Anisatul Mardiah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOCIAL MEDIA ADDICTION, WORK TECHNOLOGY CONFLICTS ON TASK PERFORMANCE IN ISLAMIC STUDENTS Mardiah, Anisatul; Anisatul Mardiah; Melisa Paulina; Tri Handayani; Arung Samudra; Sari Emilia; Triana Aprilia; Siti Miyanti Juniar
Psikis : Jurnal Psikologi Islami Vol 10 No 2 (2024): Psikis : Jurnal Psikologi Islami
Publisher : Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/psikis.v10i2.24559

Abstract

Challenges associated with social media use, such as distractions and reduced focus on academic activities, can negatively impact students’ task performance. This research aimed to analyze the impact of social media addiction, work technology conflicts, and demographic variables (gender and age) on Islamic students’ task performance. The research used a quantitative and cross-sectional design approach involving 184 Islamic students. Data were collected using validated scales such as Task Performance, Social Media Addiction, and Work-Technology Conflict scales. Data analysis was carried out using multiple linear regression and confirmatory factor analysis. The results showed that social media addiction and demographic variables did not significantly impacted students’ task performance. However, work-technology conflict has a significant negative effect on task performance. Work-technology conflict levels were associated with a decrease in student task performance. In addition, the analysis showed that the proportion of social media addiction variables, work-technology conflict, gender, and age together influencing task performance was 11.8%, with the remaining 88.2% influenced by other variables outside the research. This showed that students who experienced difficulty in managing the use of technology for academic activities may experience a decrease in productivity. Therefore, educational institutions or campuses can develop programs or strategies to help students manage work-technology conflicts, for example by providing education about time management and techniques for efficient use of technology so as not to interfere with academic focus. With these implications, it is hoped that the research results can be a basis for universities or other educational institutions in designing programs and policies that support the optimization of student academic achievement, especially in facing the challenges of technology and social media. By understanding washatiyah, Islamic students can use social media wisely without becoming addicted, which could negatively impact their task performance
Tafsir Politik: Studi terhadap Pemikiran Politik Hamka dan Pengaruhnya dalam Tafsir Al-Azhar Halimatussa'diyah, Halimatussa'diyah; Anisatul Mardiah; Kher, Abdul; Hidayat, Rahmat; Sulaiman Mohammad Nur
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i1.22790

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran politik Hamka dan pengaruhnya dalam penafsiran. Banyak prediket dapat disandangkan kepada sosok Hamka. Hamka tidak hanya dikenal sebagai seorang sastrawan, kolumnis, tetapi Hamka juga populer sebagai seorang ulama, mufassir dan politikus. Hamka dalam menyampaikan ide-ide pemikirannya, tidak hanya dengan lisan tetapi juga tulisan. Hal ini terbukti banyaknya karya-karya Hamka dari berbagai lintas keilmuwan. Karya Hamka yang populer dan fenomenal adalah Tafsir al-Azhar. Sebagai seorang yang terlibat dalam politik praktis, memberi pengaruh bagi Hamka dalam menafsirkan al-Qur’an.  Di antara ide-ide pemikiran Hamka dalam Tafsir al-Azhar adalah berkaitan dengan politik. Penelitian ini adalah penelitian library reseach dengan sumber data primer Tasir al-Azhar dan sumber sekunder adalah buku-buku yang berhubungan dengan penelitian. Analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif. Temuan penelitian ini adalah menurut Hamka, perintah musyawarah terdapat dalam al-Qur’an, namun al-Qu’an tidak menjelaskan secara detail pelaksanaan musyawarah. Pelaksanaan musyawarah tergantung kepada situasi dan kondisi masyarakat. Dalam pemilihan kepala negara, Hamka berpendapat bahwa syarat kepala negara adalah orang seiman. Alasan Hamka kepala negara yang dipilih orang seiman, karena kepala negara tidak seiman (non-muslim) dapat mengajak kepada thaghut. Hubungan negara dan agama tidak ada pemisahan antara urusan negara dengan agama.
Analisis Historis Transformasi Politik, Ekonomi, Sosial, Dan Budaya Indonesia Dari Kolonialisme Hingga Reformasi Modern Aldo; Budi Muhamad Yani; Anisatul Mardiah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi Indonesia pada abad ke-20 dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya serta keterkaitan antarbidang tersebut dalam membentuk masyarakat Indonesia modern. Penelitian dilatarbelakangi oleh dinamika perubahan yang terjadi sejak masa kolonial hingga era Reformasi yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, seperti kolonialisme, globalisasi, perkembangan teknologi, dan perubahan situasi internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari dokumen historis, buku, jurnal, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan historis dan interdisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan politik dari sistem kolonial menuju demokrasi modern memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi, kondisi sosial, dan transformasi budaya masyarakat Indonesia. Pembangunan ekonomi pada masa Orde Baru mendorong pertumbuhan nasional, industrialisasi, urbanisasi, dan modernisasi, tetapi juga menimbulkan ketimpangan sosial, korupsi, dan ketergantungan ekonomi yang memicu krisis multidimensional tahun 1997–1998. Di bidang sosial, perkembangan pendidikan dan teknologi meningkatkan mobilitas sosial serta kesadaran masyarakat terhadap demokrasi dan hak asasi manusia. Sementara itu, globalisasi dan media massa mempercepat perubahan budaya melalui perpaduan budaya lokal dan budaya asing dalam kehidupan masyarakat modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Indonesia pada abad ke-20 merupakan proses perubahan yang saling berkaitan antara aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya dalam pembentukan bangsa Indonesia modern.