Nurlina Ariani Harahap
Universitas Labuhanbatu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Menggunakan Metode Quantum Teaching pada Kelas VIII SMP N 1 Merbau Lestari Mayasari; Nurlina Ariani Harahap
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1316

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan berpikir dengan tujuan agar siswa mampu untuk menciptakan atau menemukan ide baru yang berbeda, tidak umum, orisinil yang membawa hasil yang pasti dan tepat. Quantum Teaching adalah metode pembelajaran yang membuat siswa tertarik karena proses pembelajaran yang aktif serta membuat siswa merasa bahwa materi yang di sampaikan akan bermanfaat bagi dirinya. Implementasi pembelajaran Quantum Teaching mampu manumbuhkan keaktifan siswa serta mutu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan model pembelajaran Quantum Teaching. Metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah metode kuantitatif. Analsis data peneltian ini uji non parametrik yaitu uji wilcoxon yang menggunakan uji prasyarat dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil Pengujian wilcoxon yang bernilai 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa "[hipotesis mengenai adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dapat lebih optimal dapat di terima]" artinya terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan metode pembelajaran Quantum Teaching. Berdasarkan hasil uji diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam pembelajaran matematika yang di ajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional dan metode pembelajaran Quantum Teaching. Dari hasil uji yang di lakukan dapat kita lihat bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa menggunakan metode Quantum Teachin memiliki hasil peningkatan yang lebih optimal dibandingkan menggunakan metode konvensional, sehingga pengguna metode Quantum Teachin memiliki kelebihan dan mampu menjadi metode yang dapat di terapkan untuk mencapai tujuan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
Pengaruh Penggunaan Bahan Ajar Berbasis Website Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Dana Romadhani; Nurlina Ariani Harahap
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh didalam penggunaan bahan ajar berbasis website terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis pada siswa. Jenis penelitian ini ini adalah kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian 30 siswa di SMA Swasta Kemala Bhayangkari 2 Rantauprapat, dengan teknik purposive sampling Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Data tes yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Uji T yaitu Paired Sample T-Test. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa dapat dikatakan sebagai jenis tinggi, dimana interval kategori tinggi tersebut yaitu nilai pemahaman konsep matematis siswa lebih dari 25,158. peserta didik yang mempunyai kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada jenis sedang dengan interval pemahamankonsep matematis yaitu diantara 17,98 dan 25,158. Dan peserta didik telah mempunyai keahlian dalam pemahaman konsep matematis peserta didik jenis rendah k dengan interval pemahaman konsep rendah yaitu kurang dari 17,98. Sedangkan hasi pada kelas control adalah kelas yang tidak diberi penggunaan bahan ajar berbasis website interval pemahaman konsep matematis tinggi yaitu lebih dari 23,6. Siswa yang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis jenis sedang interval pemahaman konsep matematis kategori sedang yaitu diantara 16,88 dan 23,6. Dan siswa yang memiliki pemahaman konsep matematis jenis rendah dengan interval pemahaman konsep matematis rendah yaitu kurang dari 16,88. Dapat disimpulkan ada perbedaan didalam penggunaan bahan ajar berbasis website pada kemampuan didalam pemahaman konsep matematis peserta didik
Strategi Pemahaman Isu Sosial Melalui Tahapan Empathize dan Define Berbasis Design Thinking dalam Pembelajaran PPKn Siswa Kelas X Wanda Fahira; Afranisha Afranisha; Ade Pranata Ginting; Nurlina Ariani Harahap
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 1 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to map the growth mindset of senior high school students when they face incomplete grades or academic failure in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject. Using a qualitative method with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews and a review of self-reflection documents from 20 students spread across grades 10 to 12. The results of the phenomenological analysis succeeded in formulating three main categories, namely: forms of meaning towards failure, variations in types of emotional reactions and causality patterns (attribution), and the manifestation of academic resilience in civic learning activities. The findings indicate that students who tend to have a growth mindset consider incompleteness as an indicator for improvement, not a limitation on their intellectual potential. This research suggests the need for reconstruction in the provision of feedback by teachers, the application of adaptive learning support (scaffolding), and the creation of a learning climate that accepts mistakes as part of the process of continuously developing citizen character.Keywords: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Social IssuesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemahaman isu sosial melalui tahapan empathize dan define dalam kerangka design thinking pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) siswa kelas X. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam proses berpikir dan interaksi sosial siswa dalam memahami permasalahan sosial secara kontekstual. Data diperoleh dari diskusi kelompok, wawancara mendalam, jurnal refleksi siswa, serta dokumentasi pembelajaran yang dianalisis secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap empathize membantu siswa memahami isu sosial dari berbagai perspektif, sementara tahap define mendorong siswa merumuskan inti masalah secara lebih terarah dan kritis. Proses ini memperkuat kemampuan berpikir reflektif, empati sosial, dan pemahaman kontekstual siswa terhadap realitas masyarakat. Dengan demikian, penerapan design thinking dalam pembelajaran PPKn memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan literasi sosial dan keterampilan kewarganegaraan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendekatan design thinking dalam pembelajaran PPKn untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna dan partisipatif.Kata Kunci: Design Thinking, Empathize, Define, PPKn, Isu Sosial