Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Inggris dengan Menggunakan Media Gambar Azizah Azizah; Siti Sumihatul Ummah; Rusdiana Navlia
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.2977

Abstract

Berhubung peneliti mengetahui masalah atau kesulitan siswa RA. Raudhatul Hasanah dalam pelajaran menulis, mereka diketahui tidak bisa menulis dengan benar, tepat dan rapi setingkat anak usia dini apalagi menulis bahasa inggris, dengan itu peneliti memiliki keinginan untuk mencarikan solusi kesulitan tersebut. Mereka masih dapat dikatakan baru dalam dunia pendidikan formal dan sangat pemula dalam menulis. Kondisi seperti ini, dirasa penting untuk ditanggulangi. Dalam hal ini peneliti menggunakan media gambar sebagai solusi dalam memecahkan permasalahan dalam menulis kata Bahasa Inggris yang sangat sederhana. Sebab media gambar merupakan salah satu media yang menarik dalam meningkatkan keterampilan menulis untuk membuat siswa merasa lebih mudah dalam menulis. Ada dua rumusan masalah dalam penelitian ini. Yang pertama adalah  bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis bahasa inggris dengan menggunakan media gambar. Kedua, bagaiman hasil belajar siswa dalam keterampilan menulis bahasa inggris dengan menggunakan media gambar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Stephen Kemmis dan Robbin Mc Taggart yang terdiri dari empat komponen, antara lain: Rencana, Tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan format obsevasi/penilaian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, pengukuran hasil tes belajar, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah bila rata-rata kemampuan menulis bahasa inggris melalui media gambar telah mencapai 70%. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis Bahasa Inggris melalui media gambar di RA. Raudhatul Hasanah di Desa Saobi Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep, hal ini di buktikan dengan peningkatan rata-rata kemampuan menulis Bahasa Inggris pada siklus I sebesar 60,0% sedangkan sklus II mengalami peningkatan dibandingkan siklus pertama sebesar 74.0%. kemampuan menulis Bahasa Inggris mengalami peningkatan setelah peneliti memberikan tindakan yang dilakukan melalui beberapa tahapan dan proses, yaitu; 1) Mempersiapkan/merancang media gambar, 2) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran Harian  (RPPH), 3) Membuat pedoman observasi untuk mengetahui hasil belajar dan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran sebagai wujud dari hasil peningkatan hasil belajar siswa dalam menulis teks bahasa Inggris yang sudah di jelaskan dan diperlihatkan dengan strategi penggunaan media gambar, 4) Merancang alat evaluasi dalam bentuk media gambar lengkap dengan teks bahasa Inggrisnya sebagai wujud dari pemahaman siswa dalam menulis teks bahasa Inggris.
Tingginya Angka Cerai Gugat di Kabupaten Sumenep & Dampaknya bagi Anak Sofia Mubarokah Sa'bana; Rusdiana Navlia
Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-manhaj.v5i2.13211

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh faktor cerai gugat yang permasalahannya tidak selalu disebabkan oleh isteri seperti halnya adanya perselingkuhan dari suami, penelantaran rumah tangga dan KDRT, faktor ekonomi dan lain sebagainya. Konflik menjadi hal yang wajar manakala kedua belah pihak ada yang mau mengalah dan bisa memahami dengan mengambil sisi positif namun jika konflik tersebut dibiarkan terus-menerus akan membawa dampak negatif yang pada akhirnya berujung pada perceraian. Perceraian sendiri berdampak sangat besar terhadap perkembangan anak. Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan studi kasus dilakukan di Pengadilan Agama Sumenep. Hasil dari penelitian ini yaitu faktor yang paling mendominasi pengajuan cerai gugat di Pengadilan Agama Sumenep disebabkan karena perselisihan yang terjadi terus menerus yang disebabkan oleh ekonomi, meninggalkan satu pihak (peelantaran), dan KDRT.
KONSEP DAN URGENSI EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Dewi Fuji Astutik; Rusdiana Navlia
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 10 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Oktober
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/sjmh1j40

Abstract

Evaluasi program pendidikan merupakan salah satu hal penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Evaluasi tidak hanya digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, tetapi juga mencakup seluruh proses yang terjadi di lembaga pendidikan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu dengan menganalisis berbagai buku, artikel, dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi memiliki peran yang sangat penting. Bagi guru, evaluasi bisa menjadi acuan untuk menilai apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah tepat. Bagi siswa, evaluasi memberi gambaran tentang kemampuan, kemajuan, dan semangat untuk belajar lebih baik. Orang tua juga bisa menggunakan evaluasi untuk mengendalikan perkembangan anak. Sementara itu, bagi lembaga pendidikan, evaluasi membantu program berjalan sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan. Dalam pendidikan Islam, evaluasi juga berperan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dengan pengembangan akhlak dan penguatan nilai-nilai spiritual. Oleh karena itu, evaluasi bukan hanya sekedar tugas administratif semata, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam dan mempersiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, serta siap menghadapi perubahan zaman.
Optimizing Learning Quality Through Program Planning and Evaluation in Islamic Educational Institutions Inayah Alfiyani; Rusdiana Navlia
Responsive: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/responsive.v1i4.40

Abstract

Islamic education is the name of a system, namely the Islamic education system. Islamic Religious Education, here, refers to the care and guidance of students so that after completing their education, they can understand and practice Islamic teachings and make them a way of life. The method used in this article is library research, namely research that utilizes written materials such as manuscripts, books, magazines, newspapers, and other documents. The results of this research, namely optimizing learning quality through program planning and evaluation in educational institutions, are very helpful for the future development of learning quality. With appropriate learning planning, learning objectives in Islamic educational institutions, especially teaching and learning activities, are easily achieved as expected. Furthermore, program evaluation in Islamic education is a crucial instrument in ensuring that Islamic education is not only relevant but also effective in achieving the desired educational goals. The role of the principal in this context cannot be ignored. The principal is not only an administrative leader but also a figure responsible for determining the direction and quality of Islamic education in schools. Thus, the principal's role extends beyond the administrative implementation of evaluations to include developing effective evaluation strategies, facilitating the evaluation process, and integrating evaluation results into daily educational policies and practices. Islamic education program evaluations also take various forms, ranging from curriculum evaluation and teaching methods to student achievement assessments.
Implementation Of Islamic Education Program Evaluation In Madrasah As An Effort To Improve The Quality Of Learning Siti Umami; Rusdiana Navlia
Responsive: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/responsive.v1i4.45

Abstract

Evaluation of Islamic education programs in madrasas plays a strategic role in ensuring that the quality of learning is aligned with national education goals and Islamic values. Planned, systematic, and continuous evaluation provides the basis for determining program effectiveness, teacher performance, and student achievement levels. This study aims to analyze the implementation of Islamic education program evaluation in madrasas as an effort to improve learning quality. Using a literature review approach, this study reviewed various scientific sources, books, and journals relevant to the topic of Islamic education evaluation. The results indicate that effective evaluation encompasses three main aspects: planning, implementation, and learning outcomes. Comprehensive evaluation enables madrasas to identify program weaknesses, improve the learning process, and continuously enhance educational quality. Therefore, program evaluation is not merely an administrative activity but also a strategic instrument in realizing superior, competitive, and Islamic-characterized madrasas.
Confirming the Reliability of the Ma’nā-cum-maghzā Approach to Mansūkhah Verse: : Case Study of QS. Al-Baqarah (2): 240 Hafizh, Azhar Amrullah; Rusdiana Navlia; Muhammad Uzaer Damairi; Eko Zulfikar
REVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/revelatia.v6i2.21132

Abstract

In the ma’nā-cum-maghzā approach to Qur'anic interpretation, Sahiron states that the paradigm that builds this approach is the absence of nasakh in the Qur'an. This raises questions about the existence of verses that are considered mansūkhah in the Qur'an, which for most tafsir scholars is positioned as a consensus. This article seeks to examine the reliability of the ma’nā-cum-maghzā approach, especially in the meaning and significance of verses that are considered mansūkhah by most scholars of interpretation and reveal the significance and meaning of QS. Al-Baqarah verse 240 regarding the length of the iddah period for women whose husbands die is one full year. This research is a type of library research with a ma’nā-cum-maghzā approach to the mansūkhah verse which is analyzed using content analysis. This study shows that, first, the ma'nā-cum-maghzā approach is quite reliable in interpreting QS. Al-Baqarah verse 240 because there are still scholars who interpret it based on negating nasakh, such as al-Tabari and al-Razi. In addition, the ma'nā-cum-maghzā approach reinforces the universal values contained in the Qur'an. Second, QS. Al-Baqarah verse 240 is a way for the Rasulullah Saw., gradually, to position women with dignity both economically and socially. This study contributes to strengthening the ma'nā-cum-maghzā approach, which can be a methodological alternative in reading verses that have been understood as mansūkhah, while also opening up space for a more contextual reading of the Qur'an that is gender-equitable and oriented towards universal ethical values.
Persepsi Pengguna terhadap Manajemen Layanan Perpustakaan UIN Madura: Evaluasi Tata Kelola dan Prosedur Pelayanan Alifah Hani Nur Fatimah; Aliyul Karror; Alfin Fahmi; Rusdiana Navlia
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 3 (2026): Mei: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v4i3.1937

Abstract

University libraries play a strategic role in supporting academic learning and research. This study aims to evaluate user perceptions of library service management at UIN Madura, focusing on five key dimensions: clarity of service information, effectiveness of staff coordination, organizational structure support, simplicity of service procedures, and consistency of orientation for new users. The study used a quantitative approach with a survey method. Data were collected through an online Google Form-based questionnaire distributed to active UIN Madura students from various study programs, resulting in 21 valid respondents from diverse academic backgrounds. Data analysis was conducted descriptively using frequency distribution and percentages. The results indicate that user perceptions of library governance are generally quite positive. The majority of respondents gave good ratings to the clarity of service information (85.7% agreed or strongly agreed), the effectiveness of staff coordination (81%), and the organizational structure support (90.5%). However, the new user orientation dimension received the lowest rating, with 23.8% of respondents disagreeing or strongly disagreeing. These findings indicate the need for a more systematic and sustainable strengthening of the library orientation program. Overall, the service management and governance of the UIN Madura library were assessed as quite good. However, improvements are still needed in the aspects of socialization and guidance for new users so that this university library service can function optimally in supporting the academic community.