Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI PEMBANGUNAN FISIK MENGATASI PERMASALAHAN BANJIR KELURAHAN SUNGAI PINANG DALAM KOTA SAMARINDA Muhammad Habibi; Arbainah Saidi
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 7, No 2 (2023): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v7i2.9991

Abstract

The purpose of this study was to find out the public's perceptions and the underlying ideas regarding physical development to overcome flood problems in Sungai Pinang Dalam Village, Samarinda City. The results of the study show that the community members give their perception that from year to year there has been no change, even though Probebaya has existed. Physical development under the pretext of drainage arrangements and others, in fact only moved the flood point from one point to another. Flood management by the City Government of Samarinda has not been consistent, not integrated, not integrated and not systematic. According to the public's perception, the arrangement should have started from the SKM estuary on the Mahakam River and then moved towards the outskirts and the border of Samarinda City and the Kutai Kartanegara region, both to the north, west, south and east. Furthermore, the basis for people's perceptions in physical development to overcome flooding in Samarinda City is based on a simple understanding, that the laws of physics where water flows from high areas to low areas. Likewise, if the flow of water is blocked or blocked, or due to space narrowing and siltation, it will cause water to overflow and flow in an unspecified and unpredictable direction, in addition to causing inundation within a certain period of time and even quite a long time, which causes flooding.
Peran Tokoh Masyarakat Sebagai Aktor Penerus Warisan Budaya Di Tanah Perantauan (Studi: Sanggar Budaya Kuda Lumping Campur Sari Turonggo Sri Margo Mulyo Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara) muhammad habibi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 1 No. 1 (2016): may
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini membahas Peran Tokoh Masyarakat dalam membangun dan mempertahankan warisan budaya yang diperoleh dari leluhur di tanah perantauan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan, pertama, Merekatkan kerukunan warga dan bertekad untuk terus mengenalkan kebudayaan nenek moyang kepada anak cucu, serta melalui kesenian kuda lumping ini sebagai warga perantauan mereka tidak melupakan asal usul dan budaya dari tanah Jawa. Kedua, pelestarian budaya merupakan bukti kecintaan terhadap kampung halaman dan perlindungan dalam pergaulan anak-anak mereka. Ketiga, metode pelestarian dengan mengenalkan sejak dini, dan cara mengajak latihan, serta menonton pagelaran. Keempat, seni kuda lumping merupakan pagelaran seni berbiaya mahal dalam sewa dan operasional pagelaran. Dan Kelima, Pengakuan dan penghargaan masyarakat secara umum menjadi penghapus pesimisme kendala pelestarian sanggar budaya.
Pelibatan Masyarakat sebagai upaya Pemerintah Kota Bontang dalam Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh muhammad habibi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 1 No. 2 (2016): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v1i2.13

Abstract

Penelitian ini membahas pelibatan masyarakat sebagai upaya Pemerintah Kota Bontang dalam Pencegahan DanĀ  Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh melalui Forum Discussion Group (FGD) masyarakat Kota Bontang, yang diharapkan pada 2019 Kota Bontang akan terbebas dari kumuh dengan ditunjang Gerakan 100-0-100 dari Kemeterian PUPR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan, pertama, perwujudan program Kota Tanpa Kumuh di Kota Bontang telah menjadi bagian dan tanggung jawab masyarakat Kota Bontang secara menyeluruh melalui partisipasi yang mendalam dan integratif. Kedua, terdapat sejumlah elemen masyarakat yang memiliki peran besar, diantaranya dari pihak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, lembaga dan kelompok swadaya masyarakat, ibu-ibu PKK, dan tentu dari Tim Program KOTAKU Kota Bontang yang telah memberi pengayaan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bontang tentang Pencegahan DanĀ  Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh.
Realitas Sosial Budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Studi Kaum Perempuan Desa Bhuana Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara) muhammad habibi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 2 No. 1 (2017): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v2i1.23

Abstract

Penelitian ini membahas Realitas Sosial Budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang dipraktikkan oleh Kaum Perempuan Desa Bhuana Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan, pertama, Kaum perempuan Desa Bhuana Jaya dalam mempraktekkan pengetahuan PHBS rumah tangga yang diperoleh dan dimiliki untuk kesejahteraan keluarga telah menunjukkan eksistensi sosial dari segi peran dan kedudukan sosial yang tinggi bagi keluarga dan masyarakat setempat.Kedua, Kaum perempuan Desa Bhuana Jaya telah memiliki jejaring akses untuk memperoleh informasi kesehatan terutama yang berhubungan dengan kendala penerapan PHBS didalam rumah tangga.
Memancing: Budaya Dan Nilai Kehidupan Muhammad Habibi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 2 No. 2 (2017): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v2i2.228

