Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA DAUN SALIARA (Lantana camara L) SEBAGAI PESTISIDA NABATI PENEKAN HAMA DAN INSIDENSI PENYAKIT PADA TANAMAN HOLTIKULTURA DI KALIMANTAN TIMUR Sri Purwati; Sonja V. T. Lumowa; Samsurianto Samsurianto
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Timur memiliki potensi untuk melakukan pengembangan terhadap budidaya tanaman holtikultura, namun selama ini belum dapat diwujudkan. Salah satu hambatan pada pengembangan budidaya tanaman holtikultura adalah serangan serangga hama yang dapat menurunkan produksi tanaman holtikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia yang ada pada bahan alam yaitu daun saliara (Lantana camara L) sebagai bahan baku pembuatan pestisisda nabati penekan serangan serangga hama daan insidensi penyakit tanaman holtikultura di Kalimantan Timur. Daun saliara merupakan daun tanaman yang mudah didapatkan di wilayah Kalimantan Timur. Selama ini tanaman tersebut selama dianggap sebagai gulma dan belum banyak dimanfaatkan. Sampel pada penelitian adalah daun saliara yang diambil dari berbagai daerah di Kaltim yaitu Kutai Timur, Kutai Barat dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sampel daun selanjutnya dikeringkan dan dibuat serbuk. Masing-masing sampel daun dilarutkan dalam etanol 96% dan dimaserasi selama 24 jam. Kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mengetahui adanya alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid. Hasil uji fitokimia ekstrak daun saliaramenunjukkan adanya kandunganbahan aktif tannin, saponin, steroid. Kandungan bahan aktif yang terdapat pada ekstrak daun tersebut memiliki potensi sebagai pestisida nabati karena dapat mempengaruhi serangga hama dan bakteri penyebab penyakit pada tanaman holtikultura. Kata Kunci : Skrining Fitokimia, Daun Saliara, Pestisida Nabati
Workshop Daring Peralatan Fisiologi Hewan Penunjang Penelitian dan Praktikum Bagi Guru Sains Rudy Nugroho; Fatmawati Patang; Yanti Puspita Sari; Linda Oktavianingsih; Dwi Susanto; Samsurianto Samsurianto; Rudianto Rudianto; Widha Prahastika; Maya Dewi Norani; Nadhifa Aurelia Wirawan; Nawwar Mardianto
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i2.6703

Abstract

Background: Aktivitas riset dan praktikum di bidang fisiologi hewan membutuhkan beberapa peralatan yang menunjang kelancaran dan keberhasilan kegiatan tersebut. Pengetahuan tentang alat-alat terkait bidang fisiologi hewan, termasuk teknik menggunakan mutlak diketahui dan dipahami. Tujuan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk workshop daring ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru sains SMP/SMA setingkat dan muridnya dalam mengetahui dan memahami peralatan-peralatan yang terkait bidang fisiologi hewan baik untuk keperluan penelitian atau praktikum. Sasaran kegiatan ini adalah guru sains dan siswa dari beberapa daerah di Indonesia. Metode: Kegiatan diadakan melalui media zoom meeting, video demo penggunaan alat dan diskusi interaktif yang diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari guru dan murid. Materi yang disampaikan adalah alat-alat penunjang penelitian dan praktikum bidang fisiologi, teknik penggunaan, serta video demo live serta diskusi interaktif. Hasil: Untuk mengukur keberhasilan program pengabdian ini, peserta workshop daring melakukan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan rata-rata 52,91 (pre-test) dan 72,86 (post-test). Terdapat peningkatan pengetahuan dan wawasan peserta workshop daring peralatan fisiologi hewan sebesar 19,95 poin. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini berkontribusi meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta workshop daring tentang peralatan fisiologi hewan untuk menunjang penelitian dan praktikum.
Respon Pertumbuhan Protocorm Like Bodies (PLB) Anggrek Tebu (Grammatophyllum scriptum Blume) terhadap Modifikasi Media Murashige and Skoog (MS) secara In Vitro Ratna Kusuma; Samsurianto Samsurianto; Wafif Azizah; Ervinda Yuliatin
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i1.538

