Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIMUNING Ihsana El Khuluqo; Tati Nuryati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i1.358

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat berjudul Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia di Desa Cimuning Wilayah Kerja Puskesmas Cimuning bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai kesehatan pada usia lanjut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu pendekatan persuasive dengan tahapan-tahapan pelaksanaan yaitu (1) melakukan pendekatan persuasive kepada masyarakat sebagai kader posyandu, (2) Penyuluhan kesehatan/ceranah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan simulasi, (3) pemeriksaan fisik (4) serta pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan isik kesehatan masyarakat lanjut usia. Di kelurahan Cimuning baru terbentuk 8 Posyandu Lansia dari 26 RW yang ada, sehingga perlu dibentuk lagi posyandu lansia pada RW yang belum memiliki posyandu lansia. Dengan demikian Program Kerja Sama Mitra (PKM) dalam pengabdian masyarakat menawarkan solusi antara lain dengan pelatihan dan pendampingan kader posyandu lansia. Kegiatannya antara lain: Sosialisasi pentingnya posyandu lansia melalui Forum Kelurahan/RW, rekrutmen dan pelatihan kader posyandu lansia, layanan posyandu lansia, penyuluhan kesehatan, PMT, penimbangan, vitamin dan permainan-permainan yg menyenagkan dan menyehatkan, peningkatan kesehatan, komunikasi interpersonal yang bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Kesimpulan bahwa pelatihan dan pendampingan kader posyandu lansia kelurahan Cimuning sangat bermanfaat dalam meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup lansia pelayanan kesehatan lansia di posyandu.Kata kunci : Lansia, Pengabdian, Posyandu AbstractCommunity service titled Training and Assistance for Elderly Posyandu Cadres in Cimuning Village Cimuning Health Center Work Area aims to build public awareness about health in old age. The method of implementing this community service activity is a persuasive approach with stages of implementation, namely (1) carrying out a persuasive approach to the community as a posyandu cadre, (2) health education / interactive stories, group discussions, questions and answers, and simulations, (3) physical examinations ( 4) as well as recording and reporting the results of health examinations for the elderly. The elderly posyandu services emphasize promotive and preventive services without ignoring curative and rehabilitative efforts. In Cimuning Village, only 8 Elderly Integrated Healthcare Center was formed from 26 existing RWs, so it is necessary to re-establish elderly Integrated Healthcare Center for RWs that do not yet have elderly Integrated Healthcare Center. Therefore the Partnership Cooperation Program in community service offers solutions including, among others, training and mentoring for elderly Integrated Healthcare Center cadres. The activities socialization of the importance of Integrated Healthcare Center for the elderly through the Village Office Forum, recruitment and training of elderly Integrated Healthcare Center cadres, elderly Integrated Healthcare Center services, health counseling, supplementary feeding, weighing, vitamins and games that are fun and healthy, improving health, interpersonal communication in collaboration with surrounding communities. The Conclusion that the training and assistance of elderly Integrated Healthcare Center cadres in Cimuning Village are very useful in improving the health status and quality of life of elderly health services in the Integrated Healthcare Center.Keywords: Integrated Healthcare Center, Elderly, Devotion
Pelatihan Bagi Kader tentang Penyuluhan Pada Kegiatan Posyandu Tati Nuryati Tati; Henny Hanna
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): JULI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i4.229

