Articles
IDENTIFIKASI MOLEKULER CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria Bassiana DAN Metarhizium Anisopliae ASAL ISOLAT CIANJUR
Widya Sari;
Chindy Nur Rosmeita
Pro-STek Vol 1, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.402 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v1i1.815
Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae merupakan cendawan entomopatogen yang telah banyak dimanfaatkan sebagai agens biokontrol untuk mengendalikan hama serangga. Metode identifikasi organisme sampai tingkat spesies salah satunya dapat melalui identifikasi molekuler. Keberhasilan analisis molekuler dengan teknik PCR bergantung pada kualitas DNA yang diekstraksi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan metode ekstraksi yang tepat untuk menghasilkan kemurnian DNA yang tinggi dan mengidentifikasi secara molekuler isolat B. bassiana dan M. anisopliae asal tanaman padi Cianjur dengan teknik PCR menggunakan primer universal ITS1/ITS4. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung dari bulan Maret sampai Juli 2019. Isolat yang diidentifikasi merupakan koleksi BPTPH Bojongpicung dan BALITHI Segunung. Ekstraksi DNA dilakukan menggunakan bufer CTAB dan SDS. Isolat cendawan yang diekstrasi menggunakan CTAB menunjukkan kemurnian yang bagus dengan nilai 1.8-2.0 dan isolat hasil ekstraksi dengan SDS menunjukkan kemurnian kurang dari 1.8. Primer ITS1/ITS4 telah berhasil mengamplifikasi daerah internal transcribed spacer dari isolat B. bassiana pada ukuran 600 bp dan isolat M. Anisopliae pada ukuran kisaran 550-600 bp.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana DAN Metarhizium anisopliae ASAL TANAMAN PADI CIANJUR
Widya Sari;
Chindy Nur Rosmeita
Pro-STek Vol 2, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (652.912 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v2i1.974
Cendawan entomopatogen asal tanaman padi Cianjur sudah lama ditemukan, namun belum pernah dilakukan karakterisasi morfologi pada isolat-isolat tersebut. Perbedaan karakter morfologi cendawan entomopatogen seperti warna koloni dan bentuk konidia, jumlah konidia dan laju pertumbuhan sangat mempengaruhi virulensi cendawan entomopatogen terhadap serangga hama sasaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan karakter morfologi cendawan entomopatogen asal tanaman padi Cianjur yaitu Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae dengan isolat cendawan entomopatogen yang berasal dari tanaman yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biokontrol dan Laboratorium Mikologi Balai Penelitian Tanaman Hias Cianjur dari bulan November 2018 sampai Desember 2018. Penelitian dilakukan secara obsevasi dan analisis deskriptif untuk membandingkan karakter morfologi dari beberapa isolat cendawan entomopatogen Beauveria bassiana dan Metarhizium anisoplie asal tanaman padi Cianjur koleksi dengan kontrol B. bassiana asal tanaman Pisang dan M. anisopliae asal tanaman Jagung. Hasil pengamatan laju pertumbuhan cendawan tertinggi dihasilkan oleh isolat cendawan B. bassiana asal tanaman Padi, dengan rata-rata laju pertumbuhan 0,1-0,7 cm per hari. Warna koloni cendawan B. bassiana asal tanaman Padi adalah warna putih dan B. bassiana asal tanaman Pisang berwarna putih kekuningan. M. anisopliae mempunyai warna yang sama antara isolat asal tanaman padi dengan asal tanaman jagung yaitu berwarna hijau zaitun. Cendawan B. bassiana mempunyai konidiofor yang bercabang dengan pola zig-zag dan pada bagian ujungnya terbentuk konidia yang bulat hialin. Metarhizium anisopliae mempunyai miselium yang bersekat, konidiofor bersusun tegak, berlapis dan bercabang yang dipenuhi konidia berbentuk bulat silinder. Rata-rata kerapatan konidia cendawan B. bassiana lebih rendah (3,65 x 106) dibandingkan kerapatan konidia cendawan M. anisopliae (5,80 x 106). Karakter morfologi cendawan sangat dipengaruhi oleh jenis species dan asal isolat.