Abstract

Anggrek Tebu (Grammatophyllum scriptum) propagation can be improved optimally by adding plant growth regulators such as BAP and NAA through in vitro technique. Murashige and Skoog (MS) medium is an essential medium for plant tissue growth that needs another complex mineral and vitamin to develop the protocorm-like bodies (PBL) of Anggrek Tebu. Hence, this study aimed to gain the appropriate composition of modified MS by adding BAP and various coconut water concentrations and to evaluate their effect on PBL of Anggrek Tebu growth (budding time, number of buds, and leaves). The research was conducted using a completely randomized design with two factorials such as modified MS medium (MS (M1), ½ MS (M2), and ¼ MS (M3))and coconut water concentration (0 ml/L (C0), 100 ml/L (C1), 200 ml /L (C2), and 300 ml/L (C3)) with triplication. The result showed that the fastest budding time was remarkable growth from M2C1 offered the bud at three weeks after planting (WAP). In the number of budding, M3C2 showed excellent results and significantly increased the budding growth at 8.33 ± 0.88  in 10 WAP. Meanwhile, the highest leave number was M2C1 at 23.00 ± 3.60, followed by M2C2 and M3C2, respectively, at 20.67 ± 1.45 and 20.67 ± 1.33. This result indicated that modifying MS medium composition by adding the coconut water could assist the PBL of Anggrek Tebu growth in a specific concentration. 
Respon Pertumbuhan Protocorm Like Bodies (PLB) Anggrek Tebu (Grammatophyllum scriptum Blume) terhadap Modifikasi Media Murashige and Skoog (MS) secara In Vitro Ratna Kusuma; Samsurianto Samsurianto; Wafif Azizah; Ervinda Yuliatin
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i1.538

Abstract

Anggrek Tebu (Grammatophyllum scriptum) propagation can be improved optimally by adding plant growth regulators such as BAP and NAA through in vitro technique. Murashige and Skoog (MS) medium is an essential medium for plant tissue growth that needs another complex mineral and vitamin to develop the protocorm-like bodies (PBL) of Anggrek Tebu. Hence, this study aimed to gain the appropriate composition of modified MS by adding BAP and various coconut water concentrations and to evaluate their effect on PBL of Anggrek Tebu growth (budding time, number of buds, and leaves). The research was conducted using a completely randomized design with two factorials such as modified MS medium (MS (M1), ½ MS (M2), and ¼ MS (M3))and coconut water concentration (0 ml/L (C0), 100 ml/L (C1), 200 ml /L (C2), and 300 ml/L (C3)) with triplication. The result showed that the fastest budding time was remarkable growth from M2C1 offered the bud at three weeks after planting (WAP). In the number of budding, M3C2 showed excellent results and significantly increased the budding growth at 8.33 ± 0.88  in 10 WAP. Meanwhile, the highest leave number was M2C1 at 23.00 ± 3.60, followed by M2C2 and M3C2, respectively, at 20.67 ± 1.45 and 20.67 ± 1.33. This result indicated that modifying MS medium composition by adding the coconut water could assist the PBL of Anggrek Tebu growth in a specific concentration. 
PENGARUH PEMBERIAN ZPT EKSTRAK KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA MEDIA MURASHIGE & SKOOG (MS) TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET KANTUNG SEMAR (Nepenthes sp.) SECARA IN VITRO Febrianti, Risda; Kusuma, Ratna; Samsurianto, Samsurianto
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 1 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i1.1226