Abstract

Posyandu is a form of UKBM that is managed and organized from, by, for, and with the community in the implementation of health development, in order to empower the community and provide convenience to the community in obtaining basic health services (1). Based on the results of a previous survey in Panampangan Village, Banjarharjo District, Brebes Regency, in 2021 there were 655 children under five with cases of malnutrition (2.13%), malnutrition (8.5%), and stunting (11.1%) lower compared to 2019 which was 16.6%. One of the efforts to suppress stunting cases through counseling at the Posyandu is still being carried out by health workers, not yet carried out by cadres, even if there are those who provide counseling it is still perfunctory. Based on this, community service activities train counseling for Posyandu cadres, with the aim of increasing counseling on Posyandu activities using various methods and media according to the goals to be achieved. The community service method goes through the stages: Coordination with village heads, officials, village midwives, and other related parties, identifying Posyandu problems and the role of cadres in counseling at Posyandu, counseling training processes, evaluating and recording reporting. The results of community service through a review of all material both theory and practice by asking questions about the material that has been submitted, where participants who can answer get prizes from the committee, and it turns out that almost all participants can answer all quiz questions with prizes.
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Handayani Handayani; Tati Nuryati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 6: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persentase angka kejadian kecemasan pada ibu hamil di Indonesia mencapai 373.000.000, sebanyak 107.000.000 atau 28,7% diantaranya kecemasan terjadi pada ibu hamil menjelang proses persalinan. Senam hamil merupakan salah satu olahraga yang disarankan untuk dilakukan ibu hamil karena bertujuan untuk menyiapkan mental dan jasmani ibu hamil. Gangguan selama kehamilan yang biasanya terjadi adalah kualitas tidur yang buruk, tingginya tingkat kecemasan ibu, nyeri pinggang, frekuensi berkemih yang meningkat dan kram tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam terhadap penurunan kecemasan pada ibu hamil trimester. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest design dengan sampel 20 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data primer melalui pengisian kuesioner skala Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Data selanjutnya diolah menggunakan uji paired T-Test untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan setelah dilakukan senam hamil pada ibu hamil trimester III. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor penurunan kecemasan sebelum dilakukan senam hamil adalah 18,05 dan rata-rata skor penurunan kecemasan setelah dilakukan senam hamil adalah 15,30 yang berarti mengalami penurunan tingkat kecemasan. Hasil uji paired T-Test ada perbedaan yang signifikan antara penurunan kecemasan pada skor sebelum dan sesudah dilakukan senam hamil di dapatkan nilai P Value = 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah hamil mampu menurunkan kecemasan pada ibu hamil trimester III. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil trimester III dan sebagai bahasan rujukan untuk penelitian selanjutnya
EDUKASI MP-ASI CEGAH STUNTING DENGAN METODE EMO-DEMO CEMILAN SEMBARANGAN DI POSYANDU BALITA Tati Nuryati; Handayani Handayani; Elyin Artha Karlina
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i10.5217

Abstract

Based on the results of Basic Health Research (Riskesdas) in 2013 the prevalence of stunting under five (height per age) in Indonesia reached 37.2%, while the World Health Organization (WHO) limit was less than 20% (Ministry of Health RI, 2017)(Dewina, 2021) . Whereas in Panangkatan Village, Banjarharjo District, Brebes Regency, in 2021 there will be 636 toddlers with stunting cases, 105 toddlers (16.6%) below the national figure, while in 2021 the number of toddlers is 655 toddlers with stunting cases 73 toddlers, (11.1%) ) malnutrition 14 toddlers, malnutrition 56 toddlers (Nuryati & Hanna, 2022). Based on the preliminary survey, most mothers who have children under two years old in Panangkatan Village, Banjarharjo District, Brebes Regency, provide unhealthy snacks as complementary food to breast milk (MP-ASI). Meanwhile, when they come to Posyandu every month they get additional food in the form of eggs, bananas, sometimes peanut porridge, etc. To change the behavior of mothers under five regarding MP-ASI, they have never been given counseling on healthy snacks to accompany ASI with the EMO-DEMO method. The problem of stunting, one of the disorders of malnutrition in toddlers, is still a concern of the government. Thus the LPPM UHAMKA Partner Cooperation Program (PKM) in community service offers a solution for MP-ASI Education to Prevent Stunting with the EMO_DEMO Method of Random Snacks at Posyandu Mawar 2 Panangkatan Village, Banjarharjo District, Brebes Regency. The purpose of this community service is to increase the knowledge, attitudes and behavior of mothers under five in providing complementary foods for breastfeeding. The MP-ASI education method that will be carried out with EMO-DEMO with the following stages: Coordinating with the head of Panangkatan Village, Dera Asyifa Hospital Banjarharjo, and the Bandungsari Health Center, identifying the nutritional status of toddlers, counseling on the impact of stunting on toddler health and the CONTENTS OF PIRINGKU, MP-ASI Education process using the EMO-DEMO method of random snacks, evaluating and recording reporting. The results of community service through the pretest and posttest, it turns out that the results show that there is a difference between the respondent's knowledge score before education with a score of 66 and after being given education with a score of 80.3. Apart from going through the pretest posttest also by asking questions about the material that has been presented, where participants who can answer get prizes from the committee, and it turns out that almost all participants can answer all the quiz questions with prizes
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita : Studi Literatur Hidayati, Nur; Hidayati, Nur Fauzatul; Tati Nuryati
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.388 KB)

