Aditya Ramadhan
Universitas Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Pengembangan Tata Ruang Wilayah Terhadap Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Aditya Ramadhan; Muhamad Kurniawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7019

Abstract

Pengembangan wilayah yang terjadi di suatu daerah sejatinya harus sesuai dengan perencanaan tata ruang agar tejadinya sinergi antara kelestarian, rasa aman, dan kesejahteraan dalam kualitas hidup penduduknya. Kecamatan Cisarua termasuk wilayah di sisi selatan Kabupaten Bogor serta berbatasan dengan Kabupaten Cianjur yang memilki topografi dataran tinggi sehingga diasumsikan dengan zona rawan bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta kerawanan tanah longsor berdasarkan tiga klasifikasi yaitu rendah, sedang, dan tinggi serta mengevaluasi perencaan pola ruang khususnya area permukiman terhadap peta kerawanan tanah longsor tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring dan pembobotan. Selanjutnya, dilakukan teknik tumpang susun (overlay) dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografi menggunakan lima variabel fisik yaitu kondisi geologi, kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan, Kecamatan Cisarua memiliki zona kerawanan rendah seluas 20,84 Km2 atau sebesar (31,24%), zona kerawanan sedang seluas 32,21 Km2 atau sebesar (48,28%), dan zona kerawanan tinggi seluas 13,66 Km2 atau sebesar (20,48%). Pada evaluasi pola ruang terhadap zona rawan tanah longsor, tidak terdapat zona kerawanan tinggi dalam deliniasi kawasan permukiman. Kesimpulannya, rencana pola ruang khususnya permukiman yang telah dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah sudah tepat untuk pengembangan wilayah di Kecamatan Cisarua.
Kajian Spasial Tingkat Kerentanan COVID-19 Di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan Aditya Ramadhan; Mangapul Parlindungan Tambunan; Rudy Parluhutan Tambunan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6, No. 1 Tahun 2022
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 di Jakarta mengalami lonjakan tinggi dikarenakan provinsi ini merupakan tingkat interaksi sosial yang tinggi, salah satunya di Kecamatan Pesanggrahan. Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisa kerentanan penularan COVID-19 dari beragam parameter. Metode yang digunakan berbasis spasial berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat dengan skoring dan pembobotan metode rangking berdasarkan enam variabel kerentanan fisik, sosial dan ekonomi. Selanjutnya, diintegrasikan Sistem Informasi Geografi untuk analisis overlay. Data penelitian menggunakan data sekunder yang berasal dari instansi terkait, sedangkan data primer diperoleh dari kegiatan langsung ke lapangan seperti melakukan penandaan lokasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kelurahan Petukangan Utara dan Kelurahan Ulujami, seluruh wilayahnya terklasisfikasi kerentanan tinggi. Selanjutnya, Kelurahan Petukangan Selatan sebagian besar wilayahya memiliki kerentanan rendah namun terdapat wilayah dengan kerentanan sedang seluas ± 1,19 km². Kelurahan Bintaro seluruh wilayahnya memiliki kerentanan sedang ditambah sebagian kecil wilayah Kelurahan Pesanggrahan seluas ± 4,64 km² sedangkan sisanya terklasifikasi kerentanan rendah. Untuk kerentanan rendah secara keseluruhan terdapat pada Kelurahan Pesanggrahan dan Petukangan Selatan. Secara persentase keruangan Kecamatan Pesanggrahan, sebesar 20,88% luas wilayah memiliki kerentanan rendah, kerentanan sedang sebesar 43,33%, dan 35,8% terklasifikasi kerentanan tinggi.
Evaluasi Pengembangan Tata Ruang Wilayah Terhadap Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Aditya Ramadhan; Muhamad Kurniawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 5 No. 2 (2021): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v5i2.7019

Abstract

Pengembangan wilayah yang terjadi di suatu daerah sejatinya harus sesuai dengan perencanaan tata ruang agar tejadinya sinergi antara kelestarian, rasa aman, dan kesejahteraan dalam kualitas hidup penduduknya. Kecamatan Cisarua termasuk wilayah di sisi selatan Kabupaten Bogor serta berbatasan dengan Kabupaten Cianjur yang memilki topografi dataran tinggi sehingga diasumsikan dengan zona rawan bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta kerawanan tanah longsor berdasarkan tiga klasifikasi yaitu rendah, sedang, dan tinggi serta mengevaluasi perencaan pola ruang khususnya area permukiman terhadap peta kerawanan tanah longsor tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring dan pembobotan. Selanjutnya, dilakukan teknik tumpang susun (overlay) dengan memanfaatkan teknologi sistem informasi geografi menggunakan lima variabel fisik yaitu kondisi geologi, kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Berdasarkan temuan penelitian yang telah dilakukan, Kecamatan Cisarua memiliki zona kerawanan rendah seluas 20,84 Km2 atau sebesar (31,24%), zona kerawanan sedang seluas 32,21 Km2 atau sebesar (48,28%), dan zona kerawanan tinggi seluas 13,66 Km2 atau sebesar (20,48%). Pada evaluasi pola ruang terhadap zona rawan tanah longsor, tidak terdapat zona kerawanan tinggi dalam deliniasi kawasan permukiman. Kesimpulannya, rencana pola ruang khususnya permukiman yang telah dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah sudah tepat untuk pengembangan wilayah di Kecamatan Cisarua.
Kajian Spasial Tingkat Kerentanan COVID-19 Di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan Aditya Ramadhan; Mangapul Parlindungan Tambunan; Rudy Parluhutan Tambunan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 6 No. 1 (2022): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v6i1.7535

Abstract

Pandemi COVID-19 di Jakarta mengalami lonjakan tinggi dikarenakan provinsi ini merupakan tingkat interaksi sosial yang tinggi, salah satunya di Kecamatan Pesanggrahan. Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisa kerentanan penularan COVID-19 dari beragam parameter. Metode yang digunakan berbasis spasial berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat dengan skoring dan pembobotan metode rangking berdasarkan enam variabel kerentanan fisik, sosial dan ekonomi. Selanjutnya, diintegrasikan Sistem Informasi Geografi untuk analisis overlay. Data penelitian menggunakan data sekunder yang berasal dari instansi terkait, sedangkan data primer diperoleh dari kegiatan langsung ke lapangan seperti melakukan penandaan lokasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kelurahan Petukangan Utara dan Kelurahan Ulujami, seluruh wilayahnya terklasisfikasi kerentanan tinggi. Selanjutnya, Kelurahan Petukangan Selatan sebagian besar wilayahya memiliki kerentanan rendah namun terdapat wilayah dengan kerentanan sedang seluas ± 1,19 km². Kelurahan Bintaro seluruh wilayahnya memiliki kerentanan sedang ditambah sebagian kecil wilayah Kelurahan Pesanggrahan seluas ± 4,64 km² sedangkan sisanya terklasifikasi kerentanan rendah. Untuk kerentanan rendah secara keseluruhan terdapat pada Kelurahan Pesanggrahan dan Petukangan Selatan. Secara persentase keruangan Kecamatan Pesanggrahan, sebesar 20,88% luas wilayah memiliki kerentanan rendah, kerentanan sedang sebesar 43,33%, dan 35,8% terklasifikasi kerentanan tinggi.