Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Perhitungan Numeric Rating Scale pada Pasien Osteoartritis Sendi Lutut Pre dan Post Total Knee Replacement di RS. Urip Sumoharjo Kota Bandar Lampung Tahun 2015-2016 Aswedi Putra; Indra Kumala; M. Aminuddin Ramadhan; Chintya Mutiara
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 2, No 2 (2018): Jk Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v2i2.1940

Abstract

Sendi bagian lutut adalah sendi besar yang terkuat dan mempunyai susunan kompleks di bagian tubuh.Namun dikalangan dewasa muda dan lansia, fungsi kerja dari sendi lutut bisa saja mulai berkurang. Osteoarthritis merupakan penyakit degenerasi pada sendi yang melibatkan kartilago, lapisan sendi, ligamen, dan tulang sehingga menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sendi.Teknik pembedahanTotal Knee Replacement (TKR) adalah salah satu solusi pengobatan sendi lutut yang yang mengalami osteoarthritis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan perhitungan Numeric Rating Scale pada pasien osteoarthritis sendi lutut pre dan post Total Knee Replacement di RS. Urip Sumoharjo Kota Bandar Lampung tahun 2015-2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional dengan menggunakan total populasi sebagai sampel yang berjumlah 31 orang. Sebelum dilakukan analisa bivariat, dilakukan uji normalitas pada data dengan menggunakan uji Shapiro wilk, karena distribusi data tidak normal, maka analisa bivariat dilakukan dengan uji Mann Whitney U Test.Hasil penelitian ini didapatkan nilai terendah perhitungan Numeric Rating Scale pre Total Knee Replacement adalah 6 dan nilai tertinggi adalah 9 dengan rata-rata sebesar 6,94. Sedangkan nilai terendah perhitungan Numeric Rating Scale post Total Knee Replacement adalah 2 dan nilai tertinggi adalah 3 dengan rata-rata sebesar 2,55. Pada analisis bivariat dengan uji Mann Whitney U Test didapatkan p value sebesar 0,000. Dapat disimpulkan bahwa p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara perhitungan Numeric Rating Scale pre dan post Total Knee Replacement atau Ha diterima.Kata Kunci: Arthroplasty, Numeric Rating Scale, Osteoarthritis, sendi lutut, Total Knee Replacement.
HUBUNGAN LAMA DUDUK DAN LAMA BEKERJA DENGAN KEJADIAN HEMOROI D PADA SUPIR BUS AKAP DI TERMINALINDUK RAJABASA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Indra Kumala; Edy Ramdhani; Eka Fajar Sumirat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.838 KB) | DOI: 10.33024/.v3i3.746

Abstract

Latar Belakang:Hemoroid merupakan pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerahanus yang berasal dari plexus hemoroidalis. Kebiasaan duduk yang terlalu lama dapat menjadi salahsatu penyebab terjadinya hemoroid, karena dengan duduk yang terlalu lama tanpa merubah posisiakan mengakibatkan tekanan intra vena di anus meningkat. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui tentang hubungan lama duduk dengan kejadian hemoroid pada sopir bus AKAP diTerminal Induk Rajabasa Bandar Lampung tahun 2016.Metode: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis analitik observasional denganmetode cross-sectinal. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan random sampling, didapat sampelsebanyak 60 responden yang memenuhi kriteria inklusi yang kriteria eksklisu. Data uji statistikdengan menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan jumlah sopir bus AKAP yang menderita hemoroid sebanyak46 responden (76,7%). Kebanyakan penderita hemoroid berusia 45-50 tahun yaitu sebanyak 24responden (40%). Dengan rata-rata lama bekerja sebagai sopir bus AKAP lebih dari 5 tahun yaitusebanyak 39 responden (65%). Berdasarkan lama duduk didapatkan hasil duduk lebih dari 10 jamdengan data terbanyak yaitu 42 responden (70%). Penelitian ini diolah dengan uji Chi-Square yangmenunjukan hubungan lama duduk dengan kejadian hemoroid pengan p=0,000.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lama duduk dengan kejadian hemoroidpada sopir bus AKAP di Terminal Induk Rajabasa Bandar Lampung tahun 2016 (p < 0,05).
Product Creativity, Branding, and Marketing in the Tempe Business: A Case Study of the All Tempe Production House Asri, Asri Amaliyah; Indra Kumala; Syaila Nabila
Young Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 1 (2025): Young Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Bayt Shufiya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tempeh industry in Indonesia is undergoing a transformation from household-based production to medium-scale industries aimed at marketing products to modern retail markets. This study examines how creativity in product development and branding strategies are employed to enhance competitiveness at Sangat Tempe Factory in Medan, which focuses on large retail stores as its primary distribution channels. This research employs a descriptive qualitative approach with in-depth interview methods to analyze product development strategies, brand name selection, and strategies for entering the modern retail market. The findings indicate that product variations, appropriate brand name selection, packaging standardization, and understanding of modern retail market requirements are critical factors in successfully entering this market. This research highlights that the transition from traditional household production to modern retail-oriented operations requires strategic integration of product creativity and professional branding, demonstrating that medium-scale tempeh producers can effectively compete in modern retail environments through systematic approaches to product diversification, brand positioning, and market adaptation. The study also provides practical benefits for medium-scale tempeh industries in designing branding and marketing strategies to enter modern retail markets and underscores the importance of continuous innovation to enhance competitiveness.