PENAMBAHAN TEPUNG SERANGGA PADA MEDIA PERBANYAKAN UNTUK MENINGKATKAN VIRULENSI Beauveria bassiana TERHADAP WALANG SANGIT
Widya Sari;
Muhammad Latiful Khobir
Pro-STek Vol 1, No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (440.218 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v1i2.823
Padi Pandanwangi merupakan padi lokal khas Cianjur yang hanya dapat tumbuh optimal di beberapa Kecamatan di Kabupaten Cianjur. Walang Sangit (Leptocorisa oratorius )merupakan hama yang paling sering menimbulkan kerusakan berat pada tanaman padi terutama pada saat fase generatif. Pemanfaatan cendawan entomopatogen berpotensi untuk mengendalikan hama walangsangi. Salah satu jenis cendawan entomopatogen yang cukup efektif adalah B.bassiana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2019, menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu 1 (Tepung beras 100 gram+tepung jangkrik 15%), 2 (Tepung beras 100 gram+tepung kroto 15%), dan 3 sebagai kontrol (Tepung beras 100 gram). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mortalitas Walang Sangit terbaik yaitu pada perlakuan 1 (Tepung beras 100 gram+tepung jangkrik 15%) dengan rata-ratamortalitas pada 48 jam adalah 60%, pada 72 jam adalah 33%, Hasil analisis LT50 menunjukkan bahwa perlakuan 1 dengan jumlah konidia 4,56x106 mempunyai nilai LT50 pada 48 jam dan perlakuan 2 dengan jumlah konidia 4,4x106 menunjukkan LT50 pada 72 jam, sedangkan perlakuan 3 dengan jumlah konidia 4,24x106 menunjukkan LT50 pada 144 jam. Penambahan tepung serangga pada media biakan dapat merangsang cendawan entomopatogen menghasilkan enzim khitinase yang mampu mendegradasi khitin pada kutikula walang sangit.
PENGARUH BEBERAPA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN MICROGREENS BROKOLI (Brassica oleracea L.) DAN KUBIS MERAH (Brassica oleracea var capitata L.)
Riza Trihaditia;
Widya Sari;
Maghfira Hikmatul Adha
Pro-STek Vol 3, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (649.239 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v3i1.1493
Sayuran dan buah merupakan hasil alam yang baik untuk dikonsumsi. Microgreens merupakan sayuran yang mengandung nutrisi dan vitamin lebih tinggi dari tumbuhan dewasa. Tanaman potensial microgreens salah satunya pada famili kubis (Brassicacea). Penggunaan media tanam untuk microgreens memiliki karakteristik kelembaban optimal 50%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan microgreens brokoli dan kubis merah dengan penggunaan beberapa media tanam yang dilakukan pada Maret-Juli 2020 di Kebuun Percobaan Kecamatan Cilaku, Cianjur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, faktor pertama jenis tanaman dengan 2 level yaitu, B=Brokoli dan K=Kubis merah, faktor kedua media tanam dengan 3 level yaitu, C=Cocopeat sebgai control, H=Humus bambu, dan A=Arang hayati (biochar) dengan 3 kali ulangan. Analisis data yang dilakukan ANOVA (α=0.05) dan uji lanjut dilakukan dengan Tukey’s (alpha=5%). Hasil menunjukan jenis tanaman memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan, penggunaan beberapa media tanam tidak memberikan pegaruh yang nyata terhadap semua parameter pertumbuhan, dan tidak ada interaksi yang nyata antara jenis tanaman dan media tanam.
INVENTARISASI PENYAKIT PADA DUA VARIETAS LOKAL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) BIMA BREBES DAN TRISULA
Widya Sari;
Siti Aulia Inayah
Pro-STek Vol 2, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.955 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v2i2.1166
Serangan patogen tumbuhan merupakan salah satu kendala yang di hadapi dalam budidaya bawang merah, beberapa diantaranya yaitu cendawan, bakteri, dan virus yang mampu menurunkan hasil produksi bawang merah. Varietas bawang Bima Brebes merupakan varietas yang paling disukai oleh petani dan adaptif pada dataran rendah sedangkan Varietas Trisula merupakan varietas yang bisa ditanam di luar musim ( off season), sehingga bisa ditanam pada musim penghujan dan adaptif pada dataran rendah. Tujuan dari penelititan ini adalah untuk mengetahui jenis dan gejala penyakit pada tanaman bawang merah varietas Bima Brebes dan varietas Trisula yang ditanam di dataran tinggi. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) Kabupaten cianjur, Provinsi Jawa Barat pada bulan Agustus-September 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan terhadap tanaman bawang merah varietas Bima Brebes dan Trisula. Inventarisasi penyakit dilakukan dengan pengamatan gejala serangan patogen pada daun, umbi maupun akar tanaman bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan penyakit yang menginfeksi pada varietas Bima Brebes yaitu penyakit Bercak Ungu pada daun yang di sebabkan oleh cendawan (Alltenaria porri), dan penyakit mosaik kuning yang di sebabkan oleh virus (OnionYellow Dwarf Virus) pada bagian daun tua.Sedangkan penyakit yang menginfeksi pada varietas Trisula yaitu penyakit Moler yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp.cepae, penyakit Bercak Ungu yang disebabkan oleh cendawan (Alltenaria porri), dan penyakit Mosaik Kuning yang di sebabkan oleh (Onion Yellow Dwarf Virus). Varietas Bima Brebes lebih tahan terhadap infeksi cendawan Fusarium oxysporum f.sp.cepae dibanding varietas Trisula.