Abstract

Persoalan gizi dalam pembangunan kependudukan masih merupakan persoalan yang dianggap menjadi masalah utama dalam tatanan kependudukan dunia dan Indonesia khususnya. Stunting merupakan ganguan pertumbuhan linier yang disebabkan adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 SD menurut standar WHO. Stunting dapat berakibat fatal terhadap produktifitas di masa dewasa. Keadaan ini adalah manifestasi jangka panjang dari faktor asupan gizi dan penyakit infeksi berulang dan faktor lingkngan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada Balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan studi literatur dengan berbagai referensi, yaitu artikel atau jurnal penelitian, review jurnal, annual report yang diterbitkan dari tahun 2016 - 2021. Pencarian dilakukan menggunakan mesin pencari google di internet dengan kata kunci yang terkait, seperti: stunting, faktor resiko, dan determinan stunting. Pencarian database dilakukan di ResearchGate, WHO dan Depkes RI. Kesimpulan faktor pola asuh makan memiliki hubungan paling dominan terhadap kejadian stunting. Disarankan lebih ditingjatkan lagi program perbaikan pola asuh dan pola makan dalam mencegah stunting melalui Puskesmas, Posyandu, Kelas Ibu Hamil, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Ibu juga disarankaqn agar aktif mencari informasi dan menambah pengetahuan mengenai stuning dan cara pencegahannya melali berbagai media penyuluhan yang disediakan.
Pengaruh Dukungan Sosial dan Metode Coping terhadap Tingkat Stres Ibu Hamil Tati Nuryati; Yulmaida Amira
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.1452

Abstract

Stres pada masa kehamilan merupakan gangguan mental ibu hamil. Salah satu upaya mengatasi stres ibu hamil bisa menggunakan metode coping dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan metode coping terhadap tingkat stres ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel berjumlah 88 ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal di Puskesmas Bojong Menteng Kota Bekasi dari tanggal 24-29 Agustus 2019. Alat ukur untuk pengumplan data adalah skala dukungan sosial, skala coping stres, dan skala tingkat stress yang disusun oleh tim peneliti. Data dari ketiga variabel diolah dengan teknik statistic regresi sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian tidak ada pengaruh antara dukungan sosial (Koef. Beta = 0,035; nilai p = 0,787) maupun coping stress (Koef Beta = 0,007; nilai p = 0,965) terhadap tingkat stress pada ibu hamil, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama (R2=0,001; nilai p = 0,941). Ibu hamil dalam penelitian ini pada umumnya tidak mengalami stress atau hanya memiliki stress dengan tingkat sangat rendah. Hal ini bisa dipahami karena mereka tidak memiliki sumber stress yang yang potensial membuat stress-nya tinggi. Terbukti bahwa ibu hamil yang mengalami stress selama masa kehamilannya (rerata = 1,38), sering mendapatkan dukungan sosial (rerata = 2,65). Dari berbagai tipe dukungan sosial, terlihat yang bekorelasi secara signifikan dengan coping stress ibu hamil adalah dukungan keluarga, dukungan teman, dan dukungan ahli.
Determinan Kejadian Kecacingan pada Siswa SD Neilva Lailatusyifa; Ratu Ayu Dewi Sartika; Tati Nuryati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i01.1007

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2018, 24% dari populasi dunia terinfeksi kecacingan. Di Indonesia, kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi kecacingan pada siswa sebesar 60-80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada siswa SD terpilih di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan total sampling sebanyak 152 siswa. Hasil peneltian menunjukkan hubungan yang bermakna antara status gizi (Pv=0,006; OR=3,117), pendidikan ibu (Pv=0,039; OR=2,647), pendidikan ayah (Pv=0,031; OR=2,392), pekerjaan ayah (Pv=0,004; OR=3,123), penghasilan (Pv=0,046; OR=3,067), kebiasaan mencuci tangan (Pv=0,000; OR=9,556), kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) (Pv=0,000; OR=29,450), mengkonsumsi sayur mentah (Pv=0,013; OR=2,698), kebersihan kuku (Pv=0,034; OR=2,824), pemakaian alas kaki (Pv=0,011; OR=3,405), kepemilikan jamban (Pv=0,000; OR=31,333), sumber air minum (Pv=0,029; OR=8,824), sumber air bersih untuk masak dan minum (Pv=0,000; OR=8,095), konsumsi obat cacing dalam 1 tahun terakhir (Pv=0,000; OR=5,354) dengan kejadian kecacingan pada anak sekolah. Perlunya peningkatan promotif, preventif serta kuratif terkait infeksi cacing. Selain itu, masyarakat pun perlu meningkatkan personal hygiene dan menjaga sanitasi lingkungan rumah agar terhindar dari kontaminasi telur cacing.
Pengaruh Dukungan Sosial dan Metode Coping terhadap Tingkat Stres Ibu Hamil Tati Nuryati; Yulmaida Amira
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.1452

