Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN AGILITY PADA PEMAIN FUTSAL USIA 12-16 TAHUN DI KLUB FUTSAL SAHABAT JUNIOR PANGKALAN LESUNG Ruswaldi Munir; Nova Sukma
Collaborative Medical Journal Vol 4 No 1 (2021): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v4i1.2160

Abstract

Agility merupakan faktor penting dalam kesuksesan permainan futsal. Ada beberapa faktor pendukung agar pemain dapat melakukan teknik dan strategi permainan futsal, seperti tinggi badan dan berat badan. Olahraga futsal merupakan olahraga yang membutuhkan banyak teknik dan strategi dalam menciptakan permainan yang baik. Futsal adalah olahraga yang sangat digemari oleh kalangan remaja, terutama remaja yang tergolong dalam remaja awal yaitu usia 12-16 tahun. Pada golongan ini, terjadinya perkembangan fisik yang pesat dan aktif dalam berbagai jenis cabang permainan namun kalangan remaja saat ini memiliki kebiasaan yang kurang sehat seperti tidak sarapan, kurang mengkonsumsi sayur dan buah yang merupakan sumber dari serat dan sering mengkonsumsi makanan berpenyedap. Kebiasaan yang kurang sehat tersebut dapat menyebabkan berat badan yang tidak ideal dan gangguan dalam keseimbangan status gizi yang merupakan salah satu masalah nutrisi dalam mengoptimalkan permainan futsal. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan agility pada pemain futsal berusia 12-16 tahun di klub futsal Sahabat Junior Pangkalan Lesung. Metode penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap klub futsal Sahabat Junior Pangkalan Lesung. Teknik Pengambilan sampel dengan cara total sampling. Setelah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi sampel menjadi 35 responden. Hasil penelitian p-value 0,580, hal tersebut menunjukkan tidak dapat hubungan korelasi yang bermakna antara status gizi dengan agility pada pemain futsal usia 12-16 tahun di klub futsal Sahabat Junior Pangkalan Lesung.
PELATIHAN PEMBERIAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA KEGAWATDARURATAN BAYI DAN ANAK KEPADA IBU-IBU DI LINGKUNGAN RW 14 KELURAHAN AIR DINGIN KECAMATAN BUKIT RAYA KOTA PEKANBARU Yuharika Pratiwi; Yulnefia; Octariany; Ari Diansyah; Retno Putri; Ruswaldi Munir
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i1.1744

Abstract

Memiliki anak yang masih bayi tentunya memerlukan perhatian khusus dari kita sebagai orang tua agar kondisi kesehatannya dapat terpantau dengan baik. Jangan sampai ketika anak telah menunjukkan gejala kegawatdaruratan kita terlambat mengetahuinya dan terlambat membawanya ke rumah sakit. Kondisi emergensi pada bayi dan anak yang paling sering terjadi adalah gawat nafas, syok, kejang dan penurunan kesadaran. Seorang ibu yang selalu dekat dengan bayi dan anaknya harus memiliki keterampilan bagaimana mengenal tanda kegawatdaruratan dan penanganan awal untuk masalah gawatnafas, syok, kejang dan penurunan kesadaran pada bayi dan anak supaya tidak terjadi kematian. Salah satu upaya untuk mencegah kematian bayi dan anak adalah mempertahankan jalan nafas dan kerja jantung untuk memenuhi suplai oksigen dalam aliran darah bayi dan anak dengan pemberian bantuan hidup dasar. Bantuan hidup dasar adalah usaha untuk memperbaiki dan atau memelihara jalan napas, pernapasan dan sirkulasi serta kondisi darurat yang terkait. Bantuan hidup dasar terdiri dari penilaian awal, penguasaan jalan napas, ventilasi pernapasan dan kompresi dada (sudiharto & sartono, 2011). Keterampilan melakukan resutitasi jantung (RJP) harus dimiliki setiap orang dengan mengurangi dampak buruk atau keparahan gejala sisa henti nafas dan henti jantung. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan upaya peningkatan keterampilan ibu-ibu dalam penanganan kegawatdaruratan bayi dan anak dengan cara memberikan pelatihan pemberian bantuan hidup dasar sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat, khususnya kaum perempuan yang diwaliki oleh para ibu, tentang pelatihan pemberian bantuan hidup dasar pada kasus gawatdarurat bayi dan anak. Target luaran kegiatan ini adalah publikasi ilmiah dalam jurnal pengabdian yang mempunyai International Standard Serial Number (ISSN) yaitu Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Universitas Abdurrab.
Relationship Between Lactic Acid Levels And Work Fatigue In Palm Oil Harvesters At PT. X Kampar Regency Yuharika Pratiwi; Dinda Queenty Dzakiyah Hartono; Ruswaldi Munir
International Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 3 (2024): September : International Journal of Medicine and Health (IJMH)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v3i3.4163

Abstract

Work fatigue is a condition caused by physical and mental activities that exceed capacity. According to National Safety Council data, > 60% of work accidents are caused by fatigue. In Indonesia, the agriculture, fisheries, plantation, and forestry sectors occupy the second position in the cause of work accidents. Work fatigue can be caused by both internal and external factors. Fatigue caused by external factors causes changes in the body's biochemical processes so that lactic acid builds up in the muscles. Initial survey on PT. X is located in Kampar Regency, information was obtained that there were cases of work accidents in harvesters which were mostly caused by work fatigue. Objective To determine the relationship between lactic acid levels and work fatigue in palm oil workers in PT. X Kampar Regency Methods This study was conducted using observational analytical methods, cross sectional research design. The sampling technique uses total sampling, as many as 114 samples have met the inclusion criteria. Bivariate analysis uses the Spearman test. Result p-value = 0.000; r = 0.607 with strong correlation strength and positive direction Conclusion There is a relationship between lactic acid levels and physical fatigue in harvesters
ANALISIS EFEKTIFITAS GASTROPROTEKTIF EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L) TERHADAP RATTUS NORVEGICUS YANG DI INDUKSI ASAM MEFENAMAT Deinike Wanita Marwan; Fakhrun Nisya Zain; Ruswaldi Munir; Evy Eryta
Collaborative Medical Journal Vol 7 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute or chronic inflammatory diseases of the gastric mucosa caused by exogenous and endogenous factors can cause symptoms of dyspepsia, these diseases are clinically visible endoscopically and require histological confirmation. According to the World Health Organization (WHO), the incidence of gastritis cases in the world is around 1.8 – 2.1 million of the total population each year, in Southeast Asia it is around 583,635 of the total population each year. Then gastritis is also caused by an imbalance of the aggressive factors HCl, pepsin, and gastric defense factors with the defensive factor, namely mucus bicarbonate. One of the causes of this imbalance of aggressive-defensive factors is the use of NSAIDs (non-steroidal anti-inflammatory drugs). This study aims to analyze the effectiveness of administering gastroprotective red onion extract to Rattus Norvegicus induced by mefenamic acid. With a true experimental method, a post test approach with control group. This study used 30 mice which were divided into 5 groups with 2 control groups and 3 treatment groups. Induction of mefenamic acid at a dose of 23.25 mg/head/day/sonde for 10 days. Then proceed with giving red onion extract for 10 days to each group. The research results showed that sample data was p = 0.001 (p<0.05) indicating that red onion extract (Allium Cepa L) had gastroprotective effectiveness in male white rats (Rattus Norvergicus). Research regarding the effectiveness of red onion extract (Alliem cepa L) as gastroprotective against male white rats (Rattus norvegicus) needs to be carried out with other compounds or due to other causal factors.