UJI EFEKTIVITAS AGENS HAYATI (Trichoderma spp.) DAN CAIR TERHADAP PRODUKSI SERTA KESEHATAN TANAMAN STROBERI (Fragaria x ananassa)
Widya Sari;
Riza Trihaditia;
Erin Apriliani
Pro-STek Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (661.109 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v3i2.1920
Stroberi merupakan salah satu tanaman beri yang populer karena kandungan nutrisi dan rasanya yang enak. Permintaan pasar terhadap stroberi lokal jauh melebihi suplai, sehingga dibutuhkan manajemen lahan yang intensif disertai pengendalian hama dan penyakit untuk mempertahankan produksi. Pemanfaatan agens hayati dan pupuk organik sebagai pembenah tanah terbukti efektif untuk meminimalkan penggunaan bahan kimia pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan agens hayati Trichoderma spp. dan pupuk organik cair limbah bonggol pisang dan eceng gondok terhadap produksi dan kesehatan tanaman stroberi (Fragaria x ananassa). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2021 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tanaman diberikan perlakuan K0= Kontrol, K1= POC 60 ml/L, K2= POC 80 ml/L, K3= Trichoderma spp. 20 g/tanaman, K4= Trichoderma spp. 20 g/tanaman + POC 60 ml/L. K5= Trichoderma spp. 20 g/tanaman + POC 80 ml/L. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, jumlah stolon, jumlah bunga, berat buah dan intensitas penyakit (kejadian penyakit dan keparahan penyakit). Hasil penelitian menunjukkan Pemberian K2 (POC 80 ml/L) mempunyai jumlah daun terbanyak yaitu 9,38 helai dengan jumlah 2,75 stolon. Pemberian perlakuan K5 (Trichoderma spp. 20 g + POC 80 ml/L) berpengaruh terhadap parameter jumlah bunga dengan rata-rata 3,38 bunga, sedangkan pada parameter berat buah tidak berpengaruh. Pemberian perlakuan Trichoderma spp. dan pupuk organik cair tidak berpengaruh terhadap parameter intensitas penyakit.
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA PESTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS (Spodoptera exigua Hubner) PADA TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.)
Yuliani ,;
Widya Sari;
Nia Fatimah
Pro-STek Vol 2, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.904 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v2i2.1167
Bawang daun merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat namun produktivitasnya terganggu oleh serangan hama seperti, Spodoptera exigua. Dalam pengendaliannya petani masih menggunakan pestisida kimia sintetis yang memiliki banyak dampak negatif, seperti resistensi hama, resurgensi dan timbulnya hama sekunder. Pengendalian S. exigua menggunakan pestisida nabati dengan konsentrasi yang tepat dapat mengendalikan hama ulat bawang daun secara efektif dan tidak berdampak negatif terhadap tanaman dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari beberapa pestisida nabati (daun babadotan, nimba dan sirsak)dengan menggunakan beberapa konsentrasi terhadap mortalitas S. exigua. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari dua faktor dengan masing-masing 3 ulangan,. Faktor pertama yaitu jenis pestisida nabati : babadotan, nimba dan sirsak, Faktor kedua adalah konsentrasi pestisida nabati yaitu : 250 g/L, 500 g/L dan tanpa pestisida nabati (kontrol). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas S. exigua. Sedangkan konsentrasi pestisida nabati berpengaruh nyata terhadap mortalitas. Mortalitas terbaik yaitu pada perlakuan babadotan 500 g/L dan Nimba 500 g/L, mencapai 100% kematian pada 6 hsa. Hasil analisis LT50 yang terbaik pada perlakuan babadotan 500 g/L dan nimba 500 g/L yaitu : 2,93 hari dan 2,57 hari.
PERLAKUAN PENGASAPAN DAN APLIKASI TRICHODERMA SPP. PADA BENIH BAWANG PUTIH (Allium sativum L.)
