Syamsul Alam
Program Studi Pendidikan Guru Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Megarezky, Jalan Antang Raya No. 43 Kota Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN MURID MELALUI PENERAPAN METODE STRUKTUR ANALISIS SINTESIS (SAS) KELAS I SD NEGERI 38 JANNA-JANNAYYA KECAMATAN SINOA KABUPATEN BANTAENG Muh. Khaedar; Bellona Mardhatillah Sabillah; Syamsul Alam
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 6, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jkpd.v6i2.5659

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Kemampuan menulis permulaan dengan menggunakan metode SAS pada murid kelas I SDN. No 38 Janna-Jannaya Desa Bonto Majannang Kec. Sinoa Kab. Bantaeng. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang didesain melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, tiap siklus dilaksanakan 4 kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas I SDN. No 38 Janna-Jannaya Desa Bonto Majannang Kec. Sinoa Kab. Bantaeng, dengan jumlah murid 21 orang. Sebanyak 12 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Instrument penelitian ini adalah tes dan lembar observasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.           Hasil yang dicapai secara kuantitatif yaitu: (1) Pada siklus pertama diperoleh nilai rata-rata hasil belajar murid kelas I SDN. No 38 Janna-Jannaya Kec. Sinoa Kab. Bantaeng yaitu 61,15 (2) Pada siklus kedua diperoleh nilai rata-rata hasil belajar murid kelas I SDN. No 38 Janna-Jannaya Kec. Sinoa Kab. Bantaeng lebih tinggi yang mencapai 80,03 sehingga dapat disimpulkan peningkatannya mencapai 18,88. Terutama pada perubahan sikap, motivasi, antusias, dan hasil belajar murid dalam memahami materi. Jadi, penggunaan metode SAS pada mata pelajaran kemampuan menulis permulaan murid kelas I SDN. No 38 Janna-Jannaya mengalami peningkatan.            Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa dengan penerapaan metode SAS dapat mengubah pola belajar murid dari kurang aktif menjadi lebih aktif dan lebih termotivasi dalam mempelajari kemampuan menulis permulaan murid.
Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui Metode Inquiri pada Murid Kelas V Muh Khaedar; Syamsul Alam
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.543 KB) | DOI: 10.26618/jkpd.v4i2.2368

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan menggunakan metode inquiri pada murid kelas V. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang didesain melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, tiap siklus dilaksanakan 4 kali pertemuan. Hasil yang dicapai secara kuantitatif yaitu: (1) Pada siklus pertama diperoleh nilai rata-rata hasil belajar murid kelas V SDN. No 38 Janna-Jannaya Kec. Sinoa Kab. Bantaeng yaitu 61,15 (2) Pada siklus kedua diperoleh nilai rata-rata hasil belajar murid kelas V SDN. No 38 Janna-Jannaya Kec. Sinoa Kab. Bantaeng lebih tinggi yang mencapai 80,03 sehingga dapat disimpulkan peningkatannya mencapai 18,88. Terutama pada perubahan sikap, motivasi, antusias, dan hasil belajar murid dalam memahami materi. Jadi, penggunaan metode inquiri pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) murid kelas V SDN. No 38 Janna-Jannaya mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa metode inquiri dapat mengubah pola belajar murid dari kurang aktif menjadi lebih aktif dan lebih termotivasi dalam mempelajari IPA.