Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kinerja Unit Pembangkit Akibat Outage Berdasarkan Equivalent Availability Factor dan Net Capacity Factor di PLTA Lamajan Pangalengan Sucita, Tasma; Mulyadi, Yadi; Lesmana, Ridwan
Seminar Nasional Teknik Elektro Vol. 3 No. 1 (2023): SNTE II
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi listrik, sehingga pembangkit dituntut untuk memproduksi energi listrik secara terus-menerus yang menimbulkan resiko penurunan kinerja bahkan terjadinya kerusakan atau kegagalan. Keandalan kinerja unit pembangkit sangat besar perannya untuk memenuhi suplai energi listrik kepada pelanggan. Kondisi yang ada di lapangan menunjukkan beberapa gangguan mulai dari yang kecil hingga menyebabkan pembangkit harus keluar dari jaringan yang menyebabkan nilai indeks akan mengalami penurunan. Maka dengan ini diperlukan evaluasi kinerja pembangkit listrik sesuai dengan Protap Deklarasi Kondisi Pembangkit dan Indeks Kinerja Pembangkit. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji ataupun menganalisis pengaruh gangguan terhadap nilai indeks kinerja unit pembangkit di PLTA Lamajan Pangalengan pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2022 dan memberikan solusi alternatif untuk meningkatkan nilai indeks kinerja pembangkit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan secara deskriptif dan komparatif. Variabel-variabel yang akan dianalisis berupa Equivalent Availablity Factor (EAF) dan Net Capacity Factor (NCF) sebagai indeks kinerja pembangkit. Hasil temuan penelitian yang diperoleh di PLTA Lamajan Pangalengan menunjukkan bahwa nilai rata-rata EAF tahun 2020 sebesar 38,17%, tahun 2021 sebesar 59,08%, dan tahun 2022 sebesar 59,84%. Menurut standar SPLN (80-85%) dan NERC (86,36%) untuk nilai EAF PLTA termasuk tidak handal. Sedangkan nilai rata-rata NCF tahun 2020 sebesar 43,91%, tahun 2021 sebesar 42,41% dan tahun 2022 sebesar 41,41%. Walaupun mengalami penurunan tetapi masih memenuhi standar SPLN (30-50%) dan NERC (38%). Faktor gangguan yang mempengaruhi kinerja unit pembangkit diantaranya adalah debit air yang tidak konstan sehingga berdampak kepada an penurunan pembangkit. Beberapa solusi untuk mengatasi gangguan tersebut, pihak terkait dapat melakukan normalisasi sungai, pergantian spare part komponen, dan maintenance routine.
The Hybrid PV–Micro-Hydro Power System with Automatic ECS in Semi Off-Grid Scheme Hidayat, Saepul Hidayat; Sucita, Tasma; Washimudin Surya Saputra
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigated the design and implementation of a hybrid photovoltaic (PV)–micro-hydro power system equipped with an automatic Energy Control System (ECS) in a semi off-grid configuration. The research addressed the challenge of providing reliable and continuous electricity in rural and remote areas where access to the national grid was limited or unreliable. The proposed system combined two 550 Wp monocrystalline PV panels and thirty-two pipeline micro-hydro generators with a total output of approximately +550 VA, supported by a 25.6 V 200 Ah LiFePO? battery bank and a 2000 W pure sine wave inverter. The ECS was designed to manage seamless switching between power sources, regulate charging processes, and ensure uninterrupted electricity supply to household loads. The results showed that the hybrid system generated an average of 12.48 kWh per day, meeting the typical household demand in Indonesia. Economic analysis indicated that monthly electricity costs were reduced by more than 85% compared to full reliance on the national grid. Furthermore, the system maintained 24-hour electricity availability by utilizing solar energy during the day, micro-hydro power during water usage peaks, and battery storage during off-peak periods. Overall, the hybrid PV–micro-hydro system with ECS proved to be a cost-effective, reliable, and sustainable solution for household-scale energy supply in semi off-grid areas.