Subarna Subarna
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GUAR GUM ADDITION ON PHYSICAL CHARACTERISTICS OF EXTRUDED DRY CORN NOODLE FROM MIXTURE OF WET AND DRY CORN FLOURS Aminullah, Aminullah; Muhandri, Tjahja; Subarna, Subarna
Jurnal Pertanian Vol. 11 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.544 KB) | DOI: 10.30997/jp.v11i1.2524

Abstract

The drying process of corn noodles was an effort to increase the shelf life and it was a form of noodles diversification. The objective of this research was to study and analyze the effect of guar gum addition on the physical quality of the extruded dry corn noodle made from a mixture of wet and dry corn flour. Manufacturing dry corn noodles was conducted using wet corn noodles from a mixture of wet and dry corn flour, which was then dried in a tray dryer at a temperature of 60-70 °C for 1 - 1.5 hours. The treatments used were a combination of alum levels of 0.01%; moisture content of 80% (dry base); and guar gum concentration of 0%, 1%, and 2%. Physical properties of dry corn noodles included rehydration time, hardness, adhesiveness, suppleness, elongation, and cooking loss. The results showed that the optimum rehydration time for dry corn noodles was about 9 minutes. The addition of guar gum to the physical qualities of dry corn noodles tended not to be significant statistically, but as a score, an increase in guar gum levels tended to increase the elongation of dry corn noodles. While, increasing levels of guar gum tended to reduce the stickiness and cooking loss levels of them.
Membangun Karakter Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Bola Voli Nurodin, Dede; Subarna, Subarna; Sudharma, Maylana
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i2.20854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelajaran bola voli dapat digunakan sebagai alat efektif dalam membangun karakter siswa sekolah dasar, dengan fokus pada nilai-nilai seperti disiplin, kerjasama, kejujuran, dan tanggung jawab. Menggunakan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam proses pembelajaran di tiga sekolah dasar di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Subang. Instrumen penelitian meliputi kuesioner, observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Data dikumpulkan dari 90 siswa, 9 guru pendidikan jasmani, dan 15 orang tua siswa, dengan teknik analisis kualitatif untuk mengidentifikasi pola dan tema terkait penerapan nilai-nilai karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bola voli secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam berkolaborasi, berdisiplin, jujur, dan bertanggung jawab, serta membantu mereka mengelola emosi dalam menghadapi kekalahan dan kemenangan. Penelitian ini juga mengidentifikasi kebutuhan untuk peningkatan integrasi elemen karakter dalam kurikulum, pelatihan guru yang memadai, dan fasilitas yang berkualitas. Kesimpulannya, bola voli merupakan alat yang efektif dalam pembangunan karakter siswa, dan rekomendasi disarankan untuk pendekatan kurikulum yang lebih terstruktur dan komprehensif dalam pendidikan jasmani di sekolah dasar
PENGARUH PENERAPAN MODEL TGT TERHADAP HASIL BELAJAR SMASH BOLA VOLI SISWA PUTERA KELAS X SMK PP NEGERI SUMEDANG subarna, subarna; Dilla Fadilla
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 7 No 1 (2023): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani disekolah, secara umum peran guru masih sangat dominan dan siswa masih kurang berperan aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu maka diberikan suatu model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar dimana siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) merupakan salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan keaktifan siswa pada proses pembelaran pendidikan jasmani. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran TGT dapat meningkatkan hasil belajar smash dalam permainan bola voli pada siswa putera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh dan seberapa besar peningkatan hasil belajar smash dengan menggunakan model pembelajaran TGT terhadap siswa putera kelas X SMK PP Negeri Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain yang digunakan yaitu One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil dari analisis data diketahui bahwa proses pembelajaran smash menggunakan model pembelajaran TGT berjalan lancer dan tertib. Siswa terlihat aktif dan gembira mengikuti proses pembelajaran. Tanggapan dan respon siswa terhadap pembelajaran sangat positif. Berdasarkan perhitungan diperoleh data bahwa model pembelajaran TGT berpengaruh terhadap hasil belajar smash pada siswa putera. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai thitung =10,26 > ttabel =1,669 adapun peningkatannya sebesar 31,8%. maka dari data tersebut terlihat adanya perbedaan antara tes awal dan tes akhir setelah diberi perlakuan, artinya model pembelajaran TGT berpengaruh secara signifikansi terhadap hasil belajar smash dalam permainan bola voli pada siswa putera kelas X SMK PPN Negeri Sumedang
Pelatihan Teknologi Sterilisasi dalam Kemasan Plastik Tahan Panas untuk Memperpanjang Umur Simpan Sate Ayam Khas Ponorogo Muhandri, Tjahja; Purnaningsih , Ninuk; Fadhilatunnur, Harum; Subarna, Subarna
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.1.136-144

Abstract

Chicken satay is one of the signature dishes from Ponorogo Regency, often used as souvenirs by travelers. However, its short shelf life has limited the marketing and distribution area of the product. The activity aimed to train small enterprise partners in Ponorogo Regency to preserve their chicken satay using a simple commercial sterilization method and to measure the thermal process adequacy. The thermal process adequacy measurement was carried out at the SEAFAST Center, while the training was conducted in person at the partner's locations in Ponorogo. A questionnaire was distributed during the training to assess the participant's understanding of preserving food products using the thermal process. The sterilization process was performed by heating chicken satay in a pressure cooker for 1 hour (calculated since the maximum pressure cooker's temperature was reached), resulting in F0 values ranging from 4.2 to 5.2 minutes. The training was delivered by providing theoretical and practical experience. Data from questionnaires showed that the training improved the participants' understanding, with the average score per participant increased from 6.13 to 10.92 (32% increase).