Widya Sari;
Mochamad Ferdy Fauzie Sesario;
Ramli Muli
Pro-STek Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.744 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v4i1.1494
Bawang putih (Allium sativum L) Varietas Lumbu Putih merupakan varietas local, eksistensinya sudah terkenal di seluruh Nusantara karena keunggulannya tersebut. Perlu adanya usaha yang dapat meningkatkan kualitas produksi Bawang Putih yaitu dengan cara meningkatkan kualitas mutu benih sehingga dapat menghasilkan kualitas Bawang Putih local yang baik. Teknologi yang dapat diterapkan dalam budidaya Bawang Putih diantaranya adalah dengan menggunakan Perlakuan Pengasapan dan Aplikasi Trichoderma spp. pada benih Bawang Putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Pengaruh Pengasapan terhadap mutu fisik dan fisiologis benih bawang putih, Pengaruh pemberian aplikasi Trichoderma spp terhadap mutu benih dan pertumbuhan bibit bawang putih, Pengaruh kombinasi perlakuan Pengasapan dan Trichoderma spp. terhadap mutu benih dan pertumbuhan bibit bawang putih. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium dan Screen House milik Gabungan kelompok Tani Multi Tani Jaya Giri Cianjur. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2021. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan untuk setiap perlakuannya P1 tanpa perlakuan (control), P2 (diberi Pengasapan), P3 (diberi Trichoderma spp.), P4 (diberi Pengasapan dan Trichoderma spp). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paling baik yaitu perlakuan Pengasapan, dan Pengasapan digabungkan dengan Trichoderma spp. Perlakuan Pengasapan memberikan pengaruh baik terhadap Fisik benih, dan untuk waktu berkecambah, dan Panjang Akar Paling baik yaitu P3 dan P4. Sedangkan untuk Viabilitas, tinggi tanaman dan Panjang Akar Paling baik yaitu P4. Dengan kata lain Perlakuan Pengasapan dan gabungan Pengasapan dan Aplikasi Trichoderma spp. ini memberikan pengaruh yang paling baik dibandingkan dengan tanpa perlakuan.
PENGUJIAN KONSENTRASI GIBERELLIN DAN LAMA PENYINARAN (FOTOPERIODE) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH SEMANGKA (Citrullus lanatus)
Angga Adriana Imansyah;
Widya Sari;
Maqbul Qobus Nazhir
Pro-STek Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.783 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v3i2.1922
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan tanaman hortikultura. Salah satu tanaman hortikultura yang buahnya memiliki nilai jual relatif tinggi adalah semangka. Kendala yang dihadapi dalam budidaya semangka adalah dormansi benih semangka. Terdapat beberapa cara memecah dormansi benih semangka diantaranya penggunaan zat pengatur tumbuh giberelin (GA3) dan lama penyinaran (fotoperiode). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi giberelin dan lama penyinaran (fotoperiode) terhadap benih berkecambah, bernih berkecambah normal, tinggi bibit semangka. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, 1-30 Juni 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, faktor pertama yaitu dengan beberapa konsentrasi giberelin, faktor kedua yaitu lama penyinaran (fotoperiode). Parameter yang diteliti yaitu, jumlah benih berkecambah (viabilitas), jumlah benih berkecambah normal(vigor), dan tinggi bibit. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi giberelin 15 ppm berpengaruh nyata terhadap viabilitas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap vigor, giberelin 25 ppm berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit semangka. Pengaruh lama penyinaran (fotoperiode) 24 jam berpengaruh nyata terhadap viabilitas tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap vigor dan tinggi tanaman. Kedua perlakuan tersebut tidak terdapat interaksi terhadap viablitas, vigor, dan tinggi tanaman.
ANALISIS VEGETASI GULMA PADI PANDANWANGI (Oryza sativa L. Aromatic) DI SENTRA PENANAMAN PADI PANDANWANGI KABUPATEN CIANJUR
Widya Sari;
Marwan Azis
Pro-STek Vol 3, No 1 (2021): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (938.554 KB)
|
DOI: 10.35194/prs.v3i1.1495
Pandanwangi rice is superior varieties in Cianjur which has special geographical indication. Weed is one of the causes in declining of Pandanwangi rice production. The purpose of this research were to know the index of weed abundance, weed diversity index and weed similarity index on Pandanwangi rice plantation. This research was carried out from December until June 2018. with observation methods.The results of this research showed that there were differences in the abundance index (Di) of broad and narrow leaves weed in four sub-districts of Pandanwangi rice cultivation center. Cianjur subdistrict had a higher value of abundance index of broad leaf weeds and narrow leaf weeds than other districts, there was no differences of broad leaf weed and narrow leaf weeds diversity index in four sub-districts of Pandanwangi rice cultivation center. Weed diversity values were low(H '<1)', with H 'values of broad leaf weeds and narrow leaf weeds were 0.21 -0.39 and there were no differences of broad leaf weed and narrow leaf weeds similarity index in four sub-districts Index, the values were very low, wide leaf Is = 0.04 and the narrowleaf Is = 0.00. Many or at least the types of weeds contained in a land are affected by the quality of the environment and the type of species because each type of weed has different adaptations and tolerances to its habitat.