Abstract

Kantung semar (Nepenthes sp.) merupakan salah satu tanaman hias yang sering dijumpai di kawasan hutan. Tanaman ini masuk Convention on International Trade of Endangered Species (CITES), di mana semua tanaman yang masuk dalam CITES dilarang untuk diperdagangkan karena dianggap hampir punah. Untuk itu perlu ditemukan alternatif penggadaan bibit dengan pemanfaatan bioteknologi seperti kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh ekstrak kecambah kacang hijau pada media MS terhadap pertumbuhan planlet tanaman kantung semar secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu Konsentrasi Ekstrak Kecambah Kacang Hijau yang terdiri dari empat taraf (0 mL/L, 20 mL/L, 40 mL/L, 60 mL/L) sehingga terdapat 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Uji statistika yang digunakan berupa uji non parametrik Kruskal-Wallis dan uji lanjutan menggunakan uji Mann-Whitney, dengan taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ZPT ekstrak kecambah kacang hijau dengan konsentrasi 20 ml/L mempengaruhi penambahan rata-rata tinggi tanaman sebanyak 1 cm. rata-rata jumlah daun pada konsentrasi 40 ml/L berpengaruh signifikan dan berbeda nyata dengan rata-rata jumlah daun sebanyak 9,33 tunas, sedangkan rata-rata jumlah tunas sebanyak 10,33 tunas dan rata-rata waktu muncul tunas sebanyak 3,33 tunas.
Pengembangan Vertikultur Solusi Budidaya Tanaman Vertikal Di Lahan Sempit (Upaya Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Gunung Kelua-Samarinda) Hetty Manurung; Ratna Kusuma; Samsurianto Samsurianto; Lariman Lariman; Dwi Susanto
ABDIKU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2023): ABDIKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/abdiku.v2i1.535

Abstract

ABSTRAK Wilayah Kelurahan Gunung Kelua Samarinda merupakan wilayah dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya. Kebutuhan lahan pemukiman semakin meningkat pula dan mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan pemukiman guna memenuhi kebutuhan primer yaitu papan (rumah). Kebutuhan akan pangan otomatis semakin meningkat pula, dan minim nya ketersediaan lahan terbuka menjadi pemikiran dalam mengupayakan pemanfaatan area sempit menjadi lahan tanam untuk bercocok tanam, melalui salah satu cara yang dapat diterapkan yaitu Vertikultur. Pelatihan Vertikultur Tanaman ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dasar yang sederhana dan mudah dipahami melalui bagaimana memperbanyak tanaman dengan memanfaatkan lahan yang tersisa dari halaman rumah tempat tinggal. Dalam upaya meningkatkan keterampilan, ibu ibu di lingkungan kelurahan Gunung Kelua samarinda diberikan materi, dengan berbagai praktek di lapangan mengenai teknik vertikultur tanaman. Program pengabdian masyarakat ini berlangsung dengan baik dan efektif, meliputi teori dan praktik lapangan dengan persentase 25% teori dan 75% praktik. Kegiatan diikuti oleh 30 orang ibu ibu yang tergabung dalan kegiatan PKK dan kampong KB Suwandi Mandiri. Hasil pelatihan tersebut peserta dapat mempraktekkan dan mengaplikasikan teknik vertikultur pada budidaya bahan pangan sehari hari di sekitar tempat tinggal masing-masing.
Pemberdayaan Masyarakat Suwandi, Samarinda Ulu: Sampah Organik Dapur untuk Bumi dengan Eco Enzym Hariani, Nova; Kusuma, Ratna; Samsurianto, Samsurianto; Patang, Fatmawati; Oktavianingsih, Linda; Rukmi, Dijan Sunar
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Mei 2022, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v2i1.350

