Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Wakaf Digital Sebagai Alternatif Pembiyaan MikroSyariah di Era Ekonomi Digital aisyah, sukma; Siti Arpah Lubis; Suaidah; Wahyuni Daulay
Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam Vol. 18 No. 1 (2025): AL-AWQAF : Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam
Publisher : Badan Wakaf Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47411/al-awqaf.v18i1.351

Abstract

Digital waqf innovation as an alternative to sharia microfinancing in the digital economy era shows great potential in increasing community participation and transparency in the management of waqf funds. This research analyzes the role of digital technology in simplifying the process of collecting, managing and distributing waqf funds, as well as its impact on economic empowerment, especially for micro, small and medium enterprises (MSMEs). By using the systematic literature review (SLR) method, this research identifies the challenges faced, such as low digital literacy and uneven infrastructure. The research results show that digital waqf not only functions as an instrument of worship, but also as a strategic tool to create a more just and sustainable economy. Therefore, collaboration between the government, sharia financial institutions and the community is very important to optimize the implementation of digital waqf in a sustainable manner.
Analisis Pernikahan Perempuan yang Belum Menyelesaikan Masa Iddah: Perspektif Wahbah az-Zuhaili Sahara, Hertina; Muhammad Akbar Hidayatullah; Suaidah; Relit Nur Edi; Azima Amalia
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4597

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Wahbah az-Zuhaili mengenai pernikahan perempuan yang belum menyelesaikan masa iddah serta implikasi hukumnya dalam perspektif fikih kontemporer. Masalah pernikahan pada masa iddah menjadi penting karena berkaitan dengan kesahan akad, kejelasan nasab, perlindungan perempuan, dan stabilitas keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui analisis mendalam terhadap karya-karya Wahbah az-Zuhaili, terutama Tafsir al-Munir dan al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahbah az-Zuhaili memandang iddah sebagai mekanisme perlindungan syariat yang bersifat komprehensif. Pernikahan yang dilakukan sebelum iddah selesai dianggap batal karena tidak memenuhi syarat syar‘i, serta berpotensi menimbulkan kerancuan nasab, hilangnya hak-hak perempuan, gangguan psikologis, dan munculnya stigma sosial. Pemikiran az-Zuhaili menegaskan bahwa iddah bukanlah pembatasan, tetapi instrumen menjaga kehormatan, hak hukum, dan stabilitas keluarga. Dengan demikian, pandangan Wahbah az-Zuhaili memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan hukum keluarga Islam dalam konteks kontemporer
PROSES INDIVIDUASI TOKOH REY DALAM NOVEL TUHAN TIDAK PERNAH ISENG KARYA ZEMAREY AL-BAKHIN: KAJIAN PSIKOLOGI ANALITIK CARL GUSTAV JUNG Sena, Wisnu Dimas; Suaidah; Permata Raharjo, Resdianto; Puspitasari, Indah
Buana Bastra Vol 13 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol13.no1.a11486

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses individuasi tokoh Rey dalam novel Tuhan Tidak Pernah Iseng karya Zemarey Al-Bakhin berdasarkan psikologi analitik Carl Gustav Jung. Fokus penelitian tidak semata pada konflik lahiriah, melainkan pada pergulatan batin Rey, terutama dalam menghadapi persona dan shadow, serta bagaimana krisis eksistensial mendorongnya melakukan refleksi dan transformasi diri. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra dengan metode kualitatif deskriptif. Data utama bersumber dari novel, sementara data pendukung berasal dari buku dan jurnal tentang teori Jung. Pengumpulan data melalui teknik baca-catat, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses individuasi Rey berlangsung secara bertahap: dimulai dari ketidakseimbangan psikis, konflik antara persona (topeng sosial) dan shadow (sisi gelap), hingga tercapainya integrasi antara kesadaran dan ketidaksadaran. Perjalanan psikologis ini menandai perubahan Rey dari pribadi yang dikuasai ego menjadi individu yang lebih utuh dan autentik. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menceritakan tokoh Rey, tetapi juga menggambarkan bahwa pencarian makna hidup dapat muncul dari refleksi diri yang mendalam serta penerimaan terhadap seluruh aspek diri, termasuk yang sebelumnya dihindari.