Abstract

Stres pada masa kehamilan merupakan gangguan mental ibu hamil. Salah satu upaya mengatasi stres ibu hamil bisa menggunakan metode coping dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan metode coping terhadap tingkat stres ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel berjumlah 88 ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal di Puskesmas Bojong Menteng Kota Bekasi dari tanggal 24-29 Agustus 2019. Alat ukur untuk pengumplan data adalah skala dukungan sosial, skala coping stres, dan skala tingkat stress yang disusun oleh tim peneliti. Data dari ketiga variabel diolah dengan teknik statistic regresi sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian tidak ada pengaruh antara dukungan sosial (Koef. Beta = 0,035; nilai p = 0,787) maupun coping stress (Koef Beta = 0,007; nilai p = 0,965) terhadap tingkat stress pada ibu hamil, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama (R2=0,001; nilai p = 0,941). Ibu hamil dalam penelitian ini pada umumnya tidak mengalami stress atau hanya memiliki stress dengan tingkat sangat rendah. Hal ini bisa dipahami karena mereka tidak memiliki sumber stress yang yang potensial membuat stress-nya tinggi. Terbukti bahwa ibu hamil yang mengalami stress selama masa kehamilannya (rerata = 1,38), sering mendapatkan dukungan sosial (rerata = 2,65). Dari berbagai tipe dukungan sosial, terlihat yang bekorelasi secara signifikan dengan coping stress ibu hamil adalah dukungan keluarga, dukungan teman, dan dukungan ahli.
Implementation of Hygiene Education through Community Empowerment for Effective Dengue Hemorrhagic Fever Prevention: Case Study in RW 4 Penagagan Village Tati Nuryati; Handayani; Rahmatun Phounna; Wida Feriningsih; Shirley Christine; Uswatun Hasani; Juanda Izhar; Fitria Ramdhita
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v25i2.2453

Abstract

To improve the cleanliness of the community's environment, counseling was provided on Dengue Prevention and Mosquito Nest Eradication (PSN). Thus, the UHAMKA Partner Cooperation Program (PKM) provides community empowerment solutions regarding Triggering Dengue Prevention and Mosquito Nest Eradication (PSN). The purpose of this community empowerment is to increase public knowledge in the prevention of dengue and the eradication of mosquito nests, among others, through the 3M Plus Movement (Draining, Closing, Recycling), raising larvae-eating fish, using mosquito nets while sleeping, and using mosquito repellents, Fogging: Spraying mosquitoes using insecticides, Giving abate: Larvicide to kill mosquito larvae in water reservoirs and KIE (Communication, Information, and Education): Increasing public awareness about dengue fever and how to prevent it. Before the dengue triggering activity was carried out, respondents were asked to fill out a knowledge questionnaire. The total number of respondents who filled out the questionnaire was 22 respondents. Respondents were asked to fill out a pre-test questionnaire before triggering dengue fever and to fill out a post-test questionnaire again after triggering dengue. The results of the respondents' characteristics showed that there were 16 respondents (72.7%) more female than 6 (27.3%) males. Respondents aged < 40 years were 7 respondents (31.8%) less than respondents aged > 41 years as many as 15 respondents (68.2%). And based on education level, respondents with higher education level (≥SMA) as many as 6 people (27.3%) were less than respondents with low education level (≤ junior high school) as many as 16 people (72.7%). The results of the distribution of respondents based on the Pre- Test knowledge variable showed that 11 respondents (50%) had high knowledge and 11 people (50%) had low knowledge. And the results of the distribution of respondents based on the Post-Test knowledge variable showed that 13 respondents (59.1%) had high knowledge more than 9 people (40.9%) who had low knowledge. The above results show that by making efforts to increase community knowledge by organizing and community development, triggering activities are more effective than simple counseling/lectures. Triggering makes respondents more active, not easily bored, and easy for respondents to remember.