Abstract

Mayoritas sampah yang dihasilkan dari semua kegiatan manusia adalah berasal dari rumah tangga. Hampir 70% sampah yang dihasilkan rumah tangga berupa sampah organik (sayur, buah). Sampah organik ini akan dikumpulkan dan ditumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA). Penumpukan dan penimbunan sampah organik, akan menimbulkan berbagai masalah pencemaran tanah, udara dan air. Produksi gas metan dalam proses pembusukan dengan jumlah banyak akan menyebabkan terjadinya ledakan. Kerugian dan bahaya dari sampah organik ini bisa diminimalisir dengan cara mengolah dan memanfaatkan sampah organik tersebut yang dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing. Sampah organik segar dapat digunakan dalam pembuatan eco enzym. Eco enzym adalah cairan serba guna, berwarna kecoklatan yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik yang masih segar dengan campuran gula tebu (gula organik) dan air. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan secara detil tentang cara pembuatan dan manfaat eco enzym kepada masyarakat di kampung KB Mandiri Suwandi, Kec. Samarinda Ulu akan sangat membantu berkurangnya sampah yang ditumbuk di TPSA. Cairan eco enzym dibuat dari sampah organik (sayur, kulit buah yang belum bususk dan berjamur) yang dicampur dengan gula organik (seperti gula tebu, moolasse, gula aren dan gula organik lainnya) lalu ditambahkan air alami. Setelah itu difermentasi selama lebih kurang 100 hari dalam kondisi anaerob/tertutup. Cairan eco enzym yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti pupuk tanaman, membersihkan toilet, sebagai desinfektan dan banyak manfaat lainnya. Setelah kegiatan hasil kepuasan peserta didapatkan rata-rata nilai kepuasan peserta adalah Sangat Baik (Skala nilai 5) sebanyak 94,5% dan Baik (skala nilai 4) 5,5%. Untuk skala 3 sampai 1 (Cukup, Kurang dan sangat kurang) adalah 0%. Dari data kuisioner dan respon semua peserta, secara keseluruhan peserta sangat antusias, merasa bermanfaat dan terbantu dengan kegiatan berbagi ilmu dan teknologi sederhana ini. Selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan kendala yang berarti.
Pembekalan Teknik Propagasi Kultur Jaringan Tumbuhan bagi Guru SMA/Sederajat di Samarinda untuk Mendukung Kurikulum Merdeka Susanto, Dwi; Yuliatin, Ervinda; Samsurianto, Samsurianto; Sari, Yanti Puspita; Manurung, Hetty
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12944

Abstract

Background: Transisi kurikulum 2013 menjadi kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih kreatif, aplikatif, dan mampu memacu daya kritis siswa dalam memahami mata Pelajaran pilihan. Namun, mata pelajaran pilihan siswa di bidang Bioteknologi Modern seperti Kultur Jaringan Tumbuhan belum dipahami dengan baik secara praktik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan praktikum teknik propagasi tumbuhan melalui pembekalan teknik kultur jaringan tumbuhan bagi guru SMA/sederajat bidang Biologi di Samarinda dan sekitarnya. Metode: Pengabdian ini dilakukan oleh dosen Biologi FMIPA Universitas Mulawarman, dan diikuti oleh 22 guru Biologi dan pertanian di Samarinda dan sekitarnya. Kegiatan pengabdian terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap awal, tahap pembekalan teori, tahap praktikum, dan tahap evaluasi. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman peserta di bidang kultur jaringan tumbuhan dari level ‘kurang’ menjadi ‘baik’. Evaluasi pemaparan materi dan kesesuaian teori dan praktek mencapai kategori sangat baik dengan presentase masing-masing 80% dan 92%. Refleksi pembekalan menunjukkan 80% peserta berpendapat kegiatan ini menambah wawasan dan menyenangkan. Kesimpulan: Kegiatan terlaksana sesuai target dan dapat berkontribusi dalam proses pembelajaran siswa di sekolah terutama di bidang kultur jaringan tumbuhan.
Peran edukasi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi anak di masyarakat Ratna Kusuma; Samsurianto Samsurianto; Darnah Darnah; Andrea Tri Rian Dani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30289