Abstract

Memancing merupakan salah satu aktifitas mata pencaharian yang sarat budaya dan nilai kehidupan dari zaman dahulu, namun pada kondisi kekinian memancing tidak hanya dilakukan oleh para nelayan tetapi juga oleh sebagian masyarakat yang ingin menikmati masa libur bahkan hingga menjadikan memancing sebagai sebuah hobi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan purposive sampling dan accidental sampling dengan tujuan untuk memahami dan menggali sisi budaya serta nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kegiatan memancing.Hasil penelitian menunjukkan, pertama, sisi budaya yang terkandung dalam kegiatan memancing (1) adalah bagian dari budaya turun temurun dari orang zaman dulu, yang mengajarkan cara menangkap dan mendapatkan ikan. Melalui kemampuan trias dinamika kebudayaan berupa cipta, rasa, dan karsa sebagai hasil dari pemikiran dan hati nurani menciptakan berbagai karya berupa peralatan mencari/menangkap ikan seperti jebakan ikan, jaring, bubu (perangkap ikan), sebatang bambu untuk alat pancing dari sebatang pohon bambu dari jenis khusus, kemudian dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) perkembangan jaman sekarang sebagian masyarakat mencari/menangkap ikan beralih menggunakan peralatan modern termasuk alat pancing (kreatifitas dan inovasi produk), dan (2) merupakan mata pencaharian, hobi, refreshing dari kejenuhan dan stress akibat aktifitas beban kerja yang tinggi. Kedua, nilai-nilai kehidupan yang terkandung didalam kegiatan memancing yakni tawakkal, kesabaran, keberuntungan (hoki), kedisiplinan, berbagi kebersamaan, pengalaman dan keilmuan, penguatan mentalitas, melahirkan semangat baru, mempertajam fokus, menghargai perbedaan baik pendapat, sikap, dan budaya, meningkatkan profesionalisme, selalu ada suasana baru ditiap tempat berbeda, membantu ketenangan (relaxing) dan kesegaran pikiran dan hati (refreshing), mengasah kemampuan (skill), serta menghargai, menjaga dan turut melestarikan kearifan lokal.
INFRASTRUKTUR DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT PERBATASAN DI DESA LIANG TURAN KECAMATAN KRAYAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN MUHAMAD KASIM MAKARNO; MUHAMMAD HABIBI; EVA VERONIKA
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 3 No. 1 (2018): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v3i1.396

