Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PATIENT SAFETY CULTURE IMPROVEMENT TO ENHANCE THE QUALITY OF HEALTHCARE IN HARAPAN BUNDA HOSPITAL JAKARTA Hanifah Iskhia Dilla; Wachyu Sulistiadi
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 4 (2019)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: One of the achievements in running health care service institutions (hospitals) is providing strategic health care services to improve health status. Harapan Bunda Hospital is a private hospital located in East Jakarta. Whose vision is to become the preferred hospital by providing the best quality service. One of the implemented programs was reporting incidents in the unit to the QPS Committee. However, the incident that occurred in Harapan Bunda Hospital is still not widely reported regularly by officers in the unit. In addition, there are many discrepancies in service delivery in the form of safety. Therefore, it is necessary to measure the Safety Culture at Harapan Bunda Hospital. Methods: This research used quantitative method with design cross sectional and used descriptive analysis to seek whole picture of all patient safety variable that had been done by Harapan Bunda Hospital. The population in this research is all staff of Harapan Bunda Hospital which around 708 staff member. Researcher used systematic random sampling with Slovin calculation formula and get 256 minimum sample needed. Instrument used is Patient Safety Culture survey refer to Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Results: The result of mean measurement patient safety culture in Harapan Bunda Hospital is 72%, it means Harapan Bunda Hospital was moderate Patient Safety Culture. There are dimensions being focused to improving patient safety culture; the overall perception of patient safety, feedback and communication about errors, communication openness, frequency of incident reporting, staffing and non-punitive responses to errors. Conclusion: Meanwhile, the other 6 dimensions of safety culture have been included in the good category of safety culture. Thus, Harapan Bunda Hospital is expected to always carry out routine monitoring and evaluation of the measurement of safety culture.
PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PASIEN UNTUK MEMILIH DAN MEMANFAATKAN LAYANAN DI RUMAH SAKIT: NARATIVE REVIEW Iwa Wahyudi Firdaus; Anhari Achadi; Wachyu Sulistiadi
Menara Medika Vol 6, No 2 (2024): VOL 6 NO 2 MARET 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v6i2.4977

Abstract

Pendahuluan:Brand image merupakan cara pandang pelanggan terhadap merek tertentu. Brand image tersebut terbentuk sebagai sebuah persepsi terhadap merek tertentu yang diciptakan berdasarkan informasi dan pengalaman pelanggan terhadap merek itu tersebut. Dengan brand image yang baik, harapannya dapat mempengaruhi keputusan pasien dalam mengambil keputusan untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode narrative review, yaitu pendekatan pencarian literatur menggunakan online database yang Google Scholar dalam rentang waktu 2020 hingga 2023, dengan kata kunci “Brand Image”, ”Rumah Sakit”, dan “Keputusan Pasien”. Dari total 84 artikel yang ditemukan, dilakukan identifikasi dan evaluasi relevansi jurnal dengan tujuan penelitian adalah untuk menelaah pengaruh brand image rumah sakit terhadap keputusan pasien untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit. Sehingga dari jumlah tersebut disimpulkan terdapat 8 artikel yang dinilai relevan. Hasil dan Diskusi: Dari delapan artikel yang diperoleh, enam artikel menyatakan bahwa brand image rumah sakit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pasien untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit dan dua artikel lainnya menyebutkan bahwa brand image rumah sakit tidak memiliki pengaruh yang signifikat terhadap keputusan pasien untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit. Kesimpulan dan Saran:  Brand image rumah sakit dapat mempengaruhi keputusan pasien dalam memilih dan memanfaatkan layanan yang ada di rumah sakit karena brand image rumah sakit dapat membentuk persepsi dan membangun keyakinan dalam ingatan pasien. Disarankan bagi rumah sakit untuk menciptakan brand image rumah sakit yang baik untuk dapat meyakinkan pasien dalam mengambil keputusan untuk memilih dan memanfaatkan layanan di rumah sakit.