Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PERTAHANAN SEMESTA MENJAGA IDENTITAS NASIONAL MENDUKUNG INDONESIA POROS MARITIM DUNIA Endra Kusuma; Lukman Yudho Prakoso; Deni Dadang
Strategi Perang Semesta Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.455 KB)

Abstract

Visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia adalah salah satu bentuk implementasi mempertahankan kedaulatan negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang telah diperjuangkan dengan deklarasi Djuanda pada tahun 1957 hingga mendapatkan pengakuan dunia internasional melalui UNClOS 1982. Indonesia pernah mencapai kejayaannya sebagai bangsa maritim pada masa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Bangsa maritim Indonesia ini juga menjadi bagian integral dari identitas nasional Indonesia. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk dapat menjaga identitas nasional sebagai bangsa maritim yang dapat dijadikan sebagai pijakan pembangunan kembali budaya maritim yang pernah ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan strategi yang tepat menjaga identitas nasional Indonesia sebagai negara maritim untuk mendukung visi Poros Maritim Dunia.  Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori konsep pertahanan semesta, teori Sea Power dan teori identitas nasional. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif meggunakan data sekunder dan selanjutnya menggunakan teori untuk menganalisa dari fenomena yang penulis teliti. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pertahanan semesta menjaga identitas nasional mendukung Indonesia poros maritim dunia menghasilkan tiga strategi turunan yaitu strategi menjaga kedaulatan teritorial, strategi pembangunan budaya maritim dan strategi penguatan diplomasi pertahanan.
Strategi Peningkatan Peran Dokter Batalyon Infanteri 512/Quratara Yudha Dalam Pencegahan Malaria di Daerah Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini Arief Rahman; Deni Dadang; Dwi Hartono
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8968

Abstract

Wilayah pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG) merupakan kawasan strategis dengan kondisi geografis yang berat, keterbatasan infrastruktur, serta tingkat endemisitas malaria yang tinggi. Kondisi tersebut menjadikan malaria sebagai ancaman kesehatan yang dapat memengaruhi kesiapan tempur prajurit dan efektivitas pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan. Dalam situasi ini, Dokter Batalyon Infanteri 512/Quratara Yudha memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan prajurit dan mendukung keberhasilan operasi satuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pencegahan malaria yang diterapkan oleh dokter batalyon, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan peran dokter batalyon dalam pencegahan malaria di wilayah perbatasan RI–PNG. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter batalyon telah melaksanakan berbagai upaya pencegahan malaria melalui edukasi kesehatan, pemberian kemoprofilaksis, penggunaan kelambu berinsektisida, pengendalian lingkungan, serta deteksi dini kasus malaria. Namun, pelaksanaan strategi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan sarana dan logistik kesehatan, kondisi geografis yang sulit dijangkau, serta faktor sosial budaya masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan peran dokter batalyon memerlukan dukungan kebijakan, penguatan kapasitas sumber daya kesehatan, pengembangan sistem pencegahan yang terintegrasi, serta kolaborasi antara unsur militer dan sipil. Selain itu, diperlukan penguatan surveilans kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta optimalisasi logistik untuk meningkatkan efektivitas pencegahan malaria. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesehatan prajurit, melindungi masyarakat perbatasan, dan mendukung ketahanan pertahanan negara di wilayah RI–PNG