Abstract

ABSTRAK Pembangunan perdesaan wilayah perbatasan menjadi titik tolak kearah kemajuan, terutama ketersedian sarana dan prasarana infrastruktur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pembangunan infrastruktur di Desa Liang Turan Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman (2011). Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan infrastruktur di desa Liang Turan kurang baik, hal ini dikarenakan wilayahnya yang terisolasi. Akses jembatan yang menghubungkan antar kecamatan belum semuanya dapat dilalui oleh kendaraan roda 4 (empat). Akses jalanpun masih berupa jalan tanah yang ketika hujan maka dipastikan kendaraan tidak akan bisa melewati akses jalan tersebut. Barang-barang kebutuhan untuk membangun prasarana kantor desa, gedung sekolah dan rumah ibadah sulit didatangkan, karena satu-satunya akses transportasi yang bisa digunakan adalah melalui transportasi udara dan itupun sangat terbatas dan berbiaya mahal. Sedangkan untuk penyediaan bahan pembangunan dari Malaysia juga membutuhkan waktu yang lama karena kondisi prasarana Jalan yang tidak baik dan mempengaruhi pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di Desa Liang Turan Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan. Kata Kunci : Pembangunan Infrastruktur, Sarana dan Prasarana, Masyarakat Perbatasan ABSTRACT Rural development of the border region is the starting point towards progress, especially the availability of infrastructure facilities and infrastructure The purpose of this study was to examine the extent of infrastructure development in Liang Turan Village, West Krayan District, Nunukan Regency. This type of research is qualitative descriptive, with data analysis techniques using interactive models of Miles & Huberman (2011). The results of research showed that infrastructure development in Liang Turan village was not good, this was due to the isolated area. Access to the bridge that connects between sub-districts has not been able to be traversed by four-wheeled vehicles. Even road access is in the form of a dirt road which, if there is rain, it is certain that the vehicle will not be able to pass through the access road. Items needed to build infrastructure for village offices, school buildings and houses of worship are difficult to bring, because the only access to transportation that can be used is through air transportation and that is very limited. Meanwhile, to bring in construction materials from Malaysia, it also takes a long time due to poor road infrastructure conditions that affect the construction of infrastructure facilities and infrastructure in Liang Turan Village, West Krayan District, Nunukan Regency. Keywords : Development of Infrastructure, Facilities and Infrastructure, Border Communities
ANALISA KETERSEDIAAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR MENYAMBUT RENCANA IBU KOTA NEGARA BARU abdul rachim; muhammad habibi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 1 No. 1 (2016): may
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hari Selasa 24 Agustus 2021 dalam pemberitaan kantor berita Antara, saat meninjau sodetan akses jalan menuju Ibu Kota Negara di Jalan tol Balikpapan-Samarinda KM 14, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo menegaskan bahwa pembangunan IKN yang baru dio Provinsi Kalimantan Timur tetap diteruskan. Artinya bahwa Kalimantan Timur harus terus bersiap sedia, termasuk kedatangan sekitar 1,5 juta pejabat dan pegawai pemerintah pusat bersama keluarga, yang harus mendapat dukungan pasokan pangan. Pangan dalam kehidupan sehari-hari merupakan kebutuhan pokok manusia. Tanpa pemenuhan pangan, manusia tentu tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui Ketersediaan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Timur menyambut Rencana Ibu Kota Negara Baru, dan mengetahui berbagai aspek yang berkenaan dengan Ketersediaan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Timur Menyambut Rencana Ibu Kota Negara Baru.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sifat deskriptif, dengan analisis data menggunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan di Kalimantan Timur saat ini masih memerlukan perhatian yang lebih fokus, agar kerentanan pangan dapat dihindari. Mengingat dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan hanya komoditas ternak Domba dan Babi yang swasembada. Komoditas seperti beras, sayuran, buah-buahan, daging, ayam, itik bahkan telur masih membutuhkan pasokan dari wilayah tetangga. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa yang paling rentan adalah masih adanya alih fungsi lahan pertanian ke sektor perkebunan sawit, batu bara, hingga properti perumahan. Sedangkan potensi pangan pada tingkat Kabupaten/Kota belum terpetakan dengan baik sehingga kebijakan yang ditetapkan belum dapat mengungkit potensi pangan yang dimiliki. Kebijakan dan program yang telah ditetapkan dan diaplikasikan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota masih perlu dikembangkan berbasis pada potensi produksi dan pengolahan hilirisasi produksi. Perlu kebijakan strategis yang berbasis pada kepemudaan dalam rangka pencapaian kondisi ketahanan pangan yang modern berbasis teknologi modern.
ANALISA KETERSEDIAAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR MENYAMBUT RENCANA IBU KOTA NEGARA BARU Abdul Rachim; Muhammad Habibi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 6 No. 2 (2021): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v6i2.1099

