Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kajian Beberapa Merek Minyak Lumas Mesin Bensin Tingkat Mutu Unjuk Kerja API SL yang Dijual di Pasaran Subiyanto Subiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil kajian lima percontoh minyak lumas motor bensin API SL dari beberapa merek yang dijual di pasaran Indonesia dan yang telah mendapatkan Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) seperti yang telah diuraikan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :- Kelima merek minyak lumas motor bensin empat langkah yang diteliti memenuhi spesifikasinya masing-masing.- Klasifikasi SAE yang digunakan kelima percontoh tersebut mengacu pada klasifikasi viskositas SAE J300 Dec. 1995 belum menggunakan yang terbaru yaitu SAE J300 Dec. 1999.- Spesifikasi angka basa total dari kelima percontoh semua mempunyai harga minimum 5,00 mgKOH/g.- Secara kualitatif dan kuatitatif serta merek paket aditif yang digunakan berbeda-beda; untuk aditif jenis deterjen/dispersannya ada yang mengunakan senyawa kalsium atau magnesium dan campurannya.
Jenis-jenis Logam yang terdapat dalam Minyak Lumas Bekas dan SumbER Asalnya Subiyanto Subiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagaimanapun baiknya mutu minyak lumas yang dipergunakan untuk melumasi mesin, keausan komponen mesin selama operasi tetap berlangsung, meskipun keausan yang terjadi tidak terlalu besar. Komponen mesin yang mengalamai keausan dapat ditelusuri dari hasil pengujian laboratorium terhadap logam-logam yang ada dalam minyak lumas bekasnya
Periode Penggantian Minyak Lumas Mesin Diesel Kendaraan Tingkat Mutu API CH-4 Subiyanto Subiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 2 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari pembahasan dan evaluasi karaktersitik fisika kimia minyak lumas mesin diesel bekas dengan SAE 15W40, API CH-4, jumlah penambahan minyak lumas baru, seperti diuraikan diatas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :- Minyak lumas bekas P-10,P-20, P-30 dan P-40 dengan level viskositas multigrade SAE 15W40 dan tingkat mutu unjuk kerja API CH-4 masih dapat digunakan sampai dengan 20.000 km- Sampai dengan jarak tempuh 18.000 km, penambahan minyak lumas baru sebanyak kurang lebih 300 ml.
Korelasi Antarlaboratorium Fisika Kimia Pabrik Pelumas di Indonesia Subiyanto Subiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik pelumas atau Lube Oil Blending Plan (LOBP) dan pabrik pengolahan pelumas bekas tentu harus dilengkapi dengan alat kontrol kualitas bahan baku maupun produknya yaitu laboratorium fisika kimia. Agar laboratorium dapat menjalankan kontrol kualitas dengan baik maka diperlukan akreditasi laboratorium. Berdasarkan pada Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian SNI 19-17025- 2000 (ISO-17025), laboratorium yang telah terakreditasi harus melakukan jaminan mutu hasil pengujian melalui beberapa cara, diantaranya uji banding antarlaboratorium atau disebut uji korelasi, yang harus dilakukan minimal setiap tahun atau dua tahun sekali. Atas dasar usulan yang disampaikan oleh PPPTMGB ”LEMIGAS“ telah disepakati oleh tidak kurang dari 17 laboratorium pelumas untuk mengadakan program korelasi antarlaboratorium pelumas yang akan dilaksanakan setiap tahun dan ditindaklanjuti dengan Temu Karya dan PPPTMGB ”LEMIGAS“ ditunjuk sebagai koordinator. Kesepakatan ini telah direalisasikan mulai tahun 2003 dan dilanjutkan tahun 2004. Pada tahun 2004 ini dilaksanakan Program Korelasi Antarlaboratorium Pelumas Tahap II, yang diikuti oleh 17 Laboratorium peserta. Selain berdasarkan kompetensi tersebut di atas program korelasi ini dimaksudkan untuk memacu setiap laboratorium peserta untuk selalu meningkatkanketelitian dalam pengujian, sehingga dapat dicapai repeatability dan reproducibility yang baik. Dengan peralatan dan operator yang teliti dan andal, membantu pemerintah dalam melindungi konsumen dan membentu pabrik pelumas tersebut dalam pengawasan mutu pelumas atau kontrol kualitas produk sebelum dan sesudah pelumas tersebut beredar di pasar.
Spesifikasi dan Standar Spesifikasi Minyak Lumas Motor Bensin untuk Kendaraan Subiyanto Subiyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 3 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelumas yang salah satu fungsinya untuk mengurangi gesekan atau keausan suatu logam atau mesin, banyak sekali jenisnya. Pelumas dibuat oleh produsen pelumas berdasarkan rencana penjualan produsen tersebut atas dasar studi yang dilakukan, akan tetapi bisa juga atas permintaan dari konsumen atau pemakai. Pemakai tersebut dapat perorangan, industri atau pabrik pembuat motor atau mesin dan peralatan lainnya. Sebelum diproduksi, formulator menyusun formula pelumas berdasarkan permintaan, misalnya pelumas jenis apa yang akan dibuat, viskositasnya termasuk SAE atau ISO yang mana, serta tingkat mutu unjuk kerja yang mana. Berdasarkan kriteria tersebut, kemudian dipelajari bagaimana komposisi minyak lumas dasarnya, apakah cukup dengan jenis mineral atau sintetik, serta aditif apa saja yang harus ditambahkan agar unjuk kerjanya terpenuhi. Untuk mendapatkan viskositas tertentu, minyak lumas dasar yang digunakan meskipun berasal dari minyak bumi, juga bisa menggunakan beberapa macam jenis minyak lumas dasar, demikian juga bila berasal dari jenis sintetik. Bahan kimia atau aditif yang ditambahkan juga dapat berbeda fungsi atau kegunaannya, walaupun dari jenis bahan yang sama. Misalnya jenis deterjen, dapat dibuat dari senyawa logam kalsium atau magnesium. Sebagai akibatnya setiap produk pelumas yang sama SAE maupuntingkat mutu unjuk kerja API nya, belum tentu hasil uji terhadap suatu karakteristik akan mempunyai nilai yang sama.
Penggunaan Larutan Fermentasi Kulit Singkong dan Garam Terhadap Masa Simpan Filet Nila Merah Berdasarkan Jumlah Mikroba Pada Penyimpanan Suhu Rendah Shally Auliyatul Hakim; Evi Liviawaty; Subiyanto Subiyanto; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i3.928