Abstract

AbstrakKesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam mendukung kesejahteraan anak-anak serta mencegah penyakit gigi sejak dini. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan gigi menyebabkan tingginya prevalensi karies gigi pada anak-anak. Untuk mengatasi permasalahan ini, program sosialisasi dan edukasi kesehatan gigi dilaksanakan pada 26 Juli 2024 di SDN 001 Tabalar Muara sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi serta mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar melalui pendekatan interaktif, seperti pemaparan materi, praktik langsung, dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan berdasarkan observasi menunjukkan peningkatan kesadaran siswa, meskipun masih ditemukan kebiasaan kurang baik, seperti konsumsi makanan manis berlebihan dan tidak menyikat gigi sebelum tidur. Sebagai tindak lanjut, poster edukatif disebarluaskan di lokasi strategis untuk memperkuat pesan yang disampaikan. Edukasi berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini dan menurunkan angka penyakit gigi pada anak-anak. Kata kunci: edukasi; gigi anak; kebersihan; kesehatan; sosialisasi AbstractOral health is an important aspect in supporting children's welfare and preventing dental disease from an early age. However, low public awareness of dental hygiene causes a high prevalence of tooth decay in children. To overcome this problem, a dental health socialization and education program was implemented on July 26, 2024 at SDN 001 Tabalar Muara as part of the Mulawarman University Community Service Program (KKN). This activity aims to increase students' understanding of the importance of maintaining dental hygiene and teach proper tooth brushing techniques through an interactive approach, such as material presentation, direct practice, and group discussions. The results of the activity based on observations showed an increase in student awareness, although there were still bad habits, such as excessive consumption of sweet foods and not brushing their teeth before going to bed. As a follow-up, educational posters were distributed in strategic locations to reinforce the message conveyed. Continuous education and support from various parties are expected to form the habit of maintaining dental health from an early age and reduce the number of dental diseases in children. Keywords: education; children's dental health; hygiene; health; socialization
Strategi jitu menjadikan sambal tiram Tabalar mendunia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ratna Kusuma; Samsurianto Samsurianto; Andrea Tri Rian Dani; Darnah Darnah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30598

Abstract

Abstrak Tiram merupakan sumber daya hayati laut dengan potensi ekonomi tinggi yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan seperti sambal tiram. Desa Tabalar Muara di Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk ini, namun terbentur oleh keterbatasan pemahaman tentang pemasaran digital, lemahnya branding, dan jangkauan pasar yang terbatas. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan program sosialisasi pemasaran digital dengan tujuan meningkatkan daya saing produk sambal tiram melalui pemanfaatan media sosial. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan: persiapan, sosialisasi, dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, dilakukan survei untuk menggali kondisi usaha masyarakat. Sosialisasi memberikan pemahaman tentang pemasaran digital, branding, dan desain kemasan produk. Pelaksanaan melibatkan praktik langsung pembuatan konten promosi dan pengelolaan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta, terutama anggota PKK, lebih memahami pentingnya pemasaran digital dan semakin percaya diri dalam memasarkan produk mereka. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sambal tiram Tabalar Muara di pasar lokal dan nasional serta mendorong pengembangan usaha mikro berbasis sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kata kunci: tiram; Tabalar Muara; ekonomi desa; digitalisasi Abstract Oysters are marine resources with high economic value, and they can be developed into processed products like oyster sambal. Tabalar Muara Village in East Kalimantan has significant potential for developing this product but faces challenges in marketing, particularly in digital marketing and branding. This program aims to improve the competitiveness of oyster sambal through digital marketing, specifically via social media, to expand market reach. The program was carried out in three stages: preparation, socialization, and implementation. In the preparation stage, surveys were conducted to identify marketing barriers. The socialization stage focused on educating participants about digital marketing strategies, packaging design, and branding. In the implementation stage, participants were guided to create promotional content for social media. The results showed an increase in participants’ understanding, particularly among PKK members, of the importance of digital marketing. This program is expected to promote sustainable local product development and improve the welfare of the village community. Keywords: oysters; Tabalar Muara; village economy; digitalization