Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG LITERASI DIGITAL (Studi Pada Masyarakat Pinggiran Kota Banjarmasin) Sarwani Sarwani
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 14, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/njsik.v14i1.4780

Abstract

Media digital dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Dominan informasi melalui media digital mulai mengubah pengetahuan, sikap serta perilaku masyarakat dan hal ini juga tak luput menerpa pada masyarakat yang mendiami kawasan pinggiran Kota Banjarmasin, meskipun untuk wilayah Kalimantan secara umum akses dan penggunaan media digital tidaklah sebesar penggunaan di wilayah- wilayah lain di Indonesia. Khususnya pada wilayah pinggiran Kota Banjarmasin dengan kondisi penduduk dan tingkat pendidikan yang cenderung lebih rendah dibandingkan wilayah lain, akan tetapi memasuki tahun 2017 dalam akses media digital mulai menunjukkan kenaikan penggunaan yang ternyata lebih banyak digunakan dan diakses oleh anak-anaknya ketimbang orang tua mereka, sehingga literasi digital menjadi sesuatu yang perlu mendapat perhatian masyarakat terutama para orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat pinggiran Kota Banjarmasin khususnya para orang tua tentang literasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian deksriptif. Sampel yang ditetapkan sebanyak 348 responden dari populasi 296.780 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai alat ukur utama dengan skala likert serta dianalisis dengan teknik statistik deskriptif  dan  bantuan pengolahan data menggunakan software SPSS 21.0 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persepsi masyarakat pinggiran tentang literasi digital dilihat dari indikator kognitif dengan persentase sebesar 51,7%. Pada indikator afeksi dengan persentase sebesar 32,2%, dan indikator konasi dengan persentase sebesar 16,1%, sehingga secara keseluruhan persepsi masyarakat pinggiran Kota Banjarmasin terbesar hanya masih dalam tataran pada aspek kognitif awal dengan kategori sedang. 
Self-Disclosure Counsel in Revealing Psychological Problems (Study On Online Counseling Service Counselives) Ratasya Deranti; Sarwani Sarwani
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mc.v1i1.18699

Abstract

People with psychological problems generally find it difficult to express themselves and have poor communication skills. This research focuses on the counselor's self-disclosure in revealing his psychological problems in online counseling services. The research used a qualitative approach with descriptive research type. Data collection techniques using interviews, observation, documentation, and literature study. This research uses the concept of self-disclosure as well as the theory of the Johari Window and Communication Privacy Management. The results showed that the main factors that influence the counselee's self-disclosure are listeners and channels. The counselee's trust in the listener and the response given by the listener is the counselee's consideration. The channel factor in the form of a disinhibition effect affects the counselor's self-disclosure in online counseling services. The supporting factors for self-disclosure were found, namely the topic. The reasons for the counselor's self-disclosure include the tendency of dangerous psychological problems, physical pain, complaints, emotional support, asking for help, and psychological control. The counselor tends to get positive effects from self-disclosure such as catharsis, self-knowledge, and self-acceptance. The effects felt different for each individual, a negative effect was found in the form of vulnerability.