Abstract

Pada hari Selasa 24 Agustus 2021 dalam pemberitaan kantor berita Antara, saat meninjau sodetan akses jalan menuju Ibu Kota Negara di Jalan tol Balikpapan-Samarinda KM 14, Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo menegaskan bahwa pembangunan IKN yang baru dio Provinsi Kalimantan Timur tetap diteruskan. Artinya bahwa Kalimantan Timur harus terus bersiap sedia, termasuk kedatangan sekitar 1,5 juta pejabat dan pegawai pemerintah pusat bersama keluarga, yang harus mendapat dukungan pasokan pangan. Pangan dalam kehidupan sehari-hari merupakan kebutuhan pokok manusia. Tanpa pemenuhan pangan, manusia tentu tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui Ketersediaan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Timur menyambut Rencana Ibu Kota Negara Baru, dan mengetahui berbagai aspek yang berkenaan dengan Ketersediaan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Timur Menyambut Rencana Ibu Kota Negara Baru.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sifat deskriptif, dengan analisis data menggunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ketahanan pangan di Kalimantan Timur saat ini masih memerlukan perhatian yang lebih fokus, agar kerentanan pangan dapat dihindari. Mengingat dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan hanya komoditas ternak Domba dan Babi yang swasembada. Komoditas seperti beras, sayuran, buah-buahan, daging, ayam, itik bahkan telur masih membutuhkan pasokan dari wilayah tetangga. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa yang paling rentan adalah masih adanya alih fungsi lahan pertanian ke sektor perkebunan sawit, batu bara, hingga properti perumahan. Sedangkan potensi pangan pada tingkat Kabupaten/Kota belum terpetakan dengan baik sehingga kebijakan yang ditetapkan belum dapat mengungkit potensi pangan yang dimiliki. Kebijakan dan program yang telah ditetapkan dan diaplikasikan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota masih perlu dikembangkan berbasis pada potensi produksi dan pengolahan hilirisasi produksi. Perlu kebijakan strategis yang berbasis pada kepemudaan dalam rangka pencapaian kondisi ketahanan pangan yang modern berbasis teknologi modern.
OPTIMALISASI POTENSI WISATA DESA MARAH HALOQ KECAMATAN TELEN KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhammad Habibi; Sunardi Sunardi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 8 No. 2 (2023): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur kaya akan potensi wisata yang tersebar di berbagai desa. Melalui kebijakan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, maka desa diberi hak untuk membangun dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada, dan salah satunya potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata. Potensi wisata Desa Marah Haloq hingga saat ini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah desa yang ditunjukkan dengan belum masuknya ke dalam agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Dimana belum ada Pembangunan akses penghubung dan fasilitas umum penunjang lokasi potensi wisata. Penelitian ini dilakukan mendukung terjadinya optimalisasi potensi destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan teknik analisis data dari model intraktif dari Milles dan Huberman yang dikaji dengan konsep 6A Pembangunan kepariwisataan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Desa Marah Haloq memiliki 3 Potensi Wisata yaitu Hutan Konservasi, Air Terjun, dan Batu Dinding. Ketiga Potensi tersebut dapat di kembangkan dengan menggunakan prinsip A6 yaitu Attraction, Accesbility, Amenities, Available Packages, Activitas dan Ancillary Services. Pertama Potensi Wisata Batu Dinding yang sangat di perlukan dalam penggembanganya seperti Attaction dan accesbility. Kedua Hutan Konservasi yang di butuhkan seperti Attaction bahwa Attaction masih kurang dalam penggembanganya, dan ketiga Air Terjun yang di perlukan seperti Attaction, Accesbility dan Amenities. Sedangkana dalam pengembangan Potensi Wisata tersebut sudah memiliki peraturan kepariwisataan,dan peraturan Desa tentang Pariwisata belum ada sehingga pengembangan Potensi Wisata belum di kelola dengan baik oleh pemerinta desa.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA BONTANG Abdul Rachim; Reslianty Rachim; Muhammad Habibi; Zulkifli
OBOR: Oikonomia Borneo Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : University of Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/obor.v4i2.1947

Abstract

Purpose and objectives Review tourism destination objects in Bontang City that can be developed with the aim of destination objects that can be developed for the advancement of the tourism industry. With the starting methodology, the preparation consists of forming groups, selecting themes and locations, as well directives for implementing activities. Finally, preparation is the stage that is carried out after the Fact Report and Analysis has been completed. The contents of the Plan Report include several points, namely Background, Purpose, Objectives, Policy Review, Overview of Study Areas, Tourist Destinations, and Tourism Development Policies and Strategies. As a result, the Bontang Kuala Village also has a mangrove conservation area in the form of the Dutch River. Bontang Tourist destinations in the Bontang Kuala and Bontang Lestari Villages have natural and cultural tourism attractions. Cultural Tourism in Bontang Kuala is located in the Tourism Village: Kampung Laut Bontang Kuala. Meanwhile, nature tourism in Bontang Kuala can be found in Bontang Mangrove Park TNK (Kutai National Park), Sungai Netherlands, and Segajah Island. As for cultural tourism in the Bontang Lestari Village, there is the Nyerakat Kampung. Natural tourism can be found in the Green Sustainable Valley, Lallo' Beach, Tihi-Tihi Village, Kadere Bay, Selangan Island, Beras Basah Island, Mangrove Park, Segajah Island, and traditional ceremonial activities. Those that can continue to be strategically planned to be developed as tourist destinations that become superior so that they can become the engine of the economy apart from LNG and Fertilizers. to be developed in the City of Bontang