sage, Research Gate, EBSCO, Google Scholar, Garuda dan Neliti dari tahun 2021-2023. Kami menggunakan analisa konten dalam menganalisis artikel. Hasil pemilihan artikel didapatkan 11 artikel diantaranya strategi koping yang digunakan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi praktik klinik diantaranya koping transferensi, optimis, pemecahan masalah, koping positif, koping aktif dan koping efektif. Artikel yang melaporkan penggunaan koping dapat digeneralisasikan bahwa mahasiswa cenerung menggunakan koping yang baik selama menghadapi praktik klinik di masa pandemi.
Study Fenomenologi Pengalaman Keluarga Mengasuh Anak Stunting Di Kabupaten Sijunjung Dian Rahmi; Rikayoni Rikayoni; Triyana Harlia Putri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 JULI 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i1.4185

Abstract

STUDY FENOMENOLOGI PENGALAMAN KELUARGA MENGASUH ANAK STUNTING DI KABUPATEN SIJUNJUNG
Study Fenomenologi Terhadap Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Di Rumah Dian Rahmi; Rikayoni; Anisa Febristi
Nan Tongga Health And Nursing Vol. 20 No. 1 (2025): Nan Tongga Healt And Nursing
Publisher : Universitas Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59963/nthn.v20i1.456

Abstract

Mental disorders are health conditions that affect how individuals think, feel, and behave. According to the World Health Organization (WHO, 2022), one in eight people reported a prevalence of schizophrenia or psychosis of 7 per mille. Mental disorders are health problems that not only affect individuals but also families as the primary caregivers. Families are responsible for ensuring medication adherence, assisting patients with daily activities, monitoring behavioral changes, and providing emotional support. This caregiving process is inseparable from various challenges, such as psychological burden, limited knowledge, social stigma, and barriers to accessing mental health services. Each family has different caregiving experiences. The heavy psychological burden experienced by families of people with mental disorders often leads to inadequate support provided to patients. This study aimed to explore the experiences of families in caring for a member with mental disorders at home. A qualitative approach with a phenomenological design was employed. Eight participants were selected through purposive sampling, with inclusion criteria of having a family member diagnosed with a mental disorder and living in the same household. Caring for a family member with a mental disorder imposes a multidimensional burden on families; however, they strive to endure through coping strategies and support from mental health nurses. The findings highlight the importance of family psychoeducation, family support groups, spiritual guidance, social advocacy, and community education to reduce stigma.
Optimization of mother’s understanding of the “isi piringku” complementary feeding program through audiovisual media as an effort to prevent stunting Dian Rahmi; Rikayoni Rikayoni
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 9 (2025): December Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i9.2059

Abstract

Background: Stunting remains a major maternal and child health concern globally, with long-term consequences on physical growth, cognitive development, and future productivity. In 2020, an estimated 149 million children under five years of age were affected by stunting worldwide. In Indonesia, the prevalence of stunting reached 24.4% in 2021, indicating a persistent public health challenge. Inadequate maternal knowledge and inappropriate complementary feeding practices, particularly related to animal-source protein intake, contribute significantly to stunting during the critical first 1,000 days of life. Innovative nutrition education strategies are therefore needed to improve maternal knowledge and attitudes toward optimal infant and young child feeding. Purpose: to evaluate the effectiveness of audiovisual media in improving mothers’ knowledge and attitudes regarding “Isi Piringku” complementary feeding practices, with a focus on animal-source protein intake, as an effort to prevent stunting. Method: A pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted among mothers of children aged 6–24 months in the working area of Ikur Koto Primary Health Center, Padang, Indonesia. Participants were selected using incidental sampling. Nutrition education was delivered using audiovisual media. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk test for normality and a one-sample t-test with a significance level of p < 0.05. Results: The results demonstrated a statistically significant improvement in mothers’ knowledge and attitudes after the audiovisual-based nutrition education intervention. Mothers showed better understanding of balanced complementary feeding practices, particularly the importance of animal-source protein in preventing stunting. Conclusion: Audiovisual-based nutrition education is an effective strategy to enhance maternal knowledge and attitudes regarding complementary feeding practices. This approach has strong potential to support stunting prevention programs within maternal and child health services.