Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DESIGN OF LABORATORY SCALE REAL-TIME MONITORING SYSTEM FOR UNDERGROUND MINING USING WIRELESS NETWORK Firmansyah Firmansyah; Darius Agung Prata
CYBERSPACE: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.067 KB) | DOI: 10.22373/cj.v6i1.12997

Abstract

Underground mining is one of the mining systems that has a high potential risk of work accidents. One of the potential dangers is the emergence of gasses that can cause disruption of the respiratory system in humans. To minimize this risk, it is necessary to periodically monitor the gas that appears in the work area. This study aims to design a laboratory environmental monitoring system for underground mining using Arduino Uno as a controller that uses sensors of temperature, oxygen, carbon dioxide, and wind speed. Sensor data is sent wirelessly to the main monitoring system with point to point topology. The design of the software is carried out as a place to store data from the sensor which is then displayed in a monitoring information system in real time. From the results of system testing, sensor data is taken in a span of 1 second which is generated by a system with an accuracy rate of 99.9%. Overall, the system can be used properly to real monitor the environmental quality of underground mines.
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA ANTENA WAJAN BOLIC SEBAGAI PENERIMA SINYAL WI-FI Firmansyah Firmansyah; Isnan Bajili; Hendri Ahmadian; Aulia Syarif Aziz
CYBERSPACE: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/cj.v6i2.14889

Abstract

Saat ini banyak tersedia layanan internet gratis di tempat umum. Untuk menikmati layanan internet tersebut dibutuhkan perangkat penerima Wi-Fi. Tetapi sebagian perangkat penerima Wi-Fi yang beredar dipasaran memiliki keterbatasan dalam menjangkau sinyal Wi-Fi dari perangkat pemancar sinyal seperti wireless access point or Wi-Fi router. Antena wajan bolic diklaim mampu menangkap sinyal Wi-Fi puluhan hingga ratusan meter. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kinerja terhadap perangkat penerima Wi-Fi yang dilengkapi dengan antena wajan bolic dan tanpa antena wajan bolic. Pengujian kinerja pada penelitian ini dilakukan untuk memahami mengenai pengaruh dari penggunaan antena wajanbolic baik terhadap kekuatan daya terima sinyal dan kualitas jaringan. Analisa daya terima sinyal berdasarkan metode Received Signal Strength Indicator (RSSI) dan analisa kualitas jaringan Wi-Fi berdasarkan parameter Quality of Service (QoS) berupa packet loss, delay dan jitter dengan batasan jarak tertentu yaitu 5 meter, 35 meter, 55 meter dan 100 meter. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi antena wajan bolic berpengaruh lebih baik dalam meningkatkan daya terima sinyal maupun kualitas jaringan. Kinerja antena wajanbolic mampu meningkatkan performa dalam menerima sinyal hingga 46%. Kualitas jaringan juga meningkat dimana nilai packetloss hingga 83%, serta Delay dan Jitter yang masing – masing lebih baik hingga 94%. Kualitas dari jaringan Wi-Fi dipengaruhi oleh kekuatan sinyal yang diperoleh saat diakses pada jarak tertentu. Pada jarak akses diatas 5 meter, nilai pengukuran parameter QoS berbanding lurus dengan nilai pengukuran RSSI dimana semakin baik daya terima sinyal, semakin baik pula kualitas jaringan.
APLIKASI PENJADWALAN SIDANG PERKARA PADA MAHKAMAH SYAR’IYAH SINABANG BERBASIS ANDROID Sarini Vita Dewi; Zuhuri Zuhuri; Firmansyah Firmansyah; Aulia Syarif Aziz
CYBERSPACE: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/cj.v7i1.17595

Abstract

Website resmi yang disediakan Pengadilan Mahkamah Syariah Kota Sinabang belum menyediakanl ayanan informasi seperti gambaran biaya pendaftaran persidangan, biaya penggugat jika ingin melakukan banding di persidangan,dan jadwal sidang. Proses Penjadwalan persidangan masih dilakukan secara manual. Proses pengiriman jadwal sidang masih menggunakan surat.Aplikasi penjadwalan sidang perkara ini diharapakan dapat mempermudah Pemohon dalam melihat jadwal sidang perkara Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah jenis pendekatan kualitatif yaitu dengan untuk memahami fenomena tentang yang dialami Kantor Makamah Syar''iyah Sinabang dalam mengatur penjadwalan sidang &penggugat dalam mencari informasi mengenai jadwal persidangan, realita yang muncul dan mendasar pada peristiwa-peristiwa nyata yang menjadi bahan kajian dalam penelitian, tujuannya untuk membangun Aplikasi Penjadwalan SidangPerkara Di Makamah Syar''iyah Sinabang Berbasis Android.Dengan adanya aplikasi ini, Penggugat atau pemohon tidakperlu datang lagi ke kantor Mahkamah Syar’iyah sinabang untuk mengetahui jadwal sidang perkara. Dengan adanya aplikasiPenjadwalan Sidang Perkara Mahkamah Syar’iyah Sinabang ini, Masyarakat atau si Penggugat dapat melihat jadwal sidang melalui smartphone android.Perlu pengembangan untuk membuat aplikasi lebih menarik, dari tampilan, tata letak menu, agar penggugat lebih nyaman saatmenggunakan aplikas itersebut.
Sistem Kontrol Dan Monitoring Tanaman Hidroponik Berbasis Internet of Things (IoT) Muhammad Rivansyah; Ridwan Ridwan; Firmansyah Firmansyah; Aulia Syarif Aziz
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i1.8477

Abstract

Abstrak - Hidroponik merupakan metode pertanian yang menggunakan air sebagai media tanam pengganti tanah, serta mengandalkan larutan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Meskipun banyak diterapkan di daerah perkotaan dengan keterbatasan lahan, tantangan utama yang dihadapi oleh masyarakat adalah kurangnya waktu untuk memantau tanaman secara langsung. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), yang memungkinkan pengontrolan dan pemantauan tanaman hidroponik secara otomatis melalui smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem kontrol berbasis IoT untuk tanaman hidroponik, khususnya pada tanaman sawi. Sistem ini menggunakan mikrokontroller ESP32 yang terhubung dengan sensor TDS untuk mengukur kadar zat terlarut dalam air dan sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketinggian air. Sistem ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian secara real-time menggunakan aplikasi Blynk IoT. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor ultrasonik berfungsi dengan baik untuk mendeteksi ketinggian air, namun sensor TDS kurang akurat dalam mengukur kadar zat terlarut, yang menyebabkan pengendalian pompa dilakukan secara manual. Meskipun demikian, sistem ini berhasil mendukung pertumbuhan tanaman sawi yang sehat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi praktis bagi masyarakat perkotaan dalam bertani hidroponik secara efisien dan otomatis. Abstract - Hydroponics is an agricultural method that uses water as a growing medium instead of soil, relying on nutrient solutions to support plant growth. While widely implemented in urban areas with limited land, the main challenge faced by urban dwellers is the lack of time to monitor plants directly. One solution to address this issue is the use of Internet of Things (IoT) technology, which allows for the automatic control and monitoring of hydroponic plants via smartphones. This study aims to design and test an IoT-based control system for hydroponic plants, particularly mustard greens. The system uses an ESP32 microcontroller connected to a TDS sensor to measure dissolved solids in the water and an ultrasonic sensor to detect water levels. The system enables real-time monitoring and control via the Blynk IoT app. Testing results showed that the ultrasonic sensor worked well for detecting water levels, but the TDS sensor was inaccurate in measuring dissolved solids, leading to manual pump control. Nevertheless, the system successfully supported the healthy growth of mustard greens. This research is expected to provide a practical solution for urban dwellers to efficiently and automatically engage in hydroponic farming.Keywords: Hydroponic, Internet of Things, ESP32, Blynk IoT
Harta Bersama dalam Sistem Kewarisan Islam: Perspektif Gender terhadap Hukum Islam Klasik Ferdian Ferdian; Muliadi Muliadi; Firmansyah Firmansyah; Nanta Septia; Illian Hikma
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/25nmm359

Abstract

Women's contribution to household economic development has become increasingly significant; however, classical Islamic inheritance law does not yet accommodate the concept of jointly acquired property fairly. In classical fiqh, inheritance is distributed without considering the productive role of wives during marriage, leading to gender-based inequality in practice. This study aims to examine the position of jointly acquired property within the classical Islamic inheritance system and evaluate to what extent it reflects gender justice. Using a library research method with a normative-theological approach and a gender perspective, this study finds that classical inheritance law positions wives solely as heirs, not as rightful co-owners of marital property. As a result, women's economic rights are often marginalized after the death of their husbands. A normative reinterpretation of fiqh is therefore necessary, utilizing the framework of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly the principles of justice (al-‘adl) and public interest (al-maṣlaḥah), to include joint property as a form of substantive justice. This finding encourages Islamic legal reform to be more responsive to social realities and gender equality.
Marital Rape dalam Perspektif  Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia: Reinterpretasi Hak Seksual dalam Pernikahan Firmansyah Firmansyah; Muliadi Muliadi; Ferdian Ferdian; Nanta Septia; Illian Hikma
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Article in Press
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/ssstq839

Abstract

Marital rape, or forced sexual intercourse within marriage, is a sensitive issue that remains rarely discussed openly, particularly within the framework of classical Islamic law. Traditional fiqh literature often positions sexual relations as the husband’s absolute right, which the wife is obligated to fulfill, and her refusal is frequently labeled as nusyūz (disobedience), with consequences on her legal entitlements. However, in modern contexts, the maqāṣid al-sharī‘ah (higher objectives of Islamic law) approach emphasizes the protection of life, dignity, and bodily autonomy within marital relations. This study aims to examine the concept of marital rape from the perspectives of both classical and contemporary Islamic law, while also comparing it with the provisions of Indonesia’s positive law, particularly Law No. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence and Law No. 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes. Using a qualitative library research method, the study finds that marital rape contradicts both the ethical foundations of Islamic law and the constitutional principles of national law. Thus, there is an urgent need for reinterpretation of religious texts and stronger law enforcement to ensure justice and protection for women within the institution of marriage.
Pelatihan Manajemen Laboratorium Komputer bagi Pengelola Laboratorium Sekolah Menengah di Banda Aceh Aulia Syarif Aziz; Raihan Islamadina; Oris Krianto Sulaiman; Sarini Vita Dewi; Firmansyah Firmansyah
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/wahana.v4i2.1546

Abstract

Laboratorium komputer di tingkat sekolah menengah memiliki peran vital dalam menunjang pembelajaran berbasis teknologi dan asesmen nasional. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan laboratorium di sekolah-sekolah Kota Banda Aceh masih menghadapi kendala, terutama terkait rendahnya kompetensi manajerial SDM, penataan fisik yang kurang ergonomis, serta minimnya penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru serta teknisi sekolah dalam mengelola fasilitas laboratorium secara efektif. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan daring (webinar) yang diselenggarakan pada 19 Agustus 2025, dengan melibatkan peserta dari unsur pengelola laboratorium sekolah menengah di Banda Aceh. Materi pelatihan mencakup lima pilar utama manajemen, yaitu: perencanaan strategis, penataan fisik dan manajemen kabel, administrasi inventaris, implementasi K3, serta penyusunan Prosedur Operasional Standar (SOP). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai urgensi tata kelola laboratorium yang terstandarisasi. Melalui sesi diskusi, teridentifikasi bahwa penyusunan SOP dan manajemen inventaris menjadi kebutuhan mendesak untuk segera diimplementasikan di sekolah mitra. Disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif dalam mengubah pola pikir pengelola laboratorium dari sekadar penjaga fasilitas menjadi manajer sistem, yang perlu ditindaklanjuti dengan pendampingan teknis secara luring di masa mendatang.