Abstract

This research was conducted to analyze the best salt concentration in the cassava peel fermentation solution to extend the shelf life of red tilapia fillets based on the number of microbes during low temperature storage (5°-10°C). Soaking red tilapia fillets using fermented cassava peel solution with various added salt concentrations consisting of 4 treatments, namely 0% (control), 2%, 3% and 4%, soaking for 30 minutes for each fillet according to the treatment. The parameters observed were the number of bacterial colonies and the degree of acidity (pH), each parameter was carried out in duplicate. For concentrations of 0%, observations were made on days 1, 3, 6, 7, 8, 9, while for concentrations of 2%, 3% and 4%, observations were made on days 1, 4, 7, 8, 9, 10, 11 and 12. The results of the study showed that soaking red tilapia filets using fermented cassava skin solution, namely adding 3% salt concentration, had the best effect on shelf life during low temperature storage with an acceptance limit of up to the 11th day with TPC value is 2,5 x 106 and a pH value is 6,5.
DEVELOPMENT OF WRIGHT BLENDING METHOD IN VISCOSITY ESTIMATION OF LIQUID-BINARY MIXTURE OF BASE OIL AND OLEFIN COPOLYMERS (OCPs) Nelson Saksono; Subiyanto Subiyanto; Setyo Widodo
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 34 No 1 (2011)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.34.1.642

Abstract

This study aims to develop mathematical equations used in Wright’s method to predictkinematic viscosity of liquid-binary mixture consisting of base oil and additive. The equationis developed by addition of specific constants (αi and αc), representing interaction ofeach component in the mixtures. Evaluation is done using 70 empirical data from 35 samplesderived from liquid blending of 4 types of base oils (B.1, B.2, B.3 and B.4) and olefincopolymers (OCPs), varied in the range of 5-30 % of weight. Kinematic viscosity is measuredat 40oC and 100oC using a cannon automatic viscometer series 2000 (CAV 2000)according to ASTM method D 445. Validation of the equation (Developed-Wright’s method)is performed over all of liquid-binary mixtures of base oil-OCPs, and the accuracy isindicated by percent average absolute deviation (%AAD). The results show that the additionof specific constants could minimize the deviations of estimated values. The averagedeviation of Developed-Wright’s method on kinematic viscosity estimation at 40oC and100oC becomes 2.056 % and 1.917% respectively, lower than Wright’s method which are8.341 % and 14.696%; meanwhile the maximum deviation reaches 5.821 % and 4.657%,lower than Wright’s method which are 21.256 % and 25.265% respectively. These valuesindicate that the Developed-Wright’s method has better accuracy.
Study On Components Rating Of Gasoline Engine As A Performance Quality Indicator Of Lemigas Formulated Api Sl Lubricant Setyo Widodo; Shinta Sari H; Catur Yuliani R; Subiyanto Subiyanto
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 33 No 3 (2010)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.33.3.825

Abstract

Poor lubrication may cause wear on the surface moving parts of engine components such as bearings due to the metal-to-metal contact. Engine components utilized on the road-test of gasoline engine’s lubricating oil API SL showed wear and tear on some parts of them. The sum of wear occurred during the road test were varied. Therefore, an analysis of wear quantity of engine’s components was a necessity in order to get information about lubrication condition on engine. Analysis of wear was conducted by components’ rating based on the standard specifications set out for performance level of lubricant oil API SL and ILSAC GF-3 (SNI 06-7069-2005). Analysis based on Seq. IIIF showed that average value of the piston skirt varnish is 10, low temperature viscosity is 4673 cP, and cam wear lifter is 0.002 mm. It was also showed that the minimum kinematics viscosity increase was managed to be stay-in-grade. Analysis based on Seq. IVA showed that the average value of cam wear is 0.0015 mm. Analysis based on Seq. VII showed that the value of bearing weight loss was 0.010 g and there was no deposit at high temperatures. Shear stability analysis based on Seq. VIII showed that the viscosity of lubricant oil is still